Cara Pemberian Vaksin ND+IB pada Ayam Petelur Melalui Air Minum - Fachrul Hidayat
News Update
Loading...

Sunday, 22 November 2020

Cara Pemberian Vaksin ND+IB pada Ayam Petelur Melalui Air Minum

Selama pengalaman saya beternak ayam petelur yang baru seumur jagung, menurut saya, tantangan terbesar dalam usaha ini adalah serangan penyakit. Serangan penyakit pada ayam dapat menurunkan produktivitas telur, dapat menyebabkan kematian pada ayam, dan tidak menutup kemungkinan dapat mengakibatkan usaha ternak bangkrut seketika.

vaksin nd+ib melalui air minum

Oleh sebab itu, segala upaya untuk mencegah bibit penyakit masuk di area peternakan mesti dilakukan secara paripurna. Dua istilah yang dikenal di kalangan peternak untuk mencegah penyakit yaitu biosekuriti dan vaksinasi. 

Biosekuriti adalah upaya mencegah ada dan menularnya penyakit ke dalam dan ke luar area kandang. Bentuknya bisa berupa desinfeksi area kandang, membatasi orang keluar masuk kandang, sanitasi yang baik, dll.

Setelah biosekuriti terlaksana dengan baik, hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu vaksinasi. Vaksinasi merupakan upaya memasukkan vaksin kedalam tubuh ternak, dalam hal ini ayam petelur. 

Vaksin adalah mikroorganisme yang sudah dilemahkan dan dibentuk sedemikian rupa untuk memacu pembentukan antibodi dalam tubuh ayam. Dengan adanya antibodi, saat ada serangan penyakit datang, tubuh ayam siap untuk melawan. Begitulah kurang lebih pemahaman saya sebagai orang awam. Hehe

Ancaman virus ND terhadap ayam petelur

Salah satu penyakit menular dan mematikan yang sering menyerang ayam adalah penyakit Newcastle Desease yang sering disingkat ND. ND sering sekali menyerang ternak unggas di Indonesia. Jika sudah terjangkit, biasanya sulit bahkan mustahil untuk di obati. Untuk itulah tindakan vaksinasi sebagai upaya pencegahan menjadi amat penting. 

Menurut teman saya yang sarjana peternakan, ayam yang terjangkit penyakit ND, jika di bedah biasanya mengalami peradangan pada usus dan leher akibat virus ND. Di lapangan, tanda serangan ND yang paling mudah dikenali adalah ayam mengalami leher terpuntir atau bengkok.

Beberapa hari lalu ayam-ayam saya mengalami gejala ND seperti diatas. 5 ekor ayam mati dalam dua minggu terakhir dimana 3 diantaranya mengalami leher yang terpuntir. Saya segera meyakini bahwa itu adalah serangan ND. Untuk melindungi ayam-ayam lain yang masih sehat, saya segera melakukan vaksinasi ND pada seluruh ayam di peternakan saya.

Baca juga:

Metode vaksin ND+IB

Vaksin ND tersedia untuk metode suntik, tetes mata, atau melalui minuman. Berhubung ayam-ayam saya sedang dalam masa produksi telur, maka sebisa mungkin saya menghindari metode vaksin dengan suntik. Saya memilih aplikasi vaksin melalui air minum saja.

vaksin nd+ib melalui air minum
Vaksin ND+IB

Saya membeli vaksin ND+IB di toko ternak terdekat. Tambahan vaksin IB sekaligus untuk mencegah virus Infectious Bronchitis. Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan akut yang juga sangat berbahaya bagi ayam dan amat cepat menular. Vaksin ND+IB ini nantinya akan dicampurkan kedalam air minum ayam.
 

Vaksin ND+IB untuk minum ini setahu saya sama dengan vaksin untuk tetes mata. Metodenya bisa dipilih, lewat tetes mata atau melalui air minum. Vaksin ini tersedia dalam dosis 500 ekor dan 1000 ekor.

Medimilk untuk menetralkan air

Satu hal yang wajib diperhatikan dalam pemberian vaksin melalui air minum adalah kualitas air yang akan digunakan untuk melarutkan vaksin. Pada peternakan ayam seringkali digunakan air yang mengandung kaporit (klorin) atau desinfektan untuk mengurangi cemaran mikroorganisme patogen seperti bakteri ecoli. 

Bahkan tidak jarang air juga mengandung berbagai macam logam berat terutama pada air minum yang berasal dari sumber air yang berdekatan dengan daerah penambangan atau daerah berkapur. 

Air minum dengan kandungan klorin, desinfektan, dan logam dapat mengurangi aktivitas kerja vaksin. Oleh karena itu kita perlu menambahkan stabilisator vaksin dan pengikat logam pada air, contohnya Medimilk dan Netrabil.

Medimilk adalah produk yang banyak digunakan oleh peternak di lapangan. Sebagai stabilisator, Medimilk berperan memperbaiki mutu air dengan mengikat kandungan logam pada air agar tidak merusak vaksin. Kebutuhan Medimilk dalam campuran vaksin adalah 10 gram per 5 liter air.

vaksin nd+ib melalui air minum
Medimilk untuk menetralkan air

Kadang ada peternak yang menggunakan susu biasa sebagai stabilisator air. Apakah ini bisa? 
 

Menurut beberapa literatur yang saya baca, susu biasa (full cream/kental manis) tidak bisa digunakan sebagai stabilisator air sebab masih tinggi kadar lemaknya. Lemak dapat mengikat dan menyelubungi mikroorganisme seperti bakteri, protozoa, dan virus vaksin yang dilarutkan dalam air minum. Dengan demikian, susu biasa malah dapat menghambat aktivitas virus vaksin.

 

Perbandingan air dan vaksin

Sebelum ayam diberi vaksin melalui air minum, ayam harus dipuasakan dari air minum selama 2 jam. Hal ini bertujuan agar saat diberi vaksin nantinya, ayam bisa lahap meminum air campuran vaksin.

Berapa kebutuhan air untuk melarutkan vaksin ND+IB?

Kebutuhan air untuk melarutkan vaksin adalah sebanyak berapa seharusnya kebutuhan air minum ayam dalam kurung waktu 2 jam dipuasakan. Sedangkan kebutuhan air minum ayam ditentukan oleh jenis dan umur ayam, seperti nampak pada tabel berikut:

Kebutuhan air ayam via medion.co.id

Tabel perkiraan kebutuhan air minum diatas dikeluarkan oleh Medion untuk populasi 1000 ekor ayam. Bagaimana kalau ayam kita jumlahnya bukan 1000 ekor? Ya tinggal disesuaikan saja. Misalnya ayam petelur 500 ekor pada umur 112 hari atau lebih, maka berarti kebutuhan air minumnya selama 2 jam adalah 15 liter.

Kebutuhan air minum untuk melarutkan vaksin juga bisa ditentukan dari feed intake atau jumlah pakannya. Dalam satu hari kebutuhan air minum yang diperlukan ayam adalah 2 x jumlah pakan. Misalnya, jumlah pakan harian per ekor ayam adalah 100 gram, maka kebutuhan air minumnya sebanyak 200 ml per ekor per hari.

Dapat kita asumsikan bahwa kebutuhan air minum untuk melarutkan vaksin adalah 15% dari kebutuhan hariannya. Artinya setiap ekor ayam membutuhkan 30 ml (15% x 200 ml). Selanjutnya tinggal dikalikan dengan jumlah populasi ayam yang akan di vaksinasi. Misalkan ayam 1000 ekor, maka kebutuhan air untuk melarutkan vaksin adalah sekitar 30.000 ml atau 30 liter.

Cara aplikasi vaksin ND+IB melalui air minum

Setelah memahami uraian di atas, selanjutnya akan kita uraikan langkah-langkah pemberian vaksin ND+IB melalui air minum.

Untuk memudahkan, kita anggap saja ayam yang akan diberi vaksin adalah ayam petelur berumur 20 minggu berjumlah 1000 ekor. Adapun urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan vaksin ND+IB minum dosis 1000 ekor dan Medimilk 40 gr. Sebelum diberi vaksin, ayam dipuasakan dari air minum selama 2 jam. Jadi misalkan waktu pemberian vaksin kita rencanakan jam 10.00 siang, maka dari jam 08.00 pagi, air minum sudah dikuras dan dikosongkan. Untuk pakan bisa tetap diberikan seperti biasa. 
  2. Siapkan 30 liter air bersih lalu bagi kedalam dua wadah. 25 liter untuk mencampur Medimilk, dan 5 liter sisanya untuk mencampur vaksin ND+IB. 
  3. Larutkan 40 gr Medimilk ke dalam wadah 25 liter air. Aduk sampai merata, lalu diamkan selama 10-15 menit. 
  4. Buka botol vaksin ND+IB. Masukkan botol ke dalam wadah air 5 liter. Biarkan air masuk kedalam botol. Goyang-goyangkan agar vaksin keluar semua dari botolnya termasuk yang masih menggumpal. 
  5. Setelah botol vaksin bersih, aduk larutan sampai merata. 
  6. Masukkan larutan vaksin 5 liter ke dalam larutan Medimilk 25 liter. Aduk sampai merata. 
  7. Berikan larutan ke ayam secara merata.   
  8. Vaksin dalam air minum harus habis dalam waktu 2-3 jam setelah pemberian.
 
Baca juga:

Ulasan

Vaksinasi adalah langkah pencegahan penyakit yang penting sekali dilakukan secara lengkap terhadap ayam dalam usaha ayam petelur. Jenis dan metode vaksin bisa disesuaikan dengan kondisi area peternakan, jenis virus yang sering mengancam, ataupun berkonsultasi dengan dokter hewan. Biasa juga jadwal vaksin sudah diberikan dari tempat kita membeli bibit ayam atau pulet.

Metode vaksin ND+IB melalui air minum menurut saya mudah dilakukan dibandingkan dengan metode suntik. Disamping itu, metode ini tidak terlalu menyebabkan stress pada ayam sehingga sangat cocok untuk diterapkan pada ayam petelur usia produksi. Selamat beternak, sedulur !

 

Bagikan ke teman-teman anda

Tinggalkan komentar

Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done