Cara Menghitung Komposisi Pakan Ayam Petelur - Fachrul Hidayat
News Update
Loading...

Wednesday, 30 October 2019

Cara Menghitung Komposisi Pakan Ayam Petelur

komposisi pakan ayam petelur

Pakan adalah bagian paling krusial dalam usaha ayam petelur. Baik tidaknya program pakan yang diterapkan kepada ayam berdampak pada bagian lain, seperti tingkat produksi, penyakit, dan lingkungan kandang.

Pakan mempengaruhi tingkat produksi ayam petelur. Penerapan pakan dengan kandungan gizi yang sesuai adalah salah satu penentu agar produksi telur menjadi stabil. Sebaliknya, kesalahan komposisi pakan dapat menurunkan tingkat produksi, bahkan membuat ayam mogok bertelur sebelum waktunya.


Pakan yang baik adalah yang segar dan baru. Pakan yang terlalu lama disimpan, kotor, atau berbau memungkinkan telah mengalami penurunan gizi dan mengandung bakteri yang dapat memicu munculnya penyakit. Disamping itu, pakan yang tidak sehat menghasilkan kotoran ayam yang berbau menyengat dan tidak nyaman untuk lingkungan kandang.


Baca juga:
Komposisi pakan ayam petelur harus mengandung gizi tertentu untuk bertahan hidup dan juga memproduksi telur. Pakan ini bisa diperoleh dengan tiga cara. Pertama, membeli pakan yang telah siap konsumsi dari pabrikan. Pakan jenis ini dapat langsung diberikan kepada ayam. Kedua, membuat pakan sendiri dengan bahan-bahan tertentu yang tersedia di lingkungan sekitar. Ketiga, yang merupakan perpaduan dari keduanya, dimana kita membeli konsentrat, zat sumber protein dari pabrikan, lalu dicampurkan dengan makanan utama berupa jagung dan bekatul.

Cara ketiga adalah cara yang paling banyak dilakukan peternak ayam petelur, terutama peternak dengan populasi menengah, sebab lebih ekonomis dibandingkan cara pertama, dan lebih praktis dibandingkan cara kedua. Tengah-tengah lah istilahnya.


Lalu bagaimana komposisi pakan yang tepat untuk ayam petelur dengan kandungan konsentrat, jagung, dan bekatul? Berapa persen kandungan konsentrat? Berapa jagung dan bekatul? Bagaimana perbandingannya? Bagaimana cara menghitungnya? Mari kita uraikan dengan jelas.




Pakan Ayam Petelur Berdasarkan Umur


Apakah konsumsi pakan ayam petelur berbeda-beda untuk setiap tingkatan umur? Iya, berbeda. Konsumsi pakan terhadap umur berbeda berdasarkan jenis atau strain dari ayam petelur. Banyaknya konsumsi pakan dikeluarkan oleh perusahaan yang meneliti dan menghasilkan strain ayam petelur tersebut.
 

Berikut ini adalah konsumsi pakan ayam petelur strain Hy-line yang dikeluarkan oleh perusahaan Hy-line Internasional.
 konsumsi pakan ayam petelur

Tabel diatas adalah konsumsi pakan perhari untuk ayam petelur Hy-line pada fase pertumbuhan yaitu umur 1-17 minggu. Tampak dalam tabel bahwa ukuran pakan berbeda dan terus meningkat pada setiap tingkatan umur. Pada umur 4 minggu misalnya, ukuran pakan adalah 27-29 gr/ekor/hari. Pada umur 17 minggu, sebelum ayam memasuki fase produksi di umur 18 minggu, ukuran pakan adalah 78-82 gram/ekor/hari. 


Memasuki fase produksi, dari umur 18 minggu sampai 100 minggu, konsumsi pakan terus meningkat seiring dengan bertambahnya bobot ayam serta kebutuhan gizi untuk memproduksi telur. Terlihat di tabel, konsumsi pakan menyentuh angka 100 - 177 gr/ekor/hari dari umur 34 minggu sampai 46 minggu. Angka tersebut masih terus bertambah sampai memasuki masa afkir di umur 100 minggu. Tabel selengkapnya bisa ditemukan di dokumen Hy-line Internasional.



Komposisi Pakan Ayam Petelur


Berdasarkan sebagian besar referensi dan pengalaman peternak, pakan ayam petelur yang dibuat dengan campuran jagung, konsentrat, dan bekatul, akan mencapai nilai gizi terbaik dengan perbandingan 50:30:15, dimana jagung sebesar 50%, konsentrat sebesar 35% dan bekatul sebesar 15%. Namun ada juga peternak yang menerapkan perbandingan komposisi pakan berbeda, tentu dengan pertimbangan dan pengalaman masing-masing.

Baca juga:
kandungan pakan ayam petelur

Menghitung Komposisi Pakan Ayam Petelur


Setelah mengetahui ukuran dan perbandingan komposisi pakan ayam petelur, selanjutnya kita bisa menghitung sendiri berapa jumlah pakan yang dibutuhkan perhari sesuai dengan umur dan populasi ayam kita.

Untuk memudahkan contoh perhitungan, kita misalkan saja ayam petelur kita adalah strain Hy-line dengan populasi sebanyak 1000 ekor pada umur 15 minggu. Berapa kebutuhan pakan perhari? Berapa kandungan jagung, konsentrat, dan bekatul?

komposisi pakan ayam petelur

Kebutuhan Pakan Perhari


Pada umur 15 minggu, konsumsi pakan ayam adalah 72-76 gram/hari/ekor. Kita ambil tengahnya saja yaitu 74 gram/hari/ekor. Maka:

Kebutuhan pakan untuk 1000 ekor = 1000 x 74 gram = 74.000 gram atau 74 kg.

Jadi kebutuhan pakan per hari yaitu 74 kg.


Komposisi Pakan Perhari


Selanjutnya kita menghitung berapa komposisi jagung, konsentrat, dan bekatul dalam pakan sebesar 74 kg tersebut.

Kandungan jagung adalah 50 %, maka:
Jumlah jagung = 50 x 74 kg : 100 = 37 kg


Kandungan konsentrat adalah 35 %, maka:
Jumlah konsentrat = 35 x 74 kg : 100 = 26 kg

Kandungan bekatul adalah 15 %, maka:
Jumlah bekatul = 15 x 74 kg : 100 = 11 kg

Dengan perhitungan seperti diatas maka kita dapatkan bahwa untuk populasi 1000 ekor ayam petelur pada umur 15 minggu, membutuhkan 74 kg pakan perhari, yang terdiri dari 37 kg jagung, 26 kg konsentrat, dan 11 kg bekatul.

Untuk ayam petelur dengan jumlah populasi dan umur yang berbeda, dapat dihitung kembali seperti contoh perhitungan diatas dengan menyesuaikan konsumsi pakan berdasarkan umur ayam.

komposisi pakan ayam petelur

Baca juga:

Ulasan


Pakan ayam petelur yang dibuat dengan campuran jagung, konsentrat, dan bekatul adalah cara penerapan pakan yang banyak digunakan peternak, terutama peternak dengan populasi menengah. Ukuran pakan ayam petelur berbeda berdasarkan umurnya, dan perbandingan komposisi pakan yang banyak digunakan yaitu jagung sebanyak 50 %, konsentrat sebanyak 53 %, dan bekatul sebanyak 15 %. 

Penerapan pakan adalah bagian yang krusial dalam peternakan ayam petelur. Untuk itu perlu perhitungan yang teliti agar campuran pakan yang dibuat memenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan ayam. Pakan yang baik menentukan tingkat kesehatan dan produktifitas ayam petelur.

Bagikan ke teman-teman anda

Tinggalkan komentar

Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done