Sejarah Sistem Perpipaan Dunia - Fachrul Hidayat
News Update
Loading...

Saturday, 14 March 2015

Sejarah Sistem Perpipaan Dunia

Pipa adalah sebuah barang sederhana yang mungkin telah kita temui sejak jaman masih jauh dibelakang. Untuk mengisi bak air, menyiram bunga, dll. Ya benar, pipa adalah semacam selongsong bundar yang digunakan untuk mengalirkan sesuatu, biasanya berupa fluida, dari satu tempat ke tempat lain. Tahukah kalian bahwa pipa, dalam perkembangan modifikasinya dan tetap dalam prinsip kerja yang sama dengan pipa penyiram bunga kita, adalah salah satu urat nadi bagi beberapa bidang industri. Saat masih kuliah, sambil lalu salah satu dosenku berkata bahwa tidak kurang dari 50 % instalasi industri teknik adalah pipa. Itu kini kutemui dalam dunia kerja.

Dalam sejarah dunia, kemampuan menginstalasi pipa sudah ada ribuan tahun silam. Awal mulanya, sistem perpipaan digunakan untuk keperluan irigasi pertanian oleh masyarakat di china pada tahun 3000-2000 tahun sebelum masehi. Pakistan dan bagian utara india yang dahulu dikenal dengan nama indus valley juga sudah termasyur keahlian penduduknya dalam merangkai sistem perpipaan pada tahun 2500 sebelum masehi. Saat itu mereka masih menggunakan bambu atau kayu. Mesir juga tercatat dalam sejarah saat penduduknya berhasil mengalirkan air dari sungai nil untuk mengairi lahan pertanian mereka. Sampai hari inipun, tradisi macam ini masih mudah kita temui pada sistem irigasi di pedesaan. Pada tahun 150 setelah masehi, roma menarik pada jaman itu adalah setelah berhasil membangun jaringan perpipaan untuk rumah-rumah mereka dan membuat air mancur di tengah kota. 

Pic. Irigasi bambu (kompas.com)

Teknologi berkembang pesat, tantangan kebutuhan perpipaan pun makin beragam. Misalnya adalah pemuaian material pipa, yang mulai menggunakan bahan perak, saat dialiri air bertemperatur tinggi. Pada tahun 1928 muncul sebuah metode analisa pipa yang ditulis oleh A.M. Wahl dan W. Hovgard yang berjudul "Sresses and Reaction in Expansion Pipe" dan "Deformation of Plain Pipe Bends" yang kemudian ditulis dalam buku yang kini menjadi salah satu panduan desain perpipaan, "Design of Piping systems".

Pada tahun 1934, R.H. Tingey memperkenalkan istilah 'virtual center of gravity or elastic center' dalam tulisannya yang berjudul "Method of Calculation Thermal Expansion Stresses in Piping". Lalu pada tahun 1945 dikenalkan metode graphoanalitycal oleh S.Crocker dan A.McCuthan dalam buku Piping Handbook terbitan McGraw-Hill Book Co, New York.

Pic. Instalasi pipa industri (hamliair.com)

Berbicara tentang pipa di industri tak akan lepas dari ASME (American Society of Mechanical Engineering). ASME adalah salah satu organisasi yang terkemuka di dunia, yang mengembangkan dan menerbitkan kode dan standar, semacam aturan main dalam pemakaian material di dunia industri, termasuk pipa. Saat ini sistem perpipaan bukan lagi barang baru, terutama bagi dunia industri teknik. Ribuan perusahaan dengan engineer-engineer mereka pasti berupaya membuat sistem perpipaan yang paling efektif bagi bisnis mereka. Bukan hanya dari sisi ekonomi, namun juga keamanan dan keindahan instalasinya. Mengalirkan minyak, membuang limbah, menguras lubang-lubang tambang, mengalirkaan air untuk sistem pendinginan mesin, dan masih banyak lagi macamnya. 


Bagikan ke teman-teman anda

Tinggalkan komentar

Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done