Penyesalan Selama Kuliah - Fachrul Hidayat
News Update
Loading...

Thursday 12 September 2019

Penyesalan Selama Kuliah

Apa penyesalan saya selama kuliah? 
Pertanyaan ini sudah begitu lama berlalu lalang dalam pikiran saya.
Ini sudah tahun ke enam saya meninggalkan bangku perkuliahan. Dulu di kampus, saya telah belajar, lalu kemudian lulus dengan baik, dan saat ini pun saya sudah menekuni pekerjaan yang saya inginkan. Namun saya selalu merasa ada penyesalan, ada yang kurang dalam sikap, aktivitas, dan cara pandang saya saat bertahun-tahun malang melintang di kehidupan perkuliahan.



Saya kuliah selama 6 tahun. Selama kuliah saya punya banyak teman, aktif di beberapa organisasi, dan lulus dengan nilai yang tak begitu jelek. Begitu lulus saya tak butuh waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan yang pas, dan masih betah sampai sekarang. Di satu sisi saya merasa telah melalui kehidupan kampus dengan baik. Saya percaya bahwa semua yang saya capai hari ini tak terlepas dari pengalaman hidup yang sudah saya alami, termasuk saat masa kuliah. Namun seandainya saya bisa mengulang masa-masa tersebut, saya akan memperbaiki beberapa kesalahan saya berikut ini:

Terlalu Loyal Berorganisasi


Saya dulu ikut beberapa organisasi pemuda dan mahasiswa, baik didalam lingkungan kampus, maupun diluar lingkungan kampus. Keikutsertaan saya di organisasi-organisasi tersebut kadang membuat saya begitu kesulitan mengatur waktu. Sering sekali kesibukan di kegiatan organisasi mesti bertabrakan dengan jadwal kuliah. Semestinya dalam konflik seperti ini, saya bisa membagi waktu dengan baik. Organisasi bagi mahasiswa sangat penting, namun berkuliah dengan baik juga tak kalah pentingnya.


Sayangnya saya gagal. Saya kelewat loyal dalam beberapa organisasi yang saya ikuti. Saya terlalu mementingkan kegiatan-kegiatan yang saya kerjakan di organisasi dibanding aktifitas kuliah. Akibatnya, banyak mata kuliah saya yang tidak lulus. Bahkan pernah dalam dua semester, malah tak ada sama sekali kuliah yang lulus akibat kesibukan organisasi ini. Mata kuliah yang gagal ini terpaksa harus saya ulang beberapa kali di semester yang lain.


Baca juga: Mengapa Mahasiswa Teknik Harus Menonton Film 3 Idiots?

Kurang Mempelajari Skill Komputer


Saat ini saya ketahui ada banyak sekali software komputer yang dapat membantu aktifitas baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Di pekerjaan saya menjumpai software-software engineering seperti AutoCad, Pipeflow, atau SolidWorks. Lalu ada juga aplikasi yang umum digunakan seperti Microsoft Office, CorelDraw, dan lain lain. Semua software ini seharusnya sudah saya kuasai sejak masih jadi mahasiswa. Mereka ini tak butuh kursus khusus, bisa belajar otodidak sendiri. 


Namun yang terjadi, entah apa yang saya lakukan selama kuliah. Saat lulus, saya hanya bisa menggunakan Microsoft Office, itupun tak begitu menguasai Microsoft Excell yang banyak saya gunakan di dunia kerja.

Tidak Banyak Menulis


Saat saya kuliah dulu, sudah ada platform Blog, seperti Blog ini, untuk menulis dan membagikan pikiran kita kepada orang lain. Saya juga sudah membuat Blog ini sejak dulu. Saya senang menulis dan saat kuliah saya melihat banyak sekali hal yang bermanfaat untuk ditulis dan diberitahukan kepada orang lain. Namun entah mengapa dulu saya tak banyak menulis. Beberapa catatan saya yang receh, tercecer dan tidak menghasilkan tulisan apa-apa.


Di jaman mahasiswa yang membara dan konon intelek, saya seharusnya bisa produktif mengasah kreatifitas pikiran dan menghasilkan tulisan yang baik, namun malah tertimbun rasa malas dan tingkah sok sibuk.

Tidak Memberikan Kemampuan Terbaik Untuk Belajar


Selama kuliah, saya hanya mengikuti kebiasaan-kebiasaan belajar yang umum dilakukan oleh teman-teman mahasiswa. Saya rajin hadir di kelas, mengerjakan jika ada tugas, ikut ujian dan lulus. Ibaratnya saya ikut-ikutan saja, dan itu sudah cukup untuk mendapatkan nilai. Saya terlupa bahwa seharusnya saya kuliah bukan hanya untuk mendapatkan nilai, melainkan untuk benar-benar belajar.


Saya bisa saja memperdalam ilmu yang saya dapatkan di kelas dengan belajar dari internet, dari buku-buku, meskipun tanpa perintah dosen. Saya bisa bertanya dan berdiskusi perihal isu-isu dunia kerja yang berkaitan dengan mata kuliah yang saya pelajari melalui forum-forum online. Dengan demikian pengetahuan saya tentu lebih maksimal. Sayangnya semua itu tidak saya lakukan.

Betul bahwa saya lulus kuliah dan langsung bekerja. Namun saya merasa bisa mendapatkan ilmu yang lebih banyak jika mengerahkan 100 % kemampuan saya untuk belajar. Saat ini, setelah saya mendapati betapa luas dan dinamisnya bidang pekerjaan yang saya tekuni, baru saya sadar betapa kurangnya ilmu yang saya dapat selama 6 tahun kuliah.


Tidak Serius Mengembangkan Usaha


Saya suka mengelola usaha. Saat ini, selain bekerja di perusahaan, saya juga menjalankan usaha sendiri yang meskipun masih sangat kecil, namun menyenangkan. Mengelola usaha memberikan tantangan yang lebih dinamis dibandingkan menjadi karyawan. Disamping itu, hanya dengan memiliki usaha sendiri, kita berpeluang mendapatkan passive income, alias penghasilan meskipun tidak bekerja lagi.


Saya menyesal karena tidak serius mengembangkan usaha seperti sekarang ini, sejak masih mahasiswa. Seharusnya sudah dari dahulu saya mencoba macam-macam usaha, memilah-milah mana yang cocok, dan memutuskan usaha mana yang akan saya jalankan. Sayangnya saya terlalu terbuai dengan iming-iming gaji jika sudah lulus kuliah dan bekerja. Memang tak ada salahnya menjadi karyawan, apalagi jika memang gaji juga mencukupi. Namun memiliki usaha sendiri bagi saya membawa kenikmatan yang berbeda.


Baca juga: Belajar Beternak Ayam Petelur

Demikian itulah poin-poin penyesalan saya, beberapa kekurangan selama saya melalui masa kuliah. Apakah anda juga pernah menyesali beberapa kekurangan masa kuliah seperti yang saya alami?

Bagikan ke teman-teman anda

Tinggalkan komentar

Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done