Fachrul Hidayat: Bisnis
News Update
Loading...
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Thursday, 2 September 2021

Pengalaman Investasi di Santara

Beberapa tahun belakangan ini saya mulai menggandrungi aktivitas yang yang biasanya familiar dikalangan menengah keatas: berinvestasi. Meskipun keuangan saya masih terseok-seok dan masih amat jauh dari bisa dikatakan mapan, saya sejak dulu menyukai berinvestasi.

Berinvestasi secara sederhana adalah kegiatan menempatkan modal baik berupa uang atau barang, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.

Baca juga: 

Sekarang ini banyak sekali sarana investasi yang tersedia, seiring dengan kemajuan teknologi. Properti, deposito, reksadana, pasar saham, peer to peer lending, dan macam-macam jenis investasi lain. Anda hanya perlu memilah saja sesuai selera.

pengalaman investasi di santara

Salah satu platform investasi yang saya coba di awal tahun ini adalah Santara. Santara adalah platform urun dana yang menghimpun dana dari publik dan disalurkan kepada UMKM yang memiliki prospek usaha yang bagus. Ceritanya kita patungan untuk membiayai UMKM yang sudah siap berkembang tapi kekurangan dana. 

Anda bisa membaca membaca ulasan tentang Santara dan cara berinvestasi di Santara yang saya tulis pada halaman lain blog ini.

Kali ini saya ingin membagikan kabar bahagia, pengalaman saya menerima dividen hasil berinvestasi di santara.

Pada 30 Agustus 2021 beberapa hari lalu, saya menerima email yang isinya tampak sebagai berikut.

pengalaman investasi di santara

Email ini membuat saya senang sebab ini adalah dividen pertama yang saya dapatkan sejak berinvestasi di Santara awal tahun 2021.

Lalu berapa besar dividen yang saya dapatkan? Mari kita flasback dulu ke belakang.

Pada April 2021 silam, saya membeli saham Marlin Brothers, salah satu perusahaan yang sedang listing di Santara saat itu. Marlin Brothers melepas 2.800.000 lembar saham ke investor Santara dengan harga Rp.1000 perlembar saham.

pengalaman investasi di santara 
 

Setelah membaca dan memahami prospektus usahanya, saya memutuskan untuk memiliki saham UMKM ini. Sebenarnya saya ingin membeli sebanyak 1 juta lembar saham ini, namun karena batasan limit transaksi, saya hanya bisa membeli sebanyak 550 lembar. 

Investasi di Santara membatasi maksimum limit investasi adalah 5% dari pendapatan pertahun. Nah, karena kesalahan saya dalam menginput nilai pendapatan pertahun saya, akhirnya limit transaksi saya menjadi amat kecil.

Jadi bagi Anda yang baru mau daftar di Santara, sebaiknya lebih teliti saat mengisi data penghasilan pertahun. Agar tidak terjadi kesalahan seperti saya.

Baca juga:

Singkat cerita, 550 lembar saham Marlin Brothers saya koleksi sejak April 2021. Saya sebenarnya tidak berharap mendapat banyak keuntungan di Santara. Toh tujuan awal saya hanya ingin mengenali cara kerja Santara yang konon adalah aplikasi urun dana pertama di Indonesia yang disetuji OJK.

Setelah menerima email tentang pembagian dividen diatas, saya membuka aplikasi Santara melalui laptop dan ternyata memang benar, Marlin Brothers sedang melakukan pembagian dividen tahap satu sebesar 56 juta.

pengalaman investasi di santara
 

Nah, berapa total dividen yang saya dapatkan dengan 550 lembar saham yang saya miliki? Jumlahnya adalah Rp.11.079,-

Setelah menerima dividen, hasil dividen yang saya dapatkan selanjutnya tersimpan di Santara. Untuk bisa dicairkan ke rekening pribadi, saldonya harus memenuhi minimum pencairan yaitu Rp. 16.500. Jadi dividen saya dari Marlin Brothers saat ini belum bisa saya cairkan. Mesti menunggu dividen dari saham-saham UMKM lain yang saya miliki.

Apakah investasi saya di Santara menguntungkan? Mari kita hitung.

Dari investasi 550 lembar saham Marlin Brothers dengan total investasi Rp.550.000, saya memperoleh dividen tahap 1 sebesar Rp.11.079. Artinya, perlembar saham saya mendapat Rp.20,14. Jika dividen tahap 2 dibagikan 6 bulan kedepan, artinya dalam setahun saya mendapatkan dividen Rp.40,29 perlembar saham.

Jadi, dalam setahun keuntungan investasi saya di Marlin Brothers adalah sekitar 4% dari nilai investasi saya.

Untuk menilai apakah suatu investasi menguntungkan, bagi saya yang paling mudah adalah melihat inflasi mata uang. Keuntungan investasi setidaknya lebih besar dari kenaikan inflasi.

Saya melihat data inflasi rata-rata tahunan di website Bank Indonesia sekitar 3-4% pertahun. Dua tahun terakhir mengalami penurunan yaitu 2,72% di 2019 dan 1,68% di 2020. 

Baca juga:

Dengan data diatas, saya menganggap berinvestasi di Santara menguntungkan, tapi sangat tipis. Apalagi jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti pasar saham atau cryptocurrency yang bisa untung puluhan sampai ratusan persen pertahun.

Namun di Santara kita sebagai investor sangat dimudahkan. Anda hanya perlu membeli saham usaha yang Anda suka, lalu duduk diam menunggu pembagian dividen. Semudah itu.

Saya merekomendasikan Santara sebagai salah satu instrumen investasi yang perlu Anda coba. Tempatkan modal Anda pada usaha-usaha di Santara yang menurut Anda memiliki prospek bagus. Selain melindungi uang Anda dari ancaman tergerus inflasi, dengan berinvestasi di Santara Anda juga akan membantu banyak UMKM untuk berkembang. Selamat berinvestasi !

Tuesday, 23 February 2021

Beternak Ayam KUB, Auto Tajir!

Ayam KUB adalah ayam kampung unggul hasil persilangan yang dilakukan oleh Balitbangtan. Ayam KUB merupakan singkatan dari ayam kampung unggul Balitbangtan. Sejak diperkenalkan ke masyarakat pada tahun 2009, ayam KUB langsung menjadi idola baru peternak ayam kampung.

ayam kub

Ayam KUB mengandung plasma nuffah ayam kampung asli Indonesia, tapi dengan sifat-sifat yang lebih baik. Anda bisa membaca tulisan saya tentang sejarah ayam KUB, lengkap dengan keunggulannya pada halaman lain di blog ini.

Sayangnya, seperti halnya ayam kampung, masih jarang peternak yang melihat ayam KUB sebagai peluang usaha yang bisa dikembangkan ke skala bisnis yang besar. Kebanyakan masih beternak kecil-kecil.
 
Baca juga:
 

Peluang usaha ternak Ayam KUB

 
Ayam KUB memiliki banyak keunggulan dan potensi yang besar untuk dijadikan bisnis skala besar dengan beberapa pertimbangan berikut ini:
 
  1. Permintaan daging ayam kampung semakin tinggi di pasaran seiring dengan stigma yang berkembang di masyarakat bahwa daging ayam kampung lebih nikmat dibanding ayam broiler, ayam super, ataupun ayam joper. 
  2. Ayam KUB memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa. Seekor ayam KUB dapat mencapai umur konsumsi dalam waktu 2 bulan saja. 
  3. Ayam KUB sudah beradaptasi dengan iklim Indonesia, sehingga lebih tahan penyakit dan mudah dalam perawatannya. 
  4. Harga jual daging ayam kampung termasuk ayam KUB jauh lebih tinggi dari daging ayam potong atau broiler. 
  5. Bisnis bahan makanan akan selalu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi maupun pandemi. Sesulit apapun, orang pasti butuh makan.
Dengan 5 fakta diatas, tentu sangat masuk akal melihat ayam KUB sebagai salah satu peluang usaha ternak yang memiliki prospek bagus saat ini baik di pedesaan, dan tak menutup kemungkinan pula di kawasan perkotaan.
 

Langkah-langkah beternak ayam KUB

 
Ayam KUB sebenarnya tergolong unggas yang mudah untuk diternakkan. Untuk memulai usaha ternak ayam KUB, berikut ini adalah step by step yang bisa Anda lakukan.
 

1. Menentukan skala usaha  

Menentukan skala usaha perlu dilakukan di awal sebab ini akan berimbas pada modal usaha, bibit ayam, perkandangan, dan pemasaran.
 
Beternak 100 ekor dan 1000 ekor akan membutuhkan luas lahan dan bentuk kandang berbeda, tentunya modal yang dibutuhkan juga berbeda pula.
 
Jika ingin usaha ayam KUB yang berfokus pada pembesaran ayam, maka Anda bisa membeli bibit berupa DOC (day old chicken) di peternak lain atau di toko ternak. Namun jika ingin produksi DOC sendiri berarti Anda perlu memiliki mesin penetas telur sendiri.
 

2. Membangun kandang

Setelah menetapkan skala usaha, Anda sudah tahu kandang berbentuk apa dan seluas apa yang dibutuhkan. Selanjutnya Anda bisa mulai membangun kandang ayam KUB.

Pastikan kandang ayam KUB yang Anda buat memenuhi aspek perkandangan yang baik, ventilasi yang cukup, dan tidak mengganggu tetangga. Anda bisa membaca bentuk-bentuk kandang ayam KUB disini. 
 

3. Membeli bibit

Setelah kandang siap, selanjutnya adalah membeli bibit ayam KUB. Jika ingin produksi DOC sendiri maka Anda bisa membeli indukan jantan dan betina dahulu untuk nanti bertelur dan telurnya bisa ditetaskan. Telur ayam KUB juga bisa dijual dengan harga yang tinggi.
 
ayam kub
 
Namun jika belum mengetahui cara breeding ayam KUB, saya sarankan Anda untuk langsung membeli DOC saja. 
 
DOC ayam KUB biasanya bisa ditemukan di toko-toko ternak. Bagi yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan, bisa menghubungi saya. Saya tidak berjualan DOC ayam KUB, tapi saya tahu tempat belinya di Sulawesi Selatan.
 

4. Merawat ayam

Setelah ayam masuk kandang, langkah selanjutnya adalah merawat ayam sampai tiba masa panen. Dari fase DOC, ayam KUB membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk bisa dijual dagingnya.
 
Selama perawatan, pastikan untuk memberikan pakan yang tepat sesuai umur ayam, menerapkan biosecurity kandang yang ketat, dan memberikan vaksin serta obat-obatan sesuai kebutuhan ayam. 
 
Tentang pakan, biosecurity kandang, dan vaksinasi dapat Anda baca pada halaman lain blog ini. 

5. Panen dan pemasaran

Sebagai peternak, inilah waktu yang paling ditunggu-tunggu: panen lalu menjual ayam dan mendapatkan uang.
 
Jika hasil panen masih kecil, Anda bisa menjajakan Ayam KUB di pasar-pasar tradisional atau ke pengepul ayam. Utamakan untuk mendapatkan pelanggan dan jangan mematok harga terlalu tinggi
 
Jika produksi sudah banyak, maka sebelum masa panen mulailah menjajaki kerjasama dengan toko makanan, restoran, atau hotel-hotel yang menyediakan menu ayam. Jika produk bagus dan Anda bisa menggaransi kelangsungan suplai ayam Anda nantinya, saya yakin tidak sulit mendapatkan langganan dari tempat-tempat diatas.
 
Selalu utamakan kualitas dan pelayanan pada pembeli. Dalam usaha pangan begini, kedua hal itu sangat penting agar usaha dapat bertahan lama.
 
Baca juga:
 

Simulasi usaha Ayam KUB

 
Setelah memahami langkah-langkah usaha Ayam KUB diatas, bagaimana pendapat Anda? Apa sudah realistis atau tampak masih sulit dikerjakan? Sampaikan di kolom komentar ya.
 
Selanjutnya mari kita simulasikan. Untuk membuat usaha ternak ayam KUB, butuh modal berapa? Bisa dapat untung berapa? Berapa lama untuk balik modal?
 
ayam kub

Untuk simulasi ini kita tetapkan skala usaha adalah 200 ekor per bulan dengan membeli DOC langsung, bukan menetaskan telur sendiri. Untuk produksi 200 ekor perbulan, artinya kita butuh kandang kapasitas 400 ekor yang dibagi dalam dua periode, sebab masa panen ayam KUB adalah 2 bulan
 
Jadi 200 ekor DOC masuk duluan untuk periode pertama. 200 ekor lagi masuk periode berikutnya atau bulan ke dua. Begitu siklus seterusnya.
 
1. Modal
Biaya kandang ukuran 50 m2            = Rp.   6.000.000
Biaya peralatan kandang                   = Rp.   4.000.000
Total modal                                         = Rp. 10.000.000
 
2. Biaya produksi per periode
Biaya pembelian 200 ekor DOC        = Rp.   3.400.000
Penyusutan kandang                         = Rp.        84.000
Biaya listrik                                         = Rp.        50.000
Biaya pakan untuk 10 minggu
(10x7) x 0,047 kg x 200 x Rp.4.500   = Rp.  2.961.000
Biaya vaksin & obat-obatan               = Rp.       50.000
Biaya vitamin & desinfektan               = Rp.       50.000
Biaya komunikasi dan transportasi    = Rp.     100.000
Total biaya produksi per periode        = Rp.  6.695.000
 
3. Penjualan
(200 ekor - Mortalitas 10%) x Rp.50.000    = Rp.  9.000.000
 
4. Keuntungan
Keuntungan per periode    = Penjualan – biaya produksi
                                           = Rp. 9.000.000 – Rp. 6.695.000
                                           = Rp. 2.305.000
 
5. Titik balik modal
Titik balik modal         = (Modal : Keuntungan) x 1 bulan
                                   = (Rp. 6.695.000 : Rp. 2.305.000) x 1
                                   = 3 bulan
 
Dalam simulasi diatas, dapat kita lihat bahwa dengan beternak ayam KUB 200 ekor maka keuntungan yang bisa didapatkan adalah Rp. 2.305.000 per periode.
 
Dengan menggunakan kandang kapasitas 400 ekor, hasil tersebut bisa diperolah setiap satu bulan. Dari keuntungan tersebut, dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk kembali modal.
 

Tantangan usaha ternak ayam KUB

 
Dengan peluang besar seperti diatas, usaha ayam KUB bukan tanpa tantangan. Berikut ini beberapa fakta yang perlu Anda perhatikan jika ingin memulai usaha ayam KUB.

  1. Harga kompetitor di sektor daging ayam yaitu daging ayam potong atau broiler di pasaran cukup murah. Maka harga jual ayam KUB harus mampu bersaing agar bisa menarik konsumen yang banyak. 
  2. Biaya pakan mahal. Pakan buatan pabrik yang fluktuatif dan cenderung bertambah mahal sangat menyulitkan semua peternak, termasuk peternak ayam KUB. Anda bisa mencari pakan alternatif tambahan untuk antisipasi jika harga pakan pabrikan sedang melambung. 
  3. Pasokan DOC ayam KUB yang harganya terjangkau biasanya sulit didapatkan di beberapa daerah, terutama di desa-desa terpencil. Peternak sebaiknya mempelajari cara breeding ayam KUB untuk bisa memproduksi DOC sendiri.
Baca juga:

Kesimpulan 

 
Usaha ternak ayam KUB sangat layak ditekuni dan dikembangkan menjadi bisnis berskala besar dan menjangkau pasar yang lebih luas. Jika ingin memulai usaha skala rumahan untuk permulaan juga tidak mengapa. Anda bisa menikmati beternak sembari mempelajari proses usaha ayam KUB ini.
 
Di desa-desa, usaha ini menurut saya sangat ideal. Hasilnya bisa dipasarkan di kawasan urban perkotaan. 
 
Usaha ternak ayam KUB ini bisa saja menjadi solusi perbaikan ekonomi kita, apalagi ditengah kondisi kelesuan ekonomi akibat pandemi berkepanjangan seperti sekarang ini.

Sunday, 22 November 2020

Cara Pemberian Vaksin ND+IB pada Ayam Petelur Melalui Air Minum

Selama pengalaman saya beternak ayam petelur yang baru seumur jagung, menurut saya, tantangan terbesar dalam usaha ini adalah serangan penyakit. Serangan penyakit pada ayam dapat menurunkan produktivitas telur, dapat menyebabkan kematian pada ayam, dan tidak menutup kemungkinan dapat mengakibatkan usaha ternak bangkrut seketika.

vaksin nd+ib melalui air minum

Oleh sebab itu, segala upaya untuk mencegah bibit penyakit masuk di area peternakan mesti dilakukan secara paripurna. Dua istilah yang dikenal di kalangan peternak untuk mencegah penyakit yaitu biosekuriti dan vaksinasi. 

Biosekuriti adalah upaya mencegah ada dan menularnya penyakit ke dalam dan ke luar area kandang. Bentuknya bisa berupa desinfeksi area kandang, membatasi orang keluar masuk kandang, sanitasi yang baik, dll.

Setelah biosekuriti terlaksana dengan baik, hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu vaksinasi. Vaksinasi merupakan upaya memasukkan vaksin kedalam tubuh ternak, dalam hal ini ayam petelur. 

Vaksin adalah mikroorganisme yang sudah dilemahkan dan dibentuk sedemikian rupa untuk memacu pembentukan antibodi dalam tubuh ayam. Dengan adanya antibodi, saat ada serangan penyakit datang, tubuh ayam siap untuk melawan. Begitulah kurang lebih pemahaman saya sebagai orang awam. Hehe

Ancaman virus ND terhadap ayam petelur

Salah satu penyakit menular dan mematikan yang sering menyerang ayam adalah penyakit Newcastle Desease yang sering disingkat ND. ND sering sekali menyerang ternak unggas di Indonesia. Jika sudah terjangkit, biasanya sulit bahkan mustahil untuk di obati. Untuk itulah tindakan vaksinasi sebagai upaya pencegahan menjadi amat penting. 

Menurut teman saya yang sarjana peternakan, ayam yang terjangkit penyakit ND, jika di bedah biasanya mengalami peradangan pada usus dan leher akibat virus ND. Di lapangan, tanda serangan ND yang paling mudah dikenali adalah ayam mengalami leher terpuntir atau bengkok.

Beberapa hari lalu ayam-ayam saya mengalami gejala ND seperti diatas. 5 ekor ayam mati dalam dua minggu terakhir dimana 3 diantaranya mengalami leher yang terpuntir. Saya segera meyakini bahwa itu adalah serangan ND. Untuk melindungi ayam-ayam lain yang masih sehat, saya segera melakukan vaksinasi ND pada seluruh ayam di peternakan saya.

Baca juga:

Metode vaksin ND+IB

Vaksin ND tersedia untuk metode suntik, tetes mata, atau melalui minuman. Biasanya vaksin ini dikombinasi dengan vaksin IB atau AI. Jadi kemasannya menjadi vaksin ND+IB atau vaksin ND+AI.

Berhubung ayam-ayam saya sedang dalam masa produksi telur, maka sebisa mungkin saya menghindari metode vaksin dengan suntik. Saya memilih aplikasi vaksin melalui air minum saja.

vaksin nd+ib dan nd+ai melalui air minum
Vaksin ND+IB

Saya membeli vaksin ND+IB di toko ternak terdekat. Tambahan vaksin IB sekaligus untuk mencegah virus Infectious Bronchitis. Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan akut yang juga sangat berbahaya bagi ayam dan amat cepat menular. Vaksin ND+IB ini nantinya akan dicampurkan kedalam air minum ayam.

Vaksin ND+IB untuk minum ini setahu saya sama dengan vaksin untuk tetes mata. Metodenya bisa dipilih, lewat tetes mata atau melalui air minum. Vaksin ini tersedia dalam dosis 500 ekor dan 1000 ekor.

Medimilk untuk menetralkan air

Satu hal yang wajib diperhatikan dalam pemberian vaksin melalui air minum adalah kualitas air yang akan digunakan untuk melarutkan vaksin. Pada peternakan ayam seringkali digunakan air yang mengandung kaporit (klorin) atau desinfektan untuk mengurangi cemaran mikroorganisme patogen seperti bakteri ecoli. 

Bahkan tidak jarang air juga mengandung berbagai macam logam berat terutama pada air minum yang berasal dari sumber air yang berdekatan dengan daerah penambangan atau daerah berkapur. 

Air minum dengan kandungan klorin, desinfektan, dan logam dapat mengurangi aktivitas kerja vaksin. Oleh karena itu kita perlu menambahkan stabilisator vaksin dan pengikat logam pada air, contohnya Medimilk dan Netrabil.

Medimilk adalah produk yang banyak digunakan oleh peternak di lapangan. Sebagai stabilisator, Medimilk berperan memperbaiki mutu air dengan mengikat kandungan logam pada air agar tidak merusak vaksin. Kebutuhan Medimilk dalam campuran vaksin adalah 10 gram per 5 liter air.

vaksin nd+ib melalui air minum
Medimilk untuk menetralkan air

Kadang ada peternak yang menggunakan susu biasa sebagai stabilisator air. Apakah ini bisa? 
 

Menurut beberapa literatur yang saya baca, susu biasa (full cream/kental manis) tidak bisa digunakan sebagai stabilisator air sebab masih tinggi kadar lemaknya. Lemak dapat mengikat dan menyelubungi mikroorganisme seperti bakteri, protozoa, dan virus vaksin yang dilarutkan dalam air minum. Dengan demikian, susu biasa malah dapat menghambat aktivitas virus vaksin.

 

Perbandingan air dan vaksin

Sebelum ayam diberi vaksin melalui air minum, ayam harus dipuasakan dari air minum selama 2 jam. Hal ini bertujuan agar saat diberi vaksin nantinya, ayam bisa lahap meminum air campuran vaksin.

Berapa kebutuhan air untuk melarutkan vaksin ND+IB?

Kebutuhan air untuk melarutkan vaksin adalah sebanyak berapa seharusnya kebutuhan air minum ayam dalam kurung waktu 2 jam dipuasakan. Sedangkan kebutuhan air minum ayam ditentukan oleh jenis dan umur ayam, seperti nampak pada tabel berikut:

Kebutuhan air ayam via medion.co.id

Tabel perkiraan kebutuhan air minum diatas dikeluarkan oleh Medion untuk populasi 1000 ekor ayam. Bagaimana kalau ayam kita jumlahnya bukan 1000 ekor? Ya tinggal disesuaikan saja. Misalnya ayam petelur 500 ekor pada umur 112 hari atau lebih, maka berarti kebutuhan air minumnya selama 2 jam adalah 15 liter.

Kebutuhan air minum untuk melarutkan vaksin juga bisa ditentukan dari feed intake atau jumlah pakannya. Dalam satu hari kebutuhan air minum yang diperlukan ayam adalah 2 x jumlah pakan. Misalnya, jumlah pakan harian per ekor ayam adalah 100 gram, maka kebutuhan air minumnya sebanyak 200 ml per ekor per hari.

Dapat kita asumsikan bahwa kebutuhan air minum untuk melarutkan vaksin adalah 15% dari kebutuhan hariannya. Artinya setiap ekor ayam membutuhkan 30 ml (15% x 200 ml). Selanjutnya tinggal dikalikan dengan jumlah populasi ayam yang akan di vaksinasi. Misalkan ayam 1000 ekor, maka kebutuhan air untuk melarutkan vaksin adalah sekitar 30.000 ml atau 30 liter.

Cara aplikasi vaksin ND+IB melalui air minum

Setelah memahami uraian di atas, selanjutnya akan kita uraikan langkah-langkah pemberian vaksin ND+IB melalui air minum.

Untuk memudahkan, kita anggap saja ayam yang akan diberi vaksin adalah ayam petelur berumur 20 minggu berjumlah 1000 ekor. Adapun urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan vaksin ND+IB minum dosis 1000 ekor dan Medimilk 40 gr. Sebelum diberi vaksin, ayam dipuasakan dari air minum selama 2 jam. Jadi misalkan waktu pemberian vaksin kita rencanakan jam 10.00 siang, maka dari jam 08.00 pagi, air minum sudah dikuras dan dikosongkan. Untuk pakan bisa tetap diberikan seperti biasa. 
  2. Siapkan 30 liter air bersih lalu bagi kedalam dua wadah. 25 liter untuk mencampur Medimilk, dan 5 liter sisanya untuk mencampur vaksin ND+IB. 
  3. Larutkan 40 gr Medimilk ke dalam wadah 25 liter air. Aduk sampai merata, lalu diamkan selama 10-15 menit. 
  4. Buka botol vaksin ND+IB. Masukkan botol ke dalam wadah air 5 liter. Biarkan air masuk kedalam botol. Goyang-goyangkan agar vaksin keluar semua dari botolnya termasuk yang masih menggumpal. 
  5. Setelah botol vaksin bersih, aduk larutan sampai merata. 
  6. Masukkan larutan vaksin 5 liter ke dalam larutan Medimilk 25 liter. Aduk sampai merata. 
  7. Berikan larutan ke ayam secara merata.   
  8. Vaksin dalam air minum harus habis dalam waktu 2-3 jam setelah pemberian.
 
Baca juga:

Ulasan

Vaksinasi adalah langkah pencegahan penyakit yang penting sekali dilakukan secara lengkap terhadap ayam dalam usaha ayam petelur. Jenis dan metode vaksin bisa disesuaikan dengan kondisi area peternakan, jenis virus yang sering mengancam, ataupun berkonsultasi dengan dokter hewan. Biasa juga jadwal vaksin sudah diberikan dari tempat kita membeli bibit ayam atau pulet.

Metode vaksin ND+IB melalui air minum menurut saya mudah dilakukan dibandingkan dengan metode suntik. Disamping itu, metode ini tidak terlalu menyebabkan stress pada ayam sehingga sangat cocok untuk diterapkan pada ayam petelur usia produksi. Selamat beternak, sedulur !

 

Thursday, 19 November 2020

Mengolah Bahan Alternatif Pengganti Konsentrat Untuk Pakan Ayam

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh peternak ayam petelur adalah tingginya biaya pakan. Biaya pakan mengambil sekitar 70-80% dari total ongkos produksi. Misalkan biaya bulanan sebuah usaha ayam petelur adalah 10 juta, maka biaya pakan berkisar kurang lebih 7-8 jutaan. Ini hanya pengalaman pribadi saja ya, bukan hasil riset. Hehe

pakan alternatif konsentrat ayam petelur

Pakan memang amat krusial posisinya dalam usaha ayam petelur sebab berdampak langsung terhadap kesehatan dan produktifitas ayam. Makanya para peternak biasa gigit jari saat harga bahan pakan melonjak naik. Sebab meskipun mahal, mau tak mau kebutuhan pakan ayam harus tetap dipenuhi agar ayam tetap bisa produksi dengan baik.
 
Baca juga:

Kebutuhan gizi untuk pakan ayam petelur


Ayam petelur pada usia produktif membutuhkan gizi yang terkandung dalam pakan yaitu sebagai berikut: 10-30% protein, 40-60% karbohidrat, dan 5-6% lemak.
 
Dari kebutuhan gizi diatas, nampak bahwa lebih dari 50% pakan ayam harus mangandung karbohidrat. Sumber karbohidrat terbanyak bisa di dapatkan dari tanaman biji-bijian, seperti jagung, gandum, sorgum, dll. Itulah mengapa dalam komposisi pakan yang sering dipakai para peternak, jagung selalu mengambil jatah terbanyak.
 
Menurut penelitian para ahli yang saya baca, jagung mengandung 68,8% karbohidrat.  Itu untuk jagung kuning dan jagung putih ya. Kalau jagung manis, yang biasa kita konsumsi, persentase karbohidratnya lebih kecil, sekitar 19%. Bagian jagung yang kaya akan karbohidrat adalah biji. Tambahan karbohidrat juga bisa didapatkan dari bekatul. Bekatul yang merupakan produk sampingan dari biji padi, mengandung 43,8% karbohidrat.
 
Setelah karbohidrat, gizi yang harus ada dalam pakan ayam unggas termasuk ayam petelur, yaitu protein dan lemak. Jagung sebenarnya juga mengandung protein dan lemak namun jumlahnya sedikit. Pada bekatul juga sudah terdapat  15,8% protein dan 9,2% lemak. Tapi sumber pakan yang mengandung banyak protein adalah yang dari hewan.
 
Bahan yang sering digunakan untuk memenuhi protein pakan ayam adalah konsentrat atau pur. Konsentrat atau pur biasanya berbahan baku tepung daging, tepung ikan, tepung tulang, dan beberapa sumber hewani lainnya.
 
Nah dari uraian kandungan gizi diatas, dalam prakteknya, jagung, konsentrat, dan bekatul adalah tiga jenis bahan yang banyak digunakan sebagai pakan ayam petelur. Bahan-bahan tersebut dicampurkan menjadi satu sebelum diberikan kepada ayam.

Jagung dan bekatul umumnya mudah ditemukan disekitar, apalagi jika lokasi kandang ayam berada di pedesaan. Jagung didapatkan dari para petani jagung dan bekatul bisa diperoleh dari penggilingan padi. Namun konsentrat adalah bahan yang di produksi oleh pabrik-pabrik besar lalu disebar ke pasaran. Kita sebagai peternak bisa membelinya di toko-toko ternak yang terdekat dari tempat tinggal kita.


Harga konsentrat mahal

 
Kandungan konsentrat dalam komposisi pakan ayam petelur adalah 35%. 50% dan 15% lainnya berturut-turut adalah jagung dan bekatul.
 
Meski hanya menyumbang 35% dalam campuran pakan, tapi konsentrat adalah bahan yang paling mahal. Ditempat saya, konsentrat bisa diperoleh pada harga Rp. 8.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih mahal dibandingkan harga jagung dan bekatul.
 
Selain mahal, kadang konsentrat yang dijual di toko-toko ternak kualitasnya sudah berkurang sebab sudah berumur lama dan penyimpanannya tidak bagus. Jika Anda mencium bau konsentrat yang menyengat, biasanya itu sudah tidak bagus. Konsentrat yang bagus, baunya tidak menyengat. Nah, kualitas konsentrat yang jelek bisa memicu masalah pada pencernaan ayam.
 
Baca juga:

Membuat bahan alternatif pengganti konsentrat

 
Salah satu upaya untuk menekan biaya pakan akibat harga konsentrat yang tidak stabil yaitu membuat bahan pakan alternatif sebagai pengganti konsentrat. Pakan alternatif yang dimaksud adalah pakan yang bersumber dari bahan-bahan disekitar kita yang lebih murah namun memiliki kandungan gizi yang sama dengan konsentrat pabrikan. 
 
Konsentrat adalah penyumbang protein terbesar dalam komposisi pakan ayam petelur. Oleh sebab itu, pakan alternatif ini mesti mengandung protein yang setara dengan konsentrat. Sumber protein didapatkan dari bahan-bahan hewani.
 
Sudah banyak ahli dan praktisi yang membuat pakan pengganti konsentrat pabrikan. Beberapa bahan yang bisa digunakan adalah ikan, cacing, dan bekicot. Bahan-bahan ini mengandung protein tinggi yang sangat mencukupi untuk menjadi pakan pengganti konsentrat.

Alternatif bahan pengganti konsentrat

Ikan adalah bahan yang gampang didapatkan. Biar tidak mahal, ikan yang digunakan adalah ikan yang tidak laku terjual sebagai bahan makanan rumah tangga. Misalnya ikan-ikan kecil, atau tulang ikan. Biasanya bahan tersebut bisa didapatkan di tempat pelelangan ikan dengan harga murah.
 
Cacing dan bekicot lebih mudah lagi ditemukan. Di persawahan, bekicot menjadi hama yang mengganggu tanaman padi. Jika ingin menggunakan cacing dan bekicot sebagai pakan ayam untuk jangka panjang, bisa dibuatkan penangkaran cacing dan bekicot.
 
Untuk bisa menjadi pakan ayam, bahan-bahan diatas harus diolah terlebih dahulu menjadi tepung agar mudah dicampur dengan bahan lain dan mudah dicerna oleh ayam.


Cara mengolah Bekicot menjadi pakan ayam

 
Bekicot sejak dahulu lebih banyak dikenal sebagai hama tanaman. Tapi belakangan ini sudah banyak yang mengolah hewan ini menjadi pakan ayam. Bekicot mengandung protein hewani yang tinggi sehingga sangat cocok untuk menggantikan fungsi konsentrat.

Kandungan kimia bekicot
 

Sebelum menjadi pakan ayam, bekicot diolah menjadi tepung bekicot terlebih dahulu. Adapun langkah-langkah pembuatan tepung bekicot adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan bekicot yanag akan di olah. Rendam dan cuci dengan air bersih.
  2. Pisahkan daging bekicot dari cangkangnya dengan menggunakan pengait kawat atau bisa juga dengan memecahkan cangkangnya.
  3. Jemur daging bekicot beserta isi perutnya pada panas matahari selama 5 hari.
  4. Jika sudah kering, giling daging bekicot sampai halus.
Tepung bekicot yang sudah di olah selanjutnya dapat dicampurkan dengan bahan lain sebagai pakan ayam.
 
Baca juga:

Ulasan

 
Konsentrat adalah bahan pakan ayam petelur yang mengandung protein tinggi. Sayangnya harga yang tidak stabil dan cenderung makin mahal membuat peternak-peternak kecil seperti saya gigit jari. Selain mahal, kualitasnya pun kadang sudah menurun sebab umur yang lama dan penyimpanan di toko yang tidak baik.

Penggunaan bahan alternatif seperti tepung bekicot, tepung cacing, dan tepung ikan sebagai sumber protein pengganti konsentrat adalah salah satu cara yang ampuh untuk menekan biaya pakan dalam usaha ayam petelur.
 
Namun menurut saya penggunaan bahan alternatif ini mesti memperhitungkan kandungan gizi masing-masing bahan dengan seksama sebab beda bahan beda pula kandungan gizinya. Dengan demikian kandungan pakan hasil akhirnya setelah dicampur dengan bahan lain akan beda pula jadinya.
 
Sebagai peternak mandiri, saya berharap pemerintah dan para ahli peternakan lebih banyak turun ke lapangan untuk memberi penyuluhan ke peternak agar teknik-teknik beternak seperti pembuatan pakan alternatif ini menjadi lebih meyakinkan untuk diterapkan di lapangan. Dengan demikian, para peternak ayam petelur bisa lebih mandiri dan tidak bergantung pada pakan pabrikan.

Friday, 24 July 2020

Menghitung Untung Rugi Usaha Ayam Petelur 500 Ekor

Usaha ayam petelur belakangan ini menjadi primadona usaha ternak seiring dengan tingginya permintaan telur di pasaran. Dari hari ke hari kebutuhan telur di masyarakat terus bertambah. Wajar saja, sebab selain menjadi lauk pauk rumah tangga, telur juga menjadi bahan baku untuk pembuatan panganan lainnya seperti kue, mie, serta beberapa makanan olahan.

Banyak peternak yang sukses mengembangkan usaha ini menjadi bisnis besar dengan populasi ayam sampai puluhan bahkan ratusan ribu ekor. Skala usaha sebesar ini sudah bisa menghasilkan omzet milyaran perbulan. Namun kini tidak sedikit juga yang menjalankan usaha ternak ayam petelur dalam skala rumahan saja, dengan populasi puluhan sampai ratusan ekor.

Omzet usaha tentunya berbeda untuk populasi ayam berbeda. Namun besarnya modal yang diperlukan untuk membuat usaha ayam petelur berpopulasi besar menjadikan opsi memulai usaha ini dengan populasi kecil cukup realistis. Saya sendiri memulai usaha ini dengan populasi 500 ekor saja. Itupun di angsur dua kali dikarenakan keterbatasan modal. Pertama saya memelihara 200 ekor ayam, lalu beberapa bulan kemudian saya tambah 300 ekor lagi.

untung rugi usaha ayam petelur 500 ekor

Nah, bagaimana kita menghitung analisa usaha ayam petelur 500 ekor? Berapa biaya produksi harian yang harus dikeluarkan? Berapa biaya pakan? Berapa jumlah produksi dan hasil penjualan telur setiap hari? Apakah ada untung atau malah rugi?

Disini akan saya uraikan untung rugi usaha ayam petelur berdasarkan pengalaman saya sendiri. Pertama, kita anggap bahwa Anda telah mengetahui modal awal seperti biaya pembuatan kandang, biaya pembelian pullet atau bibit ayam petelur, serta biaya pakan saat ayam belum bertelur. Jika belum, Anda bisa membaca tulisan saya tentang itu disini. Kedua, kita membuat analisis ini dengan asumsi bahwa 500 ekor ayam yang kita miliki telah berada pada fase produksi alias telah bertelur secara merata.

Selanjutnya, seperti halnya bidang usaha lain, untuk menentukan untung atau rugi, kita mesti menganalisa seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan dan berapa hasil penjualan telur. Selisih dari kedua komponen diatas akan menghasilkan kesimpulan untung atau ruginya sebuah usaha ayam petelur.

Baca Juga:


Biaya Produksi Harian Kandang Ayam Petelur 500 Ekor


Komponen biaya produksi harian dalam usaha ayam petelur terdiri dari biaya pakan, vitamin dan obat, serta gaji karyawan. Ada juga biaya lain seperti pembelian vaksin, tapi menurut saya jumlahnya tidak signifikan dan juga pemakaiannya juga tidak menentu.


1. Biaya Pakan


Biaya pakan adalah komponen terbesar dalam biaya produksi harian. Ayam petelur pada fase produksi membutuhkan pakan sebesar 110 gram/ekor/hari. Artinya, untuk ayam sejumlah 500 ekor membutuhkan pakan harian sebesar 55.000 gram atau 55 kg yang terdiri dari campuran jagung, bekatul, dan konsentrat.

Jika Anda telah membaca tulisan saya tentang Komposisi Pakan Ayam Petelur, artinya Anda sudah memahami hitungan-hitungan tersebut diatas.


Harga pakan perkilogram berbeda-beda untuk tiap daerah. Di tempat saya, setelah menggabungkan harga jagung, dedak, dan konsentrat, diperoleh harga pakan yaitu sebesar Rp.4.650 per kilogram.

Jadi, untuk 500 ekor ayam dibutuhkan biaya pakan sebesar 55 kg x Rp.4.650 = Rp.255.750 per hari.


2. Biaya Vitamin, Obat, dan Desinfektan


Vitamin dan obat sebenarnya tidak digunakan setiap hari. Vitamin diberikan sesekali saja, yang umumnya bertujuan untuk mencegah stress berlebihan pada ayam. Misalkan pada saat perpindahan kandang, cuaca yang tidak bagus, atau saat dilakukan vaksinasi. Obat-obatan diberikan kondisional saja, jika ada gejala sakit pada ayam. Jenis dan harga obatnya pun berbeda-beda.

Desinfektan disemprotkan sesekali disekeliling kandang untuk membunuh virus dan bakteri pengganggu. Selain itu, desinfektan juga digunakan sebagai biosecurity, disemprotkan ke tangan dan kaki orang yang keluar masuk kandang.

Karena pemakaiannya hanya sedikit, biaya untuk komponen ini tidak begitu besar. Untuk memudahkan perhitungan, kita ambil biaya rata-rata harian saja berdasarkan pengalaman saya yaitu Rp.40/ekor/hari. Jadi untuk 500 ekor ayam, kita membutuhkan biaya vitamin dan obat sebesar: 500 ekor x Rp.40 = Rp.20.000 per hari.


3.    Gaji Karyawan


Komponen biaya untuk gaji karyawan tentunya berbeda-beda bagi setiap orang karena ini termasuk personal agreement, alias kesepakatan pribadi. Terserah saja Anda ingin mengangkat berapa orang karyawan dan berapa gaji yang diberikan.

untung rugi usaha ayam petelur 500 ekor

Menurut saya, mengurus ayam petelur 500 ekor bukanlah pekerjaan yang berat. Malah, jika memungkinkan, anda bisa menjaganya sendiri. Jika anda telah menggeluti usaha ini, maka anda akan paham. Ada orang yang bisa menjaga kandang berpopulasi 8000 ekor seorang diri.

Misalkan saja kita hanya mempekerjakan satu orang untuk mengurus 500 ekor ayam. Tugasnya untuk menjaga kandang, memberi makan, dan mengumpulkan telur. Gajinya Rp.1.000.000 perbulan. Artinya, biaya gaji karyawan disini adalah Rp.33.300 per hari.

Dari uraian diatas, selanjutnya kita bisa menjumlahkan komponen-komponen biaya yang telah disebutkan. Hasilnya, kita dapatkan biaya produksi untuk ayam petelur 500 ekor yaitu sebesar Rp.309.000 per hari.

Baca Juga:


Produksi dan Hasil Penjualan Telur 500 Ekor Ayam


Untung ruginya usaha ayam petelur akan ditentukan oleh hasil penjualan telur. Banyaknya telur yang bisa di jual ditentukan oleh produktifitas ayam. Peternak mesti melakukan segala upaya untuk mencapai produktifitas ayam yang semaksimal mungkin.


1. Produktifitas Ayam Petelur


Produktifitas ayam petelur akan fluktuatif alias tidak menentu. Banyak faktor yang berperan disini. Mulai dari umur ayam, kualitas pakan yang diberikan, kebersihan air minum, bentuk dan kondisi kandang, cuaca, dll.

Saya kenal peternak yang bisa mencapai produktifitas ayam sampai 95% pada puncak produksi. Artinya, misalkan ia memiliki 1000 ekor ayam, ia bisa mendapatkan 950 butir telur setiap hari. Saya juga kenal peternak yang hanya bisa mendapatkan 700 butir telur dari 1000 ekor ayam. Artinya, produktifitas ayamnya hanya sekitar 70% saja. Kandang ayam saya sendiri saat ini hanya bisa mencapai produktifitas di angka 82%.

Untuk memudahkan perhitungan kita ambil produktifitas rata-ratanya saja, yaitu 75%. Jadi, dari 500 ekor ayam yang dimiliki, kita asumsikan bahwa produksi telurnya hanya 375 butir per hari.


2. Penjualan Telur Ayam


Penjualan telur ayam hasil peternakan lagi-lagi akan berbeda setiap daerah. Fluktuasi harga ini amat dipengaruhi oleh jumlah konsumen dan ketersediaan stok di pasaran.

Di daerah yang terdapat banyak peternakan ayam petelur, biasanya harga telur akan murah, sebab stok tersedia dalam jumlah banyak. Di daerah perkotaan, meskipun suplai telur banyak yang masuk dari segala arah, namun harga telur tetap terjaga tinggi sebab jumlah konsumen banyak. Untuk itu sangat penting untuk mempertimbangkan aspek pemasaran sebelum memulai usaha ayam petelur ini.


Di daerah saya, harga telur saat ini berada di angka Rp.39.000 per rak. Satu rak berisi 30 butir telur. Kadang harga naik sampai Rp.42.000 per rak, dan pernah juga turun di harga Rp.36.000 per rak.

Kembali kita ambil rata-ratanya untuk memudahkan kita membuat analisis ini. Kita asumsikan saja bahwa di kandang, kita menjual telur seharga Rp.38.000 per rak.

Dengan produksi telur kita tadi sebanyak 375 butir, artinya dalam sehari kita bisa menjual tak kurang dari 12 rak. Maka hasil penjualan telur kita adalah: Rp.38.000 x 12 rak = Rp.456.000 per hari.

Baca Juga:


Usaha Ayam Petelur 500 Ekor, Untung atau Rugi?


Nah, setelah menguraikan komponen biaya produksi, produktifitas ayam, dan hasil penjualan telur seperti diatas, maka kita dengan mudah dapat melihat untung atau rugi usaha ayam petelur kita.

Dalam usaha ayam petelur 500 ekor dibutuhkan biaya produksi harian sebesar Rp.309.000, sedangkan hasil penjualan telur sebesar Rp.494.000 perhari. Artinya dalam sehari kita bisa mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp.147.000. Jika dikalikan 30 hari, maka keuntungan bersih dalam kurun waktu sebulan yaitu sebesar Rp.4.410.000.

Untung? Itu tergantung dari persepsi Anda masing-masing. Jika anda memasukkan komponen lain seperti penurunan nilai aset, atau penyusutan kandang, maka itu lain cerita. Saya sendiri tidak begitu peduli dengan hal-hal tak tersebut. Hehe


Secara pribadi saya menganggap bahwa usaha ayam petelur dengan populasi 500 ekor cukup baik dijalankan sebagai usaha rumahan, alias bukan sebagai sumber penghasilan utama. Agar hasil lebih optimal, sebaiknya kandang dibangun tak jauh dari tempat tinggal agar mudah dikontrol. Lebih bagus lagi jika kita yang merawatnya sendiri, tak perlu menggaji karyawan.

Bagi Anda yang memang memiliki passion di usaha ayam petelur, memiliki 500 ekor ayam bisa menjadi sarana Anda untuk belajar. Anda bisa memahami seluk beluk usaha ini secara komprehensif terlebih dahulu sebelum bergerak ke populasi ayam yang lebih banyak dengan peluang dan tantangan bisnis yang lebih kompleks. Selamat beternak, sedulur !


Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done