Fachrul Hidayat: Bisnis
News Update
Loading...
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Friday, 24 July 2020

Menghitung Untung Rugi Usaha Ayam Petelur 500 Ekor

Usaha ayam petelur belakangan ini menjadi primadona usaha ternak seiring dengan tingginya permintaan telur di pasaran. Dari hari ke hari kebutuhan telur di masyarakat terus bertambah. Wajar saja, sebab selain menjadi lauk pauk rumah tangga, telur juga menjadi bahan baku untuk pembuatan panganan lainnya seperti kue, mie, serta beberapa makanan olahan.

Banyak peternak yang sukses mengembangkan usaha ini menjadi bisnis besar dengan populasi ayam sampai puluhan bahkan ratusan ribu ekor. Skala usaha sebesar ini sudah bisa menghasilkan omzet milyaran perbulan. Namun kini tidak sedikit juga yang menjalankan usaha ternak ayam petelur dalam skala rumahan saja, dengan populasi puluhan sampai ratusan ekor.

Omzet usaha tentunya berbeda untuk populasi ayam berbeda. Namun besarnya modal yang diperlukan untuk membuat usaha ayam petelur berpopulasi besar menjadikan opsi memulai usaha ini dengan populasi kecil cukup realistis. Saya sendiri memulai usaha ini dengan populasi 500 ekor saja. Itupun di angsur dua kali dikarenakan keterbatasan modal. Pertama saya memelihara 200 ekor ayam, lalu beberapa bulan kemudian saya tambah 300 ekor lagi.

untung rugi usaha ayam petelur 500 ekor

Nah, bagaimana kita menghitung analisa usaha ayam petelur 500 ekor? Berapa biaya produksi harian yang harus dikeluarkan? Berapa biaya pakan? Berapa jumlah produksi dan hasil penjualan telur setiap hari? Apakah ada untung atau malah rugi?

Disini akan saya uraikan untung rugi usaha ayam petelur berdasarkan pengalaman saya sendiri. Pertama, kita anggap bahwa Anda telah mengetahui modal awal seperti biaya pembuatan kandang, biaya pembelian pullet atau bibit ayam petelur, serta biaya pakan saat ayam belum bertelur. Jika belum, Anda bisa membaca tulisan saya tentang itu disini. Kedua, kita membuat analisis ini dengan asumsi bahwa 500 ekor ayam yang kita miliki telah berada pada fase produksi alias telah bertelur secara merata.

Selanjutnya, seperti halnya bidang usaha lain, untuk menentukan untung atau rugi, kita mesti menganalisa seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan dan berapa hasil penjualan telur. Selisih dari kedua komponen diatas akan menghasilkan kesimpulan untung atau ruginya sebuah usaha ayam petelur.

Baca Juga:


Biaya Produksi Harian Kandang Ayam Petelur 500 Ekor


Komponen biaya produksi harian dalam usaha ayam petelur terdiri dari biaya pakan, vitamin dan obat, serta gaji karyawan. Ada juga biaya lain seperti pembelian vaksin, tapi menurut saya jumlahnya tidak signifikan dan juga pemakaiannya juga tidak menentu.


1. Biaya Pakan


Biaya pakan adalah komponen terbesar dalam biaya produksi harian. Ayam petelur pada fase produksi membutuhkan pakan sebesar 110 gram/ekor/hari. Artinya, untuk ayam sejumlah 500 ekor membutuhkan pakan harian sebesar 55.000 gram atau 55 kg yang terdiri dari campuran jagung, bekatul, dan konsentrat.

Jika Anda telah membaca tulisan saya tentang Komposisi Pakan Ayam Petelur, artinya Anda sudah memahami hitungan-hitungan tersebut diatas.


Harga pakan perkilogram berbeda-beda untuk tiap daerah. Di tempat saya, setelah menggabungkan harga jagung, dedak, dan konsentrat, diperoleh harga pakan yaitu sebesar Rp.4.650 per kilogram.

Jadi, untuk 500 ekor ayam dibutuhkan biaya pakan sebesar 55 kg x Rp.4.650 = Rp.255.750 per hari.


2. Biaya Vitamin, Obat, dan Desinfektan


Vitamin dan obat sebenarnya tidak digunakan setiap hari. Vitamin diberikan sesekali saja, yang umumnya bertujuan untuk mencegah stress berlebihan pada ayam. Misalkan pada saat perpindahan kandang, cuaca yang tidak bagus, atau saat dilakukan vaksinasi. Obat-obatan diberikan kondisional saja, jika ada gejala sakit pada ayam. Jenis dan harga obatnya pun berbeda-beda.

Desinfektan disemprotkan sesekali disekeliling kandang untuk membunuh virus dan bakteri pengganggu. Selain itu, desinfektan juga digunakan sebagai biosecurity, disemprotkan ke tangan dan kaki orang yang keluar masuk kandang.

Karena pemakaiannya hanya sedikit, biaya untuk komponen ini tidak begitu besar. Untuk memudahkan perhitungan, kita ambil biaya rata-rata harian saja berdasarkan pengalaman saya yaitu Rp.40/ekor/hari. Jadi untuk 500 ekor ayam, kita membutuhkan biaya vitamin dan obat sebesar: 500 ekor x Rp.40 = Rp.20.000 per hari.


3.    Gaji Karyawan


Komponen biaya untuk gaji karyawan tentunya berbeda-beda bagi setiap orang karena ini termasuk personal agreement, alias kesepakatan pribadi. Terserah saja Anda ingin mengangkat berapa orang karyawan dan berapa gaji yang diberikan.

untung rugi usaha ayam petelur 500 ekor

Menurut saya, mengurus ayam petelur 500 ekor bukanlah pekerjaan yang berat. Malah, jika memungkinkan, anda bisa menjaganya sendiri. Jika anda telah menggeluti usaha ini, maka anda akan paham. Ada orang yang bisa menjaga kandang berpopulasi 8000 ekor seorang diri.

Misalkan saja kita hanya mempekerjakan satu orang untuk mengurus 500 ekor ayam. Tugasnya untuk menjaga kandang, memberi makan, dan mengumpulkan telur. Gajinya Rp.1.000.000 perbulan. Artinya, biaya gaji karyawan disini adalah Rp.33.300 per hari.

Dari uraian diatas, selanjutnya kita bisa menjumlahkan komponen-komponen biaya yang telah disebutkan. Hasilnya, kita dapatkan biaya produksi untuk ayam petelur 500 ekor yaitu sebesar Rp.309.000 per hari.

Baca Juga:


Produksi dan Hasil Penjualan Telur 500 Ekor Ayam


Untung ruginya usaha ayam petelur akan ditentukan oleh hasil penjualan telur. Banyaknya telur yang bisa di jual ditentukan oleh produktifitas ayam. Peternak mesti melakukan segala upaya untuk mencapai produktifitas ayam yang semaksimal mungkin.


1. Produktifitas Ayam Petelur


Produktifitas ayam petelur akan fluktuatif alias tidak menentu. Banyak faktor yang berperan disini. Mulai dari umur ayam, kualitas pakan yang diberikan, kebersihan air minum, bentuk dan kondisi kandang, cuaca, dll.

Saya kenal peternak yang bisa mencapai produktifitas ayam sampai 95% pada puncak produksi. Artinya, misalkan ia memiliki 1000 ekor ayam, ia bisa mendapatkan 950 butir telur setiap hari. Saya juga kenal peternak yang hanya bisa mendapatkan 700 butir telur dari 1000 ekor ayam. Artinya, produktifitas ayamnya hanya sekitar 70% saja. Kandang ayam saya sendiri saat ini hanya bisa mencapai produktifitas di angka 82%.

Untuk memudahkan perhitungan kita ambil produktifitas rata-ratanya saja, yaitu 75%. Dari 500 ekor ayam yang di miliki, kita asumsikan bahwa produksi telurnya hanya 375 butir per hari.


2. Penjualan Telur Ayam


Penjualan telur ayam hasil peternakan lagi-lagi akan berbeda setiap daerah. Fluktuasi harga ini amat dipengaruhi oleh jumlah konsumen dan ketersediaan stok di pasaran.

Di daerah yang terdapat banyak peternakan ayam petelur, biasanya harga telur akan murah, sebab stok tersedia dalam jumlah banyak. Di daerah perkotaan, meskipun suplai telur banyak yang masuk dari segala arah, namun harga telur tetap terjaga tinggi sebab jumlah konsumen banyak. Untuk itu sangat penting untuk mempertimbangkan aspek pemasaran sebelum memulai usaha ayam petelur ini.


Di daerah saya, harga telur saat ini berada di angka Rp.39.000 per rak. Satu rak berisi 30 butir telur. Kadang harga naik sampai Rp.42.000 per rak, dan pernah juga turun di harga Rp.36.000 per rak.

Kembali kita ambil rata-ratanya untuk memudahkan kita membuat analisis ini. Kita asumsikan saja bahwa di kandang, kita menjual telur seharga Rp.38.000 per rak.

Dengan produksi telur kita tadi sebanyak 375 butir, artinya dalam sehari kita bisa menjual tak kurang dari 12 rak. Maka hasil penjualan telur kita adalah: Rp.38.000 x 12 rak = Rp.456.000 per hari.

Baca Juga:


Usaha Ayam Petelur 500 Ekor, Untung atau Rugi?


Nah, setelah menguraikan komponen biaya produksi, produktifitas ayam, dan hasil penjualan telur seperti diatas, maka kita dengan mudah dapat melihat untung atau rugi usaha ayam petelur kita.

Dalam usaha ayam petelur 500 ekor dibutuhkan biaya produksi harian sebesar Rp.309.000, sedangkan hasil penjualan telur sebesar Rp.494.000 perhari. Artinya dalam sehari kita bisa mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp.147.000. Jika dikalikan 30 hari, maka keuntungan bersih dalam kurun waktu sebulan yaitu sebesar Rp.4.410.000.

Untung? Itu tergantung dari persepsi Anda masing-masing. Jika anda memasukkan komponen lain seperti penurunan nilai aset, atau penyusutan kandang, maka itu lain cerita. Saya sendiri tidak begitu peduli dengan hal-hal tak tersebut. Hehe


Secara pribadi saya menganggap bahwa usaha ayam petelur dengan populasi 500 ekor cukup baik dijalankan sebagai usaha rumahan, alias bukan sebagai sumber penghasilan utama. Agar hasil lebih optimal, sebaiknya kandang dibangun tak jauh dari tempat tinggal agar mudah dikontrol. Lebih bagus lagi jika kita yang merawatnya sendiri, tak perlu menggaji karyawan.

Bagi Anda yang memang memiliki passion di usaha ayam petelur, memiliki 500 ekor ayam bisa menjadi sarana Anda untuk belajar. Anda bisa memahami seluk beluk usaha ini secara komprehensif terlebih dahulu sebelum bergerak ke populasi ayam yang lebih banyak dengan peluang dan tantangan bisnis yang lebih kompleks. Selamat beternak, sedulur !


Sunday, 19 July 2020

4 Alasan Kuat Mengapa Anda Harus Mulai Menulis di Blog

Di dunia ini tidak ada yang bisa memaksa Anda menulis. Dalam undang-undang, menulis tidak masuk dalam satu pun pasal kewajiban warga negara. Maka kita boleh saja melakukannya, tapi tidak wajib. Kecuali jika ada tuntutan lain yang menjadikan Anda wajib untuk menulis. Misalnya Anda wartawan media, maka mau tak mau Anda harus menulis sebab pembaca media mau membaca apa jika Anda tidak menulis. Hehe

Di era 4.1 yang serba digital sekarang ini, menulis tidak hanya bisa dilakukan di kertas. Kini ada flatform online yang memungkinkan tulisan kita dapat menjangkau pembaca yang tak terbatas. Ada flaform gratisan seperti Blogspot, Wordpress, atau Tumblr, dan ada pula yang berbayar.

Melalui artikel ini saya hendak mengajak Anda untuk mulai menulis, meskipun Anda bukan wartawan. Buatlah Blog, kembangkan menjadi sebuah website yang bagus, dan bagikan tulisan-tulisan Anda secara online.

alasan kuat menulis di blog

Untuk menulis, kita semua perlu alasan. Dengan itu kita akan semangat dan konsisten melakukannya. Ada orang yang menulis karena memang hobi. Ia menganggap menulis ibarat lari pagi yang mesti dilakukan tiap hari sebab dengan begitu ia merasa senang. Ada orang menulis karena katanya menulis dapat melepaskan beban pikiran. Menulis mungkin terasa seperti curhat bagi orang-orang ini. Ada pula orang yang menulis karena ingin menjadi bagian dari sejarah. Konon dengan menulis lalu menyebarkannya secara online, mereka akan kekal dalam ingatan manusia. Hehe

Bagi Anda yang tidak cocok dengan alasan-alasan diatas, jangan khawatir. Di bawah ini masih ada beberapa alasan lain mengapa Anda harus mulai menulis di Blog. Bagi saya sendiri, alasan-alasan ini sangat powerfull untuk mendorong saya terus menulis.


Membantu Orang Lain


Alasan pertama dan paling penting adalah menulis untuk membantu orang lain. Sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, membantu sesama harus selalu menjadi prioritas. Bagaimana bisa dengan menulis dapat membantu orang lain?

Sekarang ini hampir segala solusi untuk permasalahan peradaban bisa ditemukan di internet. Jika ada sesuatu yang tidak kita ketahui, dengan mudah kita tinggal mengetik kata kuncinya di Google dan  ribuan tulisan yang sesuai akan muncul seketika.

alasan kuat menulis di blog

Nah, jika Anda menulis sesuatu yang bermanfaat di Blog, misalkan sebuah tips atau rekomendasi untuk suatu masalah, maka orang akan menemukan tulisan anda dan mungkin saja menjadi solusi bagi permasalahan mereka. Dengan demikian, secara tidak langsung anda telah membantu orang lain.

Di Blog ini saya sering menulis tentang pengalaman saya beternak ayam. Anda mungkin tidak akan percaya bahwa sudah puluhan orang yang menghubungi saya secara langsung setelah membaca tulisan saya. Ada yang bertanya cara mencampur makanan ayam, ada yang meminta gambar kandang ayam, dan banyak pula yang sekedar bertegur sapa. Tentunya saya sangat senang sebab tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain.


Mengembangkan Wawasan


Dengan menulis, secara tidak sadar anda akan mendapatkan peningkatan wawasan. Biasanya sebelum kita mulai membuat tulisan tentang suatu topik, kita perlu mengetahui topik tersebut secara lengkap agar tulisan yang kita hasilkan lengkap dan informatif. Mungkin kita perlu mengingat-ingat kembali pengalaman lama, membaca buku yang berkaitan dengan topik tersebut, ataupun membaca artikel lain yang sesuai lalu kemudian dipadukan dengan pengetahuan kita sendiri.

alasan kuat menulis di blog

Misalkan kita hendak menulis cerita perjalanan wisata ke Candi Borobudur. Nah, untuk melengkapi tulisan kita, mungkin kita perlu membaca artikel tentang candi tersebut. Mungkin kita ingin menambahkan sedikit informasi tentang sejarah candi, atau kisah di balik pembuatan candi. Atau barangkali kita ingin menambahkan harga-harga penginapan yang tersedia di sekitar candi tersebut. Dengan demikian tulisan kita nantinya akan lebih berbobot.

Saat melakukan riset sederhana tentang topik Candi Borobudur, secara tidak sadar pengetahuan kita tentang candi tersebut menjadi segar dan tentunya bertambah luas.

Begitupun saat hendak membuat tulisan dengan topik lain. Riset-riset kecil yang dilakukan akan meningkatkan wawasan kita tentang topik tersebut. Mungkin itulah sebabnya, kebanyakan penulis yang saya kenal amat cerdas dan berwawasan luas. Ngobrol tentang apa saja bisa nyambung. Hehe


Melatih Kemampuan Menulis


Rutin menulis di Blog akan melatih kemampuan kita untuk membuat tulisan yang baik. Tulisan yang baik bukan hanya berbobot dan informatif melainkan juga harus sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan yang baku.

alasan kuat menulis di blog

Anda belum paham kaidah penulisan yang bagus? Tidak masalah. Lihatlah tulisan ini. Masih banyak kesalahan pemakaian huruf kapital serta tanda baca. Tapi tak menyurutkan semangat saya untuk terus menulis. Tulisan-tulisan saya terdahulu malah lebih parah. Perlahan-lahan, sambil terus membuat tulisan di Blog, kemampuan menulis kita akan bertambah dengan sendirinya.

Saat sering berkecimpung di lingkungan per-Blog-an, kita akan sering melihat tulisan yang di buat oleh orang lain yang mungkin saja lebih bagus, tanda bacanya tepat, sehingga nyaman di baca. Dari sanalah secara sadar atau tidak kita telah belajar. Lama-kelamaan tulisan kita juga makin hari makin bagus.

Menulis dengan kaidah yang benar adalah kemampuan yang penting di jaman sekarang ini. Di bidang akademik, di pekerjaan, ataupun di lingkungan sehari-hari, teknik menulis akan selalu bermanfaat. Ini akan menjadi softskill yang membedakan kita dari orang lain.


Menghasilkan Uang


Di era ekonomi digital sekarang ini, jika kita tidak memiliki investasi yang digital pula, maka agak miris rasanya. Lihatlah keluar, orang-orang sudah bisa menghasilkan uang meski tak bekerja secara nyata.

Orang bisa berpenghasilan milyaran sebulan dengan meng-upload video ke kanal Youtube. Ada orang yang kaya raya dengan menjual foto ke website virtual. Ada banyak penjual yang sukses meraup keuntungan dari menjajakan dagangannya secara online. Jumlah pekerja digital ini terus bertambah dari tahun ke tahun.

alasan kuat menulis di blog

Jika Anda termasuk orang yang masih terlelap, tidak menyadari perubahan jaman seperti ini, maka bangunlah segera. Saya tidak meminta Anda untuk berhenti dari pekerjaan kantoran dan mulai menjadi Youtuber. Hehe. Tidak sama sekali. Namun Anda harus mulai memikirkan untuk memiliki investasi yang berbasis digital.

Menulis di Blog adalah salah satu bentuk investasi digital. Jika tulisan Anda disukai orang lalu pembaca mulai berdatangan dan jumlahnya bertambah dari hari ke hari, maka itu adalah modal yang berharga bagi Anda. Saat trafik pembaca Blog sudah tinggi, Anda dapat mengatur Blog Anda sedemikian rupa sehingga mendapatkan tawaran iklan untuk dipajang di Blog tersebut. Dari iklan itu, Anda bisa mendapatkan uang.

Penghasilan dari Blog jumlahnya akan bergantung pada tulisan-tulisan Anda. Semakin menarik tulisan, maka semakin banyak pula pengunjung yang datang. Saat pengunjung semakin banyak, maka peluang mendapatkan penghasilan yang lebih besar juga terbuka lebih luas.

* * *

Demikianlah saudara-saudara. I strongly suggest you to start writing. Hari ini juga, menulislah. Tulis apa saja yang sekiranya akan bermanfaat lalu bagikan di Blog. Isi pikiran Anda, ide-ide, literasi, serta pengalaman hidup Anda adalah pengetahuan yang mungkin dibutuhkan oleh orang di sisi dunia yang lain. Maka menulislah. Toh, selain akan bermanfaat untuk orang lain, menulis ternyata bisa membawa manfaat yang besar bagi diri kita sendiri.

Thursday, 16 July 2020

Ubiqu, Solusi Internet Daerah Terpencil

Berbicara soal kesenjangan desa dan kota seperti tak akan ada ujungnya. Pilih saja mau di bidang apa. Pendidikan, ekonomi, infrastruktur, atau apa saja. Ibarat film Ratapan Anak Tiri, desa lah yang selalu menjadi anak tiri, mendapatkan fasilitas yang terbelakang dibandingkan dengan fasilitas di perkotaan. Padahal, cobalah menutup hubungan antara desa-desa dan kota dalam waktu sebulan saja. Maka kota akan merana, entah akan dapat bahan makanan dari mana.

Jaringan internet di era 4.1 sekarang ini bukan lagi hal yang sulit di akses. Namun bagi desa saya di pegunungan Sulawesi Barat, internet adalah hal yang bukan hanya mahal melainkan juga tidak tersedia. Saat kota-kota sudah belasan tahun menikmati internet, sampai hari ini desa saya masih juga tidak terjangkau. Jangankan fasilitas internet, jaringan seluler pun tak ada. Padahal jaringan seluler dan internet di jaman sekarang ini berfungsi sangat krusial untuk memajukan taraf hidup masyarakat.

Tapi sudahlah. Tulisan ini bukan bertujuan untuk memelas ataupun meminta belas kasih pemerintah untuk desa-desa. Prinsip saya pribadi dalam hal ini adalah masyarakat desa mesti selalu mensyukuri nikmat yang ada dan wajib terus berusaha agar bisa hidup mandiri. Desa bisa maju dengan memanfaatkan sistem sosial dan kearifan lokal yang tumbuh alami bersamanya.

Dua hari lalu rumah saya di desa sudah bisa mengakses internet. Kami membeli dan memasang perangkat internet Ubiqu secara mandiri. Problematika selama belasan tahun akhirnya tuntas seketika. Hehe

review internet ubiqu
Baca Juga:

Ubiqu Internet dari Langit


Ubiqu adalah produk layanan internet mandiri yang dikembangkan oleh PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Mengusung slogan ‘Internet dari Langit’, Ubiqu memanfaatkan satelit broadband untuk menghadirkan fasilitas internet dimanapun perangkatnya dipasang. Dengan teknologi tersebut, Ubiqu memang menargetkan daerah-daerah terpencil yang selama ini tidak terjangkau jaringan internet umum. Melalui website penyedia, kita bisa mengakses layanan-layanan apa saja yang ditawarkan.

Internet Ubiqu telah tersebar di banyak wilayah Indonesia. Produk Ubiqu Sinyalku digunakan di daerah-daerah pegunungan atau pulau-pulau terpencil yang jauh. Pihak PSN mengklaim bahwa di wilayah mana saja selama masih menghadap ke langit, maka layanan Ubiqu dapat dipasang.

review internet ubiqu
Ubiqu via ubiqu.id

Perangkat internet Ubiqu sendiri sangat sederhana. Hanya terdiri dari sebuah antena VSAT lengkap dengan mounting, sebuah modem satelit, router wifi, antena, dan beberapa kabel. Biasanya dalam paket pembelian disertakan alat untuk promosi berupa spanduk atau poster.

Bagi kami di desa, intenet Ubiqu ini sangat tepat guna dan mudah dalam penggunaan. Setelah membeli perangkat, maka sinyal internet bisa dinikmati sepuasnya sesuai dengan saldo kuota yang tersedia tanpa ada biaya bulanan lagi. Jikapun saldo habis, maka pengisian kuota mudah dilakukan hanya dengan menggunakan handphone.


Cara Membeli Internet Ubiqu


Untuk mendapatkan layanan Ubiqu, pertama kali yang harus dilakukan adalah mencari kantor perwakilan PSN. Biasanya di kota-kota besar sudah terdapat kantor perwakilan. Nah, di kantor ini kita bisa melakukan pemesanan perangkat Ubiqu.

Untuk daerah yang belum terdapat kantor perwakilan, maka bisa mengakses website PSN disini. Di website tersebut kita bisa membaca informasi,  memilih layanan yang diinginkan, dan melakukan pemesanan. Biasanya jika akan melakukan pembelian, operator di website akan menghubungi kita secara langsung melalui chat ataupun telepon.

Baca Juga:

Harga Perangkat Internet Ubiqu


Satu set produk internet Ubiqu Sinyalku seperti yang kami gunakan di desa bisa didapatkan dengan harga Rp. 13.650.000. Harga ini mungkin akan berubah-ubah dan untuk updatenya bisa kita lihat di website. Paket pembelian diatas sudah termasuk dengan saldo kuota awal sebesar Rp. 1.000.000.

Oh iya, harga ini belum termasuk biaya kirim dan pemasangan di lokasi. Biaya kirim tentu berbeda ke setiap daerah.

Untuk pemasangan sebenarnya bisa kita lakukan sendiri. Kita bisa membaca petunjuk atau menonton video pemasangan perangkat Ubiqu yang banyak tersedia di internet. Namun jika ingin lebih mudah dan tidak mau repot, bisa memesan bantuan teknisi pemasangan dalam paket pembelian. Tentunya dengan biaya tambahan yang besarnya sesuai dengan lokasi pemasangan.


Peluang Usaha Internet dengan Ubiqu


Saat ini semua orang butuh internet. Tak terkecuali juga di desa-desa terpencil. Masyarakat desa ada yang membutuhkan internet untuk berjualan atau mempromosikan produk. Dengan adanya internet, produk-produk dari desa dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

review internet ubiqu

Ada juga orang yang membutuhkan internet untuk mengakses sosial media, guna saling berbagi kabar dengan rekan kerabat yang lain. Di era pandemi seperti sekarang, para pelajar membutuhkan internet untuk belajar secara online. Banyak pula anak-anak yang menggunakan internet untuk sarana hiburan, misalkan bermain game atau menonton film.

Melihat peluang konsumen seperti diatas, menggunakan internet Ubiqu di desa-desa bisa menjadi sumber usaha yang menjanjikan. Kita bisa membuat warnet di desa-desa dengan menjual kuota internet Ubiqu. Selisih harga pembelian dan penjualan voucher tesebut menjadi keuntungan bagi pemilik perangkat Ubiqu tersebut.

Baca Juga:

Ulasan


Sesuai dengan slogannya 'Internet dari Langit', bagi kami di daerah terpencil Ubiqu benar-benar adalah internet yang turun dari langit. Di desa saya yang jauh terpencil di pegunungan yang mana jaringan seluler pun tak ada, kini kami bisa menikmati fasilitas internet. Meskipun harga kuotanya masih lebih mahal jika dibandingkan dengan jaringan internet umum yang tersedia di kota-kota, namun bagi kami ini sudah jauh lebih baik dari pada tidak ada internet sama sekali. Hehe

Saya berharap penyedia layanan Ubiqu dalam hal ini PSN terus menjangkau desa-desa lain, meningkatkan kualitas jaringan, dan sebisa mungkin menekan harga kuota internet.

Bagi desa-desa lain yang nasibnya seperti desa saya, belum terjangkau internet, maka solusi internet mandiri ini bisa menjadi pilihan. Jika pun belum bisa membeli sendiri, masyarakat desa bisa mengumpulkan dana kolektif untuk membeli perangkat Ubiqu sehingga layanan internet nantinya dapat di nikmati bersama. Sekali lagi, jaringan internet sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kita.

Tuesday, 7 July 2020

Menentukan Jumlah Lampu Penerangan Kandang Ayam Petelur

Dalam usaha ayam petelur, penerangan atau pencahayaan kandang adalah bagian yang perlu mendapatkan perhatian serius dari peternak. Kita ketahui bersama bahwa pencahayaan yang kita berikan terhadap ayam berpengaruh langsung pada proses kematangan organ reproduksi dan pertumbuhan ayam.

Apa sebenarnya fungsi cahaya dalam pertumbuhan ayam petelur? Berapa jumlah lampu yang sebaiknya terpasang dalam kandang? Lampu jenis apa saja yang baik digunakan? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Baca Juga:
lampu kandang ayam petelur


Fungsi Cahaya Pada Ayam Petelur


Pada tulisan saya sebelumnya tentang sistem pencahayaan kandang, kita telah membahas tentang kebutuhan dan intensitas cahaya yang dibutuhkan pada tiap tingkatan umur ayam. Pada tiap fase umur, ayam membutuhkan waktu dan intensitas cahaya yang berbeda-beda sebab fungsi cahaya terhadap ayam disetiap umur pun berbeda.

Ayam petelur pada fase starter membutuhkan waktu penerangan lebih lama dan intensitas cahaya yang lebih tinggi sebab pada fase ini cahaya berperan untuk membantu ayam mengenali lingkungannya. Pada ayam umur kurang dari seminggu membutuhkan intensitas cahaya yang paling tinggi yaitu 30-50 lux. Cahaya ini juga kadang dimanfaatkan sebagai penghangat ayam.


Memasuki fase grower, waktu penerangan yang dibutuhkan ayam berkurang sebab cahaya digunakan untuk mengontrol pertumbuhan dan reproduksi. Intensitas cahaya terendah diterapkan yaitu sekitar 5-15 lux. Pengurangan cahaya pada fase ini dimaksudkan untuk mencegah kelebihan berat badan dan mencegah dewasa kelamin dini yang dapat menyebabkan ayam bertelur dini.

Setelah memasuki fase bertelur atau layer, pencahayaan ditingkatkan kembali perlahan-lahan sampai kemudian stabil di umur 31 minggu. Intensitas cahaya yang digunakan di fase ini yaitu 30 lux. Sangat tidak dianjurkan untuk mengurangi pencahayaan di fase ini sebab cahaya sangat dibutuhkan ayam untuk memenuhi asupan makanan dalam menunjang proses bertelur.


Menghitung Jumlah Lampu Kandang Ayam Petelur


Setelah mengetahui lama pencahayaan dan intensitas cahaya yang dibutuhkan pada setiap fase umur ayam, selanjutnya kita menentukan berapa jumlah lampu yang harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan intensitas cahaya.

Ukuran intensitas cahaya dalam kandang seperti yang dijelaskan diatas, menggunakan satuan lux. Lux adalah satuan untuk mengukur tingkat kecerahan cahaya yang mengenai permukaan benda. Berbicara tentang cahaya yang dihasilkan dari lampu, maka kita pun harus mengetahui lebih dahulu istilah lumen. Lumen adalah satuan pengukur jumlah cahaya yang dihasilkan oleh sebuah sumber cahaya. Semakin tinggi nilai lumen, maka semakin terang cahaya yang dihasilkan oleh sumber cahaya tersebut.

Baca Juga:
Tiap-tiap lampu memiliki nilai lumen yang berbeda dan biasanya nilai lumen tersebut dapat dilihat di kemasan pembelian lampu. Biasanya, semakin tinggi nilai watt lampu semakin tinggi pula nilai lumennya.


Nah, setelah mengetahui lux dan lumen, selanjutnya kita bisa menghitung berapa jumlah lampu yang akan digunakan untuk ukuran kandang yang kita miliki. Untuk menghitung jumlah lampu, digunakan rumus berikut ini:

N adalah jumlah lampu yang dibutuhkan oleh kandang. Lux adalah intensitas cahaya yang diinginkan. Luas kandang adalah ukuran kandang dalam satuan meter persegi. Lumen adalah nilai lumen dari lampu penerangan yang digunakan. Fu dan Fd adalah faktor utilisasi dan faktor depresi atau penyusutan cahaya yang nilainya masing-masing 0,65 dan 0,9.

Dengan memasukkan nilai-nilai untuk parameter di atas, maka jumlah lampu kandang segera bisa kita dapatkan.

Sebagai contoh, misalkan kita hendak menghitung kebutuhan lampu untuk kandang seluas 8x20 meter atau 160 meter persegi. Ayam petelur di dalam kandang berumur 3 minggu yang membutuhkan cahaya sebanyak 25 lux. Jika kita menggunakan lampu dengan nilai lumen 500, maka perhitungan jumlah lampu kurang lebih seperti berikut ini.

Dengan hasil seperti diatas dapat dibulatkan menjadi 14. Artinya untuk kandang seluas 160 meter persegi berisi ayam petelur umur 3 minggu, jumlah lampu yang digunakan adalah 14 pcs. Mudah bukan?



Lampu yang dipasang dikandang harus tersebar merata agar ayam mendapatkan pencahayaan yang merata juga. Kita bisa memasang ditengah, atau disisi kiri dan kanan dengan jarak yang sama. Untuk jarak dari lantai ke lampu saya sarankan sekitar 2 meter, kecuali untuk lampu yang digunakan sebagai penghangat ayam dimana mungkin perlu lebih dekat untuk menghasilkan suhu yang diinginkan.

Baca Juga:


Jenis Lampu yang Bagus digunakan di Kandang Ayam Petelur


Kita mengenal ada dua jenis lampu yang mudah ditemukan dipasaran saat ini. Pertama adalah lampu bohlam. Lampu jenis ini umumnya berwarna orange atau merah. Lampu bohlam banyak digunakan oleh peternak sebab harganya yang lebih murah. Namun menurut beberapa referensi, lampu ini sebenarnya termasuk lampu yang boros energi listrik.


Lampu kedua yang sering kita jumpai yaitu lampu neon. Lampu ini banyak digunakan di rumah-rumah. Umumnya lampu neon berwarna putih. Meski harganya lebih mahal, tapi lampu neon dapat menghasilkan cahaya lebih banyak dibandingkan dengan lampu bohlam dengan jumlah watt yang sama. Jika peternak ingin menggunakan lampu jenis ini, pilihlah lampu neon yang memancarkan warna orange. Konon warna orange sangat baik untuk menstimulasi kematangan reproduksi dan produksi telur pada ayam petelur.

Monday, 6 July 2020

Sistem Pencahayaan pada Kandang Ayam Petelur

Penerangan atau pencahayaan pada kandang adalah bagian yang sering disepelekan, namun fungsinya ternyata begitu krusial dalam usaha peternakan ayam petelur. Kadang peternak memasang lampu penerang seenaknya saja, asal kandang terang. Kadang juga jam untuk on-off lampu pada kandang tidak menentu, sesempatnya peternak saja. Padahal, untuk mencapai produktivitas terbaik dari usaha ayam petelur, sistem pencahayaan mesti mengikuti kaidah-kaidah yang diberikan para pakar yang telah berpengalaman di bidang ini.


Sistem pencahayaan berfungsi dalam proses penglihatan ayam sehingga berpengaruh langsung terhadap konsumsi pakan dan kenyamanan ayam. Jika kandang terlalu lama dalam keadaan gelap, target konsumsi pakan ayam tidak akan tercapai, sebab ayam tidak bisa makan dalam situasi gelap gulita. Sebaliknya, jika kandang terlalu lama terang, ayam bisa saja kekurangan waktu istirahat, sebab ayam sulit tidur dalam keadaan terang. Kurang lebih seperti itu. Selebihnya, fungsi cahaya sebenarnya lebih vital lagi pada fase umur ayam yang berbeda. Bahkan jika disepelekan, pencahayaan yang tidak optimal bisa menjadi asal muasal kerugian usaha ayam petelur.

Lalu bagaimana sebaiknya sistem pencahayaan pada kandang ayam petelur? Sama kah kebutuhan cahaya terhadap ayam dengan umur yang berbeda? Berapa jam seharusnya lampu kandang menyala dan padam?

Baca Juga:


Kebutuhan Cahaya Ayam Petelur


Kebutuhan cahaya ayam petelur berbeda untuk setiap tingkatan umur. Fungsi cahaya pada ayam petelur fase starter, grower, dan layer, memiliki peran yang tidak sama.

Berikut ini adalah tabel pencahayaan kandang terkontrol yang dikeluarkan oleh Hyline Internasional, perusahaan yang menghasilkan ayam petelur strain Hyline. Strain Hyline ini sangat banyak dikembangkan di Indonesia.

pencahayaan kandang ayam petelur

Tampak dalam tabel diatas program pencahayaan ayam petelur dari umur 1-32 minggu. Lama waktu penerangan dan intensitas cahaya berbeda-beda pada setiap periode umur.

Pada minggu pertama atau umur 0-7 hari, pencahayaan adalah sebanyak 16 jam yang diselang seling antara terang dan gelap, 4 jam terang dan 2 jam mati, dengan intensitas cahaya 30-50 lux. Program pencahayaan berselang seperti ini pada ayam umur kurang dari seminggu lebih diutamakan. Sayangnya ini hanya dapat diterapkan pada kandang dengan pencahayaan terkontrol. Pada kandang terbuka, yang terhubung dengan sinar matahari, tentu saja program ini akan sulit dilakukan, sebab sinar matahari berlangsung sepanjang hari.

Jika pencahayaan berselang tidak dapat dilakukan, maka gunakan 22 jam pencahayaan pada umur 0-3 hari, dan 21 jam pencahayaan pada umur 4-7 hari.

Selanjutnya pada minggu kedua dan seterusnya, lama pencahayaan dapat diatur sesuai tabel diatas dengan intensitas cahaya yang sesuai dengan umur ayam.

pencahayaan kandang ayam petelur


Di fase starter (0-6 minggu) cahaya hanya berfungsi sebagai penerangan saja, agar ayam bisa mengenali lingkungan serta tempat pakan dan minum.Pada fase ini, pencahayaan bisa memanfaatkan sinar matahari di siang hari dan dibantu penerangan lampu dimalam hari untuk mencukupi kebutuhan cahaya sesuai umur ayam.

Baca juga:
Pada umur 7-18 minggu, ayam berada di fase grower dimana cahaya selain sebagai penerangan, juga berfungsi sebagai pengontrol saluran reproduksi dan berat badan ayam. Pada fase ini peran pencahayaan begitu krusial.

Bagaimana pencahayaan bisa mengontrol reproduksi dan berat badan ayam?

Jika ayam pada masa grower diberi cahaya berlebihan, maka konsumsi pakan juga akan tinggi. Jika konsumsi pakan tinggi maka otomatis berat badan ayam akan naik. Kenaikan berat badan yang tidak sesuai dengan umur akan menyebabkan banyak masalah dalam usaha ayam petelur ini.

Pernahkah anda melihat ayam mengeluarkan telur yang sangat besar? Sampai-sampai ayam kesulitan mengeluarkannya? Atau pernahkah anda lihat telur keluar bercampur darah? Hal-hal ini adalah akibat dari konsumsi pakan yang tidak tepat yang diawali dari sistem pencahayaan yang tidak akurat.

Gambar tirai kandang ayam
Pemakaian layar hitam seperti diatas adalah cara mengurangi intensitas cahaya matahari pada kandang sistem terbuka. Jadi misalkan kebutuhan cahaya ayam adalah 10 jam sedangkan cahaya matahari menyinari selama 12 jam, maka untuk mengurangi dua jam digunakan layar hitam untuk menghalau sinar matahari. Untuk penggunaan layar seperti ini, harus dipastikan tidak mengganggu sirkulasi udara keluar masuk kandang.

Memasuki fase layer atau masa bertelur di umur 18 minggu pencahayaan ditambah sedikit demi sedikit dari lama pencahayaan di fase grower dengan intensitas cahaya yang merata. Pada minggu ke 31 dan seterusnya, pencahayaan merata selama 16 jam sampai ayam memasuki masa afkir.

Baca juga:


Penambahan Cahaya pada Ayam Petelur Fase Layer


Pada tabel diatas terlihat bahwa pada fase grower kebutuhan pencahayaan ayam merata yaitu 10 jam setiap hari. Ketika memasuki fase bertelur, kebutuhan cahaya bertambah, sebab ayam membutuhkan lebih banyak asupan pakan untuk bertelur.



Tampak pada tabel bahwa penambahan waktu penerangan dimulai di umur 18 minggu. Namun berdasarkan pengalaman beternak, penambahan waktu ini sebaiknya dimulai ketika sudah ada ayam yang mulai bertelur. Bisa saja sebelum umur 18 minggu, bisa juga setelah. Kadang di umur 17 minggu sudah ada ayam bertelur seekor atau dua ekor. Nah pada saat inilah waktu yang pas untuk mulai menaikkan waktu penerangan.

Penambahan waktu penerangan harus dilakukan secara bertahap setiap hari dan tiap minggu, tidak boleh mendadak. Hal ini untuk meminimalisir tingkat stres pada ayam. Misalkan hari ini 10 jam, besok 10,5 jam, dan seterusnya sampai mencapai 16 jam di umur 31 minggu.

Masa awal bertelur sampai mencapai puncak produksi adalah salah satu masa krusial dalam usaha peternakan ayam petelur. Jangan melakukan pengurangan waktu pencahayaan pada fase ini.

Baca juga:

Ulasan


Dari uraian diatas tampak betapa penting kita menaruh perhatian terhadap sistem pencahayaan pada kandang ayam petelur kita. Baik pada fase starter, grower, sampai mulai bertelur pada fase layer, ayam membutuhkan cahaya dengan waktu dan intensitas yang berbeda. Baik buruknya pengaturan pencahayaan akan berdampak langsung terhadap produktivitas ayam nantinya.

Lantas bagaimana cara memenuhi intensitas cahaya sesuai yang dibutuhkan? Berapa jumlah lampu yang sebaiknya terpasang dalam kandang? Lampu jenis apa yang baik digunakan sebagai penerangan kandang? Bagaimana cara menghitung nilai lux sebuah lampu? Silahkan simak artikel lain di blog ini ya.


Monday, 6 April 2020

Hemat Pakan Ayam dengan Fermentasi Dedak


fermentasi dedak pakan ayam


Pakan adalah komponen biaya tertinggi dalam usaha ternak ayam. Biaya pakan bisa mencapai 70-80% dari total biaya produksi. Para peternak benar-benar harus memutar otak agar bisa menekan biaya pakan namun tanpa mengesampingkan kebutuhan gizi ayam.

Dalam usaha ayam intensif, umumnya peternak menggunakan pakan yang dijual oleh pabrik, baik berupa pakan komplit yang bisa langsung diberikan pada ayam, maupun konsentrat yang mesti dicampurkan dengan bahan lain. Meski harga pakan ini cukup mahal, namun dianggap lebih praktis dan ketersediaannya di pasar lebih stabil.

Dedak adalah salah satu bahan yang digunakan dalam pakan ayam, dicampurkan dengan konsentrat pabrikan dan jagung giling. Umumnya perbandingan yang digunakan peternak dalam campuran pakan ini yaitu 50:35:15. Jagung giling sebanyak 50%, konsentrat pabrikan sebanyak 35%, dan dedak sebanyak 15%. Komposisi campuran ini tentunya menyesuaikan dengan jenis ayam ternak, sebab terkait dengan gizi yang dibutuhkan.

Baca Juga:

Penggunaan Dedak dalam Pakan Ayam


Dedak adalah limbah hasil penggilingan padi. Dibandingkan dengan konsentrat dan jagung, dedak memiliki harga paling murah. Sayangnya, persentase dedak dalam campuran pakan malah paling sedikit. Kita sebagai peternak mungkin kadang berpikir, bagaimana jika dedak ditambah saja jumlahnya dalam campuran pakan? Biar biaya pakan jadi lebih murah.

fermentasi dedak pakan ayam

Dedak mengandung serat kasar yang tinggi sehingga sulit di cerna oleh ayam. Di samping itu kandungan asam phitat dalam dedak mengikat mineral kalsium dan fosfat yang dibutuhkan oleh ayam.

Itulah mengapa pemakaian dedak dalam pakan unggas tidak boleh banyak-banyak. Menurut beberapa pakar, jumlahnya berkisar 15-30 % saja. Lebih dari itu akan mengganggu performa ayam.



Fermentasi Dedak


Ada cara untuk meningkatkan nilai nutrisi pada dedak yaitu dengan teknik fermentasi. Cara ini dapat mengurangi serat kasar pada dedak sehingga menjadi lebih mudah dicerna. Menurut para pakar, teknik fermentasi seperti ini sangat aman terhadap ternak ayam.

Fermentasi adalah teknik pengolahan bahan secara biologis dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Fermentasi pada dedak dapat mengurai asam phitat sehingga menambah nilai gizi dari dedak tersebut.

Lalu bagaimana cara fermentasi dedak untuk pakan ayam? Bagaimana langkah-langkah membuat dedak fermentasi? Bisakah dedak fermentasi menghemat biaya pakan? 

Baca Juga:



Cara Membuat Dedak Fermentasi


Membuat dedak fermentasi sebenarnya cukup sederhana dan mudah dilakukan dirumah. Metode ini sudah banyak dilakukan peternak ayam baik dalam skala kecil maupun besar. 

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk fermentasi dedak adalah sebagai berikut:

Alat:
1. Ember; untuk mengaduk larutan
2. Gentong plastik
3. Terpal; untuk mengaduk dedak

fermentasi dedak pakan ayam


Bahan:
1. Dedak padi; sebanyak 40 kg
2. Mikroorganisme aktivator; sebanyak 250 ml. Bisa menggunakan larutan EM-4 atau membuat larutan MOL (mikroorganisme lokal) sendiri dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah.
3. Tetes tebu; sebanyak 250 ml. Jika tidak ada tetes tebu bisa menggunakan gula pasir 12 sdm sebagai pengganti.
4. Air; sebanyak 12 liter

fermentasi dedak pakan ayam


Langkah-langkah pembuatan:
Setelah semua alat dan bahan tersedia, pembuatan dedak fermentasi dapat dimulai dengan mengikuti langkah-langkahsebagai berikut:
1. Campurkan larutan EM-4 kedalam ember berisi air. Tambahkan tetes tebu atau gula pasir lalu aduk hingga merata.
2. Hamparkan dedak diatas terpal untuk memudahkan pencampuran. Percikkan campuran EM4 tadi pada dedak, sambil di aduk. Pastikan larutan mengenai dedak secara merata, namun jangan terlalu basah. Kadar air dalam dedak diatur sekitar 30-40 % saja.
3. Setelah dedak tercampur merata, masukkan kedalam gentong sambil dipadatkan.
4. Tutup gentong, lalu diamkan di suhu ruangan selama 4-5 hari.
5. Setelah 4-5 hari, dedak fermentasi telah siap digunakan.

Ciri-ciri fermentasi dedak yang berhasil adalah dedak mengeluarkan bau yang tidak menyengat.

Baca Juga:


Penggunaan Dedak Fermentasi


Dedak yang telah melalui proses fermentasi selanjutnya dapat digunakan untuk campuran pakan ayam, bersama konsentrat pabrikan dan jagung giling. Dedak fermentasi memiliki kandungan protein 2-5 % lebih tinggi dibandingkan dedak tanpa fermentasi.

Karena kandungan protein yang lebih tinggi, beberapa peternak menggunakan dedak fermentasi dalam campuran pakan ayam dengan persentase yang lebih besar. Ada yang menggunakan sebanyak 20%, ada yang 30%, bahkan ada yang menggunakan sampai 40%.

Dengan pemakaian dedak fermentasi, biaya pembelian jagung dan konsentrat pabrikan dapat dikurangi. Peternak dapat menghemat biaya produksi sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam usaha ternak ayam.

Sunday, 5 April 2020

Mengenal Ayam KUB, Ayam Kampung Unggulan Indonesia

ternak ayam kub

Ayam kampung adalah hewan ternak asli indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Hari-demi hari, permintaan pasar terhadap kebutuhan daging dan telur ayam kampung asli terus meningkat. Hingga hari ini, permintaan tersebut belum mampu dipenuhi secara nasional oleh peternak.

Ayam kampung memiliki ketahanan tubuh yang baik dalam menghadapi iklim di Indonesia, misalnya musim hujan atau kemarau panjang. Hewan ini mudah beradaptasi didaerah mana saja. Oleh sebab itu, ayam kampung dipelihara oleh banyak penduduk Indonesia.

Sayangnya, ayam kampung asli memiliki produktifitas rendah dan pertumbuhan yang lama. Itulah mengapa tidak banyak orang yang tertarik untuk menjadikan usaha ternak ayam kampung sebagai sumber penghasilan utama.

Baca Juga:

Sejarah Ayam KUB 


Tantangan budidaya ayam kampung yang disebutkan di atas melatarbelakangi inisiasi Balai Penelitian Ternak pada tahun 1997 untuk meneliti kemungkinan menciptakan jenis ayam kampung asli yang unggul dengan persilangan genetik.

Singkat kisah, setelah melalui penelitian yang lama, para pakar memperkenalkan ayam kampung unggul bernama Ayam Kampung Unggul Balitbangtan atau lebih dikenal dengan ayam KUB.

ternak ayam kub

Beberapa referensi menyebutkan bahwa ayam KUB ini diperkenalkan ke masyarakat sejak tahun 2009. Ayam KUB telah diakui sebagai galur baru melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 274/Kpts/SR.120/2/2014.

Beberapa tahun terakhir, ayam KUB dianggap menjadi solusi budidaya ayam kampung sebab ayam ini mengandung plasma nuffah ayam asli Indonesia namun dengan produktifitas yang lebih tinggi. Ayam ini sudah tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.


Kelebihan Ayam KUB


Ayam KUB memiliki karakter ayam kampung asli. Namun menurut para pakar unggas, jika dipelihara dengan metode intensif yang sama, ayam KUB memiliki keunggulan dibanding ayam kampung biasa.

1. Pertumbuhan Cepat dan Tahan Virus


Keunggulan utama dari ayam KUB adalah pertumbuhan yang jauh lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa. Ayam KUB bisa mancapai bobot badan 1 kg pada umur 70 hari saja atau sekitar 10 minggu. Sedangkan ayam kampung biasa, untuk mencapai bobot yang sama, memerlukan waktu lebih lama, sekitar 12-16 minggu.

Ayam KUB merupakan mengandung gen penanda ketahanan terhadap flu burung. Kandungan gen tersebut membuat ayam KUB lebih tahan terhadap serangan virus Avian Influenza (AI). Sebagai perbandingan, ayam Broiler tidak mengandung gen tersebut.

2. Produksi dan Daya Tetas Telur Tinggi


Ayam KUB dapat memproduksi telur rata-rata 180 butir per tahun. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan produksi telur ayam kampung biasa. Jika dipelihara dengan metode pemeliharaan intensif yang sama, ayam kampung biasa hanya menghasilkan telur 146 butir pertahun.

ternak ayam kub

Dari telur yang dihasilkan, ayam KUB memiliki daya tetas sebesar 85%. Misalkan bertelur sebanyak 100 butir dan ingin ditetaskan, maka peluang telur untuk menetas menjadi anakan ayam adalah 85 butir.

3. Frekuensi Bertelur 


Ayam KUB mulai bertelur di umur 20-22 minggu. Ini adalah umur yang lebih muda dibandingkan dengan ayam kampung biasa yang bertelur di umur 20-24 minggu.

Ayam kampung biasa dalam budidaya intensif dapat bertelur 7 kali dalam setahun. Jika dibiarkan berkeliaran saja, maka secara alami siklus bertelur ayam kampung biasa hanya 3 kali per tahun. Disisi lain ayam KUB dapat bertelur sepanjang tahun tanpa adanya siklus.

Baca Juga:

4. Sifat Mengeram Rendah


Setelah bertelur, ayam memasuki masa mengeram sebelum bisa bertelur kembali. Ayam KUB memiliki sifat mengeram yang lebih rendah dibandingkan ayam kampung biasa.

5. Konversi Pakan Rendah


Konversi pakan ayam KUB berada di angka 3,8 kg pakan per kg telur. Artinya, untuk menghasilkan telur seberat 1 kg, ayam KUB hanya membutuhkan pakan sebanyak 3,8 kg. Angka ini jauh lebih rendah dari konversi pakan ayam kampung biasa yang berada di angka 4,9-6,4 kg.

ternak ayam kub

Konversi pakan yang rendah tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi peternak, sebab akan menekan biaya pakan. Kita ketahui bahwa umumnya biaya pakan dalam budidaya ayam adalah 80% dari biaya produksi. 

6. Mortalitas Rendah


Hal yang tak kalah penting dalam usaha ternak adalah mengontrol mortalitas atau tingkat kematian, terutama pada saat ayam masih kecil. Para pakar unggas mengatakan bahwa jika dipelihara dengan baik, mortalitas ayam KUB dibawah umur 6 minggu cukup rendah, dibawah 5%. Angka ini terpaut jauh dengan ayam kampung biasa dengan mortalitas sekitar 27%. Bahkan jika hanya dibiarkan berkeliaran, mortalitas ayam kampung biasa bisa sampai 50%.

Baca Juga:

Ulasan


Dengan banyak keunggulan yang telah disebutkan diatas, budidaya ayam KUB memiliki prospek besar untuk dikembangkan kedepan. Ayam ini adalah ayam kampung asli. Selain memiliki pangsa pasar yang luas, kebanggaan beternak unggas lokal tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Ayam KUB adalah ayam kampung unggulan Indonesia. Apakah anda tertarik memulai usaha ternak ayam KUB? Ayo kita ratakan nusantara dengan ayam kampung!

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done