Fachrul Hidayat: Bisnis
News Update
Loading...
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Sunday, 22 November 2020

Cara Pemberian Vaksin ND+IB pada Ayam Petelur Melalui Air Minum

Selama pengalaman saya beternak ayam petelur yang baru seumur jagung, menurut saya, tantangan terbesar dalam usaha ini adalah serangan penyakit. Serangan penyakit pada ayam dapat menurunkan produktivitas telur, dapat menyebabkan kematian pada ayam, dan tidak menutup kemungkinan dapat mengakibatkan usaha ternak bangkrut seketika.

vaksin nd+ib melalui air minum

Oleh sebab itu, segala upaya untuk mencegah bibit penyakit masuk di area peternakan mesti dilakukan secara paripurna. Dua istilah yang dikenal di kalangan peternak untuk mencegah penyakit yaitu biosekuriti dan vaksinasi. 

Biosekuriti adalah upaya mencegah ada dan menularnya penyakit ke dalam dan ke luar area kandang. Bentuknya bisa berupa desinfeksi area kandang, membatasi orang keluar masuk kandang, sanitasi yang baik, dll.

Setelah biosekuriti terlaksana dengan baik, hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu vaksinasi. Vaksinasi merupakan upaya memasukkan vaksin kedalam tubuh ternak, dalam hal ini ayam petelur. 

Vaksin adalah mikroorganisme yang sudah dilemahkan dan dibentuk sedemikian rupa untuk memacu pembentukan antibodi dalam tubuh ayam. Dengan adanya antibodi, saat ada serangan penyakit datang, tubuh ayam siap untuk melawan. Begitulah kurang lebih pemahaman saya sebagai orang awam. Hehe

Ancaman virus ND terhadap ayam petelur

Salah satu penyakit menular dan mematikan yang sering menyerang ayam adalah penyakit Newcastle Desease yang sering disingkat ND. ND sering sekali menyerang ternak unggas di Indonesia. Jika sudah terjangkit, biasanya sulit bahkan mustahil untuk di obati. Untuk itulah tindakan vaksinasi sebagai upaya pencegahan menjadi amat penting. 

Menurut teman saya yang sarjana peternakan, ayam yang terjangkit penyakit ND, jika di bedah biasanya mengalami peradangan pada usus dan leher akibat virus ND. Di lapangan, tanda serangan ND yang paling mudah dikenali adalah ayam mengalami leher terpuntir atau bengkok.

Beberapa hari lalu ayam-ayam saya mengalami gejala ND seperti diatas. 5 ekor ayam mati dalam dua minggu terakhir dimana 3 diantaranya mengalami leher yang terpuntir. Saya segera meyakini bahwa itu adalah serangan ND. Untuk melindungi ayam-ayam lain yang masih sehat, saya segera melakukan vaksinasi ND pada seluruh ayam di peternakan saya.

Baca juga:

Metode vaksin ND+IB

Vaksin ND tersedia untuk metode suntik, tetes mata, atau melalui minuman. Berhubung ayam-ayam saya sedang dalam masa produksi telur, maka sebisa mungkin saya menghindari metode vaksin dengan suntik. Saya memilih aplikasi vaksin melalui air minum saja.

vaksin nd+ib melalui air minum
Vaksin ND+IB

Saya membeli vaksin ND+IB di toko ternak terdekat. Tambahan vaksin IB sekaligus untuk mencegah virus Infectious Bronchitis. Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan akut yang juga sangat berbahaya bagi ayam dan amat cepat menular. Vaksin ND+IB ini nantinya akan dicampurkan kedalam air minum ayam.
 

Vaksin ND+IB untuk minum ini setahu saya sama dengan vaksin untuk tetes mata. Metodenya bisa dipilih, lewat tetes mata atau melalui air minum. Vaksin ini tersedia dalam dosis 500 ekor dan 1000 ekor.

Medimilk untuk menetralkan air

Satu hal yang wajib diperhatikan dalam pemberian vaksin melalui air minum adalah kualitas air yang akan digunakan untuk melarutkan vaksin. Pada peternakan ayam seringkali digunakan air yang mengandung kaporit (klorin) atau desinfektan untuk mengurangi cemaran mikroorganisme patogen seperti bakteri ecoli. 

Bahkan tidak jarang air juga mengandung berbagai macam logam berat terutama pada air minum yang berasal dari sumber air yang berdekatan dengan daerah penambangan atau daerah berkapur. 

Air minum dengan kandungan klorin, desinfektan, dan logam dapat mengurangi aktivitas kerja vaksin. Oleh karena itu kita perlu menambahkan stabilisator vaksin dan pengikat logam pada air, contohnya Medimilk dan Netrabil.

Medimilk adalah produk yang banyak digunakan oleh peternak di lapangan. Sebagai stabilisator, Medimilk berperan memperbaiki mutu air dengan mengikat kandungan logam pada air agar tidak merusak vaksin. Kebutuhan Medimilk dalam campuran vaksin adalah 10 gram per 5 liter air.

vaksin nd+ib melalui air minum
Medimilk untuk menetralkan air

Kadang ada peternak yang menggunakan susu biasa sebagai stabilisator air. Apakah ini bisa? 
 

Menurut beberapa literatur yang saya baca, susu biasa (full cream/kental manis) tidak bisa digunakan sebagai stabilisator air sebab masih tinggi kadar lemaknya. Lemak dapat mengikat dan menyelubungi mikroorganisme seperti bakteri, protozoa, dan virus vaksin yang dilarutkan dalam air minum. Dengan demikian, susu biasa malah dapat menghambat aktivitas virus vaksin.

 

Perbandingan air dan vaksin

Sebelum ayam diberi vaksin melalui air minum, ayam harus dipuasakan dari air minum selama 2 jam. Hal ini bertujuan agar saat diberi vaksin nantinya, ayam bisa lahap meminum air campuran vaksin.

Berapa kebutuhan air untuk melarutkan vaksin ND+IB?

Kebutuhan air untuk melarutkan vaksin adalah sebanyak berapa seharusnya kebutuhan air minum ayam dalam kurung waktu 2 jam dipuasakan. Sedangkan kebutuhan air minum ayam ditentukan oleh jenis dan umur ayam, seperti nampak pada tabel berikut:

Kebutuhan air ayam via medion.co.id

Tabel perkiraan kebutuhan air minum diatas dikeluarkan oleh Medion untuk populasi 1000 ekor ayam. Bagaimana kalau ayam kita jumlahnya bukan 1000 ekor? Ya tinggal disesuaikan saja. Misalnya ayam petelur 500 ekor pada umur 112 hari atau lebih, maka berarti kebutuhan air minumnya selama 2 jam adalah 15 liter.

Kebutuhan air minum untuk melarutkan vaksin juga bisa ditentukan dari feed intake atau jumlah pakannya. Dalam satu hari kebutuhan air minum yang diperlukan ayam adalah 2 x jumlah pakan. Misalnya, jumlah pakan harian per ekor ayam adalah 100 gram, maka kebutuhan air minumnya sebanyak 200 ml per ekor per hari.

Dapat kita asumsikan bahwa kebutuhan air minum untuk melarutkan vaksin adalah 15% dari kebutuhan hariannya. Artinya setiap ekor ayam membutuhkan 30 ml (15% x 200 ml). Selanjutnya tinggal dikalikan dengan jumlah populasi ayam yang akan di vaksinasi. Misalkan ayam 1000 ekor, maka kebutuhan air untuk melarutkan vaksin adalah sekitar 30.000 ml atau 30 liter.

Cara aplikasi vaksin ND+IB melalui air minum

Setelah memahami uraian di atas, selanjutnya akan kita uraikan langkah-langkah pemberian vaksin ND+IB melalui air minum.

Untuk memudahkan, kita anggap saja ayam yang akan diberi vaksin adalah ayam petelur berumur 20 minggu berjumlah 1000 ekor. Adapun urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan vaksin ND+IB minum dosis 1000 ekor dan Medimilk 40 gr. Sebelum diberi vaksin, ayam dipuasakan dari air minum selama 2 jam. Jadi misalkan waktu pemberian vaksin kita rencanakan jam 10.00 siang, maka dari jam 08.00 pagi, air minum sudah dikuras dan dikosongkan. Untuk pakan bisa tetap diberikan seperti biasa. 
  2. Siapkan 30 liter air bersih lalu bagi kedalam dua wadah. 25 liter untuk mencampur Medimilk, dan 5 liter sisanya untuk mencampur vaksin ND+IB. 
  3. Larutkan 40 gr Medimilk ke dalam wadah 25 liter air. Aduk sampai merata, lalu diamkan selama 10-15 menit. 
  4. Buka botol vaksin ND+IB. Masukkan botol ke dalam wadah air 5 liter. Biarkan air masuk kedalam botol. Goyang-goyangkan agar vaksin keluar semua dari botolnya termasuk yang masih menggumpal. 
  5. Setelah botol vaksin bersih, aduk larutan sampai merata. 
  6. Masukkan larutan vaksin 5 liter ke dalam larutan Medimilk 25 liter. Aduk sampai merata. 
  7. Berikan larutan ke ayam secara merata.   
  8. Vaksin dalam air minum harus habis dalam waktu 2-3 jam setelah pemberian.
 
Baca juga:

Ulasan

Vaksinasi adalah langkah pencegahan penyakit yang penting sekali dilakukan secara lengkap terhadap ayam dalam usaha ayam petelur. Jenis dan metode vaksin bisa disesuaikan dengan kondisi area peternakan, jenis virus yang sering mengancam, ataupun berkonsultasi dengan dokter hewan. Biasa juga jadwal vaksin sudah diberikan dari tempat kita membeli bibit ayam atau pulet.

Metode vaksin ND+IB melalui air minum menurut saya mudah dilakukan dibandingkan dengan metode suntik. Disamping itu, metode ini tidak terlalu menyebabkan stress pada ayam sehingga sangat cocok untuk diterapkan pada ayam petelur usia produksi. Selamat beternak, sedulur !

 

Thursday, 19 November 2020

Mengolah Bahan Alternatif Pengganti Konsentrat Untuk Pakan Ayam

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh peternak ayam petelur adalah tingginya biaya pakan. Biaya pakan mengambil sekitar 70-80% dari total ongkos produksi. Misalkan biaya bulanan sebuah usaha ayam petelur adalah 10 juta, maka biaya pakan berkisar kurang lebih 7-8 jutaan. Ini hanya pengalaman pribadi saja ya, bukan hasil riset. Hehe

pakan alternatif konsentrat ayam petelur

Pakan memang amat krusial posisinya dalam usaha ayam petelur sebab berdampak langsung terhadap kesehatan dan produktifitas ayam. Makanya para peternak biasa gigit jari saat harga bahan pakan melonjak naik. Sebab meskipun mahal, mau tak mau kebutuhan pakan ayam harus tetap dipenuhi agar ayam tetap bisa produksi dengan baik.
 
Baca juga:

Kebutuhan gizi untuk pakan ayam petelur


Ayam petelur pada usia produktif membutuhkan gizi yang terkandung dalam pakan yaitu sebagai berikut: 10-30% protein, 40-60% karbohidrat, dan 5-6% lemak.
 
Dari kebutuhan gizi diatas, nampak bahwa lebih dari 50% pakan ayam harus mangandung karbohidrat. Sumber karbohidrat terbanyak bisa di dapatkan dari tanaman biji-bijian, seperti jagung, gandum, sorgum, dll. Itulah mengapa dalam komposisi pakan yang sering dipakai para peternak, jagung selalu mengambil jatah terbanyak.
 
Menurut penelitian para ahli yang saya baca, jagung mengandung 68,8% karbohidrat.  Itu untuk jagung kuning dan jagung putih ya. Kalau jagung manis, yang biasa kita konsumsi, persentase karbohidratnya lebih kecil, sekitar 19%. Bagian jagung yang kaya akan karbohidrat adalah biji. Tambahan karbohidrat juga bisa didapatkan dari bekatul. Bekatul yang merupakan produk sampingan dari biji padi, mengandung 43,8% karbohidrat.
 
Setelah karbohidrat, gizi yang harus ada dalam pakan ayam unggas termasuk ayam petelur, yaitu protein dan lemak. Jagung sebenarnya juga mengandung protein dan lemak namun jumlahnya sedikit. Pada bekatul juga sudah terdapat  15,8% protein dan 9,2% lemak. Tapi sumber pakan yang mengandung banyak protein adalah yang dari hewan.
 
Bahan yang sering digunakan untuk memenuhi protein pakan ayam adalah konsentrat atau pur. Konsentrat atau pur biasanya berbahan baku tepung daging, tepung ikan, tepung tulang, dan beberapa sumber hewani lainnya.
 
Nah dari uraian kandungan gizi diatas, dalam prakteknya, jagung, konsentrat, dan bekatul adalah tiga jenis bahan yang banyak digunakan sebagai pakan ayam petelur. Bahan-bahan tersebut dicampurkan menjadi satu sebelum diberikan kepada ayam.

Jagung dan bekatul umumnya mudah ditemukan disekitar, apalagi jika lokasi kandang ayam berada di pedesaan. Jagung didapatkan dari para petani jagung dan bekatul bisa diperoleh dari penggilingan padi. Namun konsentrat adalah bahan yang di produksi oleh pabrik-pabrik besar lalu disebar ke pasaran. Kita sebagai peternak bisa membelinya di toko-toko ternak yang terdekat dari tempat tinggal kita.


Harga konsentrat mahal

 
Kandungan konsentrat dalam komposisi pakan ayam petelur adalah 35%. 50% dan 15% lainnya berturut-turut adalah jagung dan bekatul.
 
Meski hanya menyumbang 35% dalam campuran pakan, tapi konsentrat adalah bahan yang paling mahal. Ditempat saya, konsentrat bisa diperoleh pada harga Rp. 8.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih mahal dibandingkan harga jagung dan bekatul.
 
Selain mahal, kadang konsentrat yang dijual di toko-toko ternak kualitasnya sudah berkurang sebab sudah berumur lama dan penyimpanannya tidak bagus. Jika Anda mencium bau konsentrat yang menyengat, biasanya itu sudah tidak bagus. Konsentrat yang bagus, baunya tidak menyengat. Nah, kualitas konsentrat yang jelek bisa memicu masalah pada pencernaan ayam.
 
Baca juga:

Membuat bahan alternatif pengganti konsentrat

 
Salah satu upaya untuk menekan biaya pakan akibat harga konsentrat yang tidak stabil yaitu membuat bahan pakan alternatif sebagai pengganti konsentrat. Pakan alternatif yang dimaksud adalah pakan yang bersumber dari bahan-bahan disekitar kita yang lebih murah namun memiliki kandungan gizi yang sama dengan konsentrat pabrikan. 
 
Konsentrat adalah penyumbang protein terbesar dalam komposisi pakan ayam petelur. Oleh sebab itu, pakan alternatif ini mesti mengandung protein yang setara dengan konsentrat. Sumber protein didapatkan dari bahan-bahan hewani.
 
Sudah banyak ahli dan praktisi yang membuat pakan pengganti konsentrat pabrikan. Beberapa bahan yang bisa digunakan adalah ikan, cacing, dan bekicot. Bahan-bahan ini mengandung protein tinggi yang sangat mencukupi untuk menjadi pakan pengganti konsentrat.

Alternatif bahan pengganti konsentrat

Ikan adalah bahan yang gampang didapatkan. Biar tidak mahal, ikan yang digunakan adalah ikan yang tidak laku terjual sebagai bahan makanan rumah tangga. Misalnya ikan-ikan kecil, atau tulang ikan. Biasanya bahan tersebut bisa didapatkan di tempat pelelangan ikan dengan harga murah.
 
Cacing dan bekicot lebih mudah lagi ditemukan. Di persawahan, bekicot menjadi hama yang mengganggu tanaman padi. Jika ingin menggunakan cacing dan bekicot sebagai pakan ayam untuk jangka panjang, bisa dibuatkan penangkaran cacing dan bekicot.
 
Untuk bisa menjadi pakan ayam, bahan-bahan diatas harus diolah terlebih dahulu menjadi tepung agar mudah dicampur dengan bahan lain dan mudah dicerna oleh ayam.


Cara mengolah Bekicot menjadi pakan ayam

 
Bekicot sejak dahulu lebih banyak dikenal sebagai hama tanaman. Tapi belakangan ini sudah banyak yang mengolah hewan ini menjadi pakan ayam. Bekicot mengandung protein hewani yang tinggi sehingga sangat cocok untuk menggantikan fungsi konsentrat.

Kandungan kimia bekicot
 

Sebelum menjadi pakan ayam, bekicot diolah menjadi tepung bekicot terlebih dahulu. Adapun langkah-langkah pembuatan tepung bekicot adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan bekicot yanag akan di olah. Rendam dan cuci dengan air bersih.
  2. Pisahkan daging bekicot dari cangkangnya dengan menggunakan pengait kawat atau bisa juga dengan memecahkan cangkangnya.
  3. Jemur daging bekicot beserta isi perutnya pada panas matahari selama 5 hari.
  4. Jika sudah kering, giling daging bekicot sampai halus.
Tepung bekicot yang sudah di olah selanjutnya dapat dicampurkan dengan bahan lain sebagai pakan ayam.
 
Baca juga:

Ulasan

 
Konsentrat adalah bahan pakan ayam petelur yang mengandung protein tinggi. Sayangnya harga yang tidak stabil dan cenderung makin mahal membuat peternak-peternak kecil seperti saya gigit jari. Selain mahal, kualitasnya pun kadang sudah menurun sebab umur yang lama dan penyimpanan di toko yang tidak baik.

Penggunaan bahan alternatif seperti tepung bekicot, tepung cacing, dan tepung ikan sebagai sumber protein pengganti konsentrat adalah salah satu cara yang ampuh untuk menekan biaya pakan dalam usaha ayam petelur.
 
Namun menurut saya penggunaan bahan alternatif ini mesti memperhitungkan kandungan gizi masing-masing bahan dengan seksama sebab beda bahan beda pula kandungan gizinya. Dengan demikian kandungan pakan hasil akhirnya setelah dicampur dengan bahan lain akan beda pula jadinya.
 
Sebagai peternak mandiri, saya berharap pemerintah dan para ahli peternakan lebih banyak turun ke lapangan untuk memberi penyuluhan ke peternak agar teknik-teknik beternak seperti pembuatan pakan alternatif ini menjadi lebih meyakinkan untuk diterapkan di lapangan. Dengan demikian, para peternak ayam petelur bisa lebih mandiri dan tidak bergantung pada pakan pabrikan.

Friday, 24 July 2020

Menghitung Untung Rugi Usaha Ayam Petelur 500 Ekor

Usaha ayam petelur belakangan ini menjadi primadona usaha ternak seiring dengan tingginya permintaan telur di pasaran. Dari hari ke hari kebutuhan telur di masyarakat terus bertambah. Wajar saja, sebab selain menjadi lauk pauk rumah tangga, telur juga menjadi bahan baku untuk pembuatan panganan lainnya seperti kue, mie, serta beberapa makanan olahan.

Banyak peternak yang sukses mengembangkan usaha ini menjadi bisnis besar dengan populasi ayam sampai puluhan bahkan ratusan ribu ekor. Skala usaha sebesar ini sudah bisa menghasilkan omzet milyaran perbulan. Namun kini tidak sedikit juga yang menjalankan usaha ternak ayam petelur dalam skala rumahan saja, dengan populasi puluhan sampai ratusan ekor.

Omzet usaha tentunya berbeda untuk populasi ayam berbeda. Namun besarnya modal yang diperlukan untuk membuat usaha ayam petelur berpopulasi besar menjadikan opsi memulai usaha ini dengan populasi kecil cukup realistis. Saya sendiri memulai usaha ini dengan populasi 500 ekor saja. Itupun di angsur dua kali dikarenakan keterbatasan modal. Pertama saya memelihara 200 ekor ayam, lalu beberapa bulan kemudian saya tambah 300 ekor lagi.

untung rugi usaha ayam petelur 500 ekor

Nah, bagaimana kita menghitung analisa usaha ayam petelur 500 ekor? Berapa biaya produksi harian yang harus dikeluarkan? Berapa biaya pakan? Berapa jumlah produksi dan hasil penjualan telur setiap hari? Apakah ada untung atau malah rugi?

Disini akan saya uraikan untung rugi usaha ayam petelur berdasarkan pengalaman saya sendiri. Pertama, kita anggap bahwa Anda telah mengetahui modal awal seperti biaya pembuatan kandang, biaya pembelian pullet atau bibit ayam petelur, serta biaya pakan saat ayam belum bertelur. Jika belum, Anda bisa membaca tulisan saya tentang itu disini. Kedua, kita membuat analisis ini dengan asumsi bahwa 500 ekor ayam yang kita miliki telah berada pada fase produksi alias telah bertelur secara merata.

Selanjutnya, seperti halnya bidang usaha lain, untuk menentukan untung atau rugi, kita mesti menganalisa seberapa besar biaya produksi yang harus dikeluarkan dan berapa hasil penjualan telur. Selisih dari kedua komponen diatas akan menghasilkan kesimpulan untung atau ruginya sebuah usaha ayam petelur.

Baca Juga:


Biaya Produksi Harian Kandang Ayam Petelur 500 Ekor


Komponen biaya produksi harian dalam usaha ayam petelur terdiri dari biaya pakan, vitamin dan obat, serta gaji karyawan. Ada juga biaya lain seperti pembelian vaksin, tapi menurut saya jumlahnya tidak signifikan dan juga pemakaiannya juga tidak menentu.


1. Biaya Pakan


Biaya pakan adalah komponen terbesar dalam biaya produksi harian. Ayam petelur pada fase produksi membutuhkan pakan sebesar 110 gram/ekor/hari. Artinya, untuk ayam sejumlah 500 ekor membutuhkan pakan harian sebesar 55.000 gram atau 55 kg yang terdiri dari campuran jagung, bekatul, dan konsentrat.

Jika Anda telah membaca tulisan saya tentang Komposisi Pakan Ayam Petelur, artinya Anda sudah memahami hitungan-hitungan tersebut diatas.


Harga pakan perkilogram berbeda-beda untuk tiap daerah. Di tempat saya, setelah menggabungkan harga jagung, dedak, dan konsentrat, diperoleh harga pakan yaitu sebesar Rp.4.650 per kilogram.

Jadi, untuk 500 ekor ayam dibutuhkan biaya pakan sebesar 55 kg x Rp.4.650 = Rp.255.750 per hari.


2. Biaya Vitamin, Obat, dan Desinfektan


Vitamin dan obat sebenarnya tidak digunakan setiap hari. Vitamin diberikan sesekali saja, yang umumnya bertujuan untuk mencegah stress berlebihan pada ayam. Misalkan pada saat perpindahan kandang, cuaca yang tidak bagus, atau saat dilakukan vaksinasi. Obat-obatan diberikan kondisional saja, jika ada gejala sakit pada ayam. Jenis dan harga obatnya pun berbeda-beda.

Desinfektan disemprotkan sesekali disekeliling kandang untuk membunuh virus dan bakteri pengganggu. Selain itu, desinfektan juga digunakan sebagai biosecurity, disemprotkan ke tangan dan kaki orang yang keluar masuk kandang.

Karena pemakaiannya hanya sedikit, biaya untuk komponen ini tidak begitu besar. Untuk memudahkan perhitungan, kita ambil biaya rata-rata harian saja berdasarkan pengalaman saya yaitu Rp.40/ekor/hari. Jadi untuk 500 ekor ayam, kita membutuhkan biaya vitamin dan obat sebesar: 500 ekor x Rp.40 = Rp.20.000 per hari.


3.    Gaji Karyawan


Komponen biaya untuk gaji karyawan tentunya berbeda-beda bagi setiap orang karena ini termasuk personal agreement, alias kesepakatan pribadi. Terserah saja Anda ingin mengangkat berapa orang karyawan dan berapa gaji yang diberikan.

untung rugi usaha ayam petelur 500 ekor

Menurut saya, mengurus ayam petelur 500 ekor bukanlah pekerjaan yang berat. Malah, jika memungkinkan, anda bisa menjaganya sendiri. Jika anda telah menggeluti usaha ini, maka anda akan paham. Ada orang yang bisa menjaga kandang berpopulasi 8000 ekor seorang diri.

Misalkan saja kita hanya mempekerjakan satu orang untuk mengurus 500 ekor ayam. Tugasnya untuk menjaga kandang, memberi makan, dan mengumpulkan telur. Gajinya Rp.1.000.000 perbulan. Artinya, biaya gaji karyawan disini adalah Rp.33.300 per hari.

Dari uraian diatas, selanjutnya kita bisa menjumlahkan komponen-komponen biaya yang telah disebutkan. Hasilnya, kita dapatkan biaya produksi untuk ayam petelur 500 ekor yaitu sebesar Rp.309.000 per hari.

Baca Juga:


Produksi dan Hasil Penjualan Telur 500 Ekor Ayam


Untung ruginya usaha ayam petelur akan ditentukan oleh hasil penjualan telur. Banyaknya telur yang bisa di jual ditentukan oleh produktifitas ayam. Peternak mesti melakukan segala upaya untuk mencapai produktifitas ayam yang semaksimal mungkin.


1. Produktifitas Ayam Petelur


Produktifitas ayam petelur akan fluktuatif alias tidak menentu. Banyak faktor yang berperan disini. Mulai dari umur ayam, kualitas pakan yang diberikan, kebersihan air minum, bentuk dan kondisi kandang, cuaca, dll.

Saya kenal peternak yang bisa mencapai produktifitas ayam sampai 95% pada puncak produksi. Artinya, misalkan ia memiliki 1000 ekor ayam, ia bisa mendapatkan 950 butir telur setiap hari. Saya juga kenal peternak yang hanya bisa mendapatkan 700 butir telur dari 1000 ekor ayam. Artinya, produktifitas ayamnya hanya sekitar 70% saja. Kandang ayam saya sendiri saat ini hanya bisa mencapai produktifitas di angka 82%.

Untuk memudahkan perhitungan kita ambil produktifitas rata-ratanya saja, yaitu 75%. Jadi, dari 500 ekor ayam yang dimiliki, kita asumsikan bahwa produksi telurnya hanya 375 butir per hari.


2. Penjualan Telur Ayam


Penjualan telur ayam hasil peternakan lagi-lagi akan berbeda setiap daerah. Fluktuasi harga ini amat dipengaruhi oleh jumlah konsumen dan ketersediaan stok di pasaran.

Di daerah yang terdapat banyak peternakan ayam petelur, biasanya harga telur akan murah, sebab stok tersedia dalam jumlah banyak. Di daerah perkotaan, meskipun suplai telur banyak yang masuk dari segala arah, namun harga telur tetap terjaga tinggi sebab jumlah konsumen banyak. Untuk itu sangat penting untuk mempertimbangkan aspek pemasaran sebelum memulai usaha ayam petelur ini.


Di daerah saya, harga telur saat ini berada di angka Rp.39.000 per rak. Satu rak berisi 30 butir telur. Kadang harga naik sampai Rp.42.000 per rak, dan pernah juga turun di harga Rp.36.000 per rak.

Kembali kita ambil rata-ratanya untuk memudahkan kita membuat analisis ini. Kita asumsikan saja bahwa di kandang, kita menjual telur seharga Rp.38.000 per rak.

Dengan produksi telur kita tadi sebanyak 375 butir, artinya dalam sehari kita bisa menjual tak kurang dari 12 rak. Maka hasil penjualan telur kita adalah: Rp.38.000 x 12 rak = Rp.456.000 per hari.

Baca Juga:


Usaha Ayam Petelur 500 Ekor, Untung atau Rugi?


Nah, setelah menguraikan komponen biaya produksi, produktifitas ayam, dan hasil penjualan telur seperti diatas, maka kita dengan mudah dapat melihat untung atau rugi usaha ayam petelur kita.

Dalam usaha ayam petelur 500 ekor dibutuhkan biaya produksi harian sebesar Rp.309.000, sedangkan hasil penjualan telur sebesar Rp.494.000 perhari. Artinya dalam sehari kita bisa mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp.147.000. Jika dikalikan 30 hari, maka keuntungan bersih dalam kurun waktu sebulan yaitu sebesar Rp.4.410.000.

Untung? Itu tergantung dari persepsi Anda masing-masing. Jika anda memasukkan komponen lain seperti penurunan nilai aset, atau penyusutan kandang, maka itu lain cerita. Saya sendiri tidak begitu peduli dengan hal-hal tak tersebut. Hehe


Secara pribadi saya menganggap bahwa usaha ayam petelur dengan populasi 500 ekor cukup baik dijalankan sebagai usaha rumahan, alias bukan sebagai sumber penghasilan utama. Agar hasil lebih optimal, sebaiknya kandang dibangun tak jauh dari tempat tinggal agar mudah dikontrol. Lebih bagus lagi jika kita yang merawatnya sendiri, tak perlu menggaji karyawan.

Bagi Anda yang memang memiliki passion di usaha ayam petelur, memiliki 500 ekor ayam bisa menjadi sarana Anda untuk belajar. Anda bisa memahami seluk beluk usaha ini secara komprehensif terlebih dahulu sebelum bergerak ke populasi ayam yang lebih banyak dengan peluang dan tantangan bisnis yang lebih kompleks. Selamat beternak, sedulur !


Sunday, 19 July 2020

4 Alasan Kuat Mengapa Anda Harus Mulai Menulis di Blog

Di dunia ini tidak ada yang bisa memaksa Anda menulis. Dalam undang-undang, menulis tidak masuk dalam satu pun pasal kewajiban warga negara. Maka kita boleh saja melakukannya, tapi tidak wajib. Kecuali jika ada tuntutan lain yang menjadikan Anda wajib untuk menulis. Misalnya Anda wartawan media, maka mau tak mau Anda harus menulis sebab pembaca media mau membaca apa jika Anda tidak menulis. Hehe

Di era 4.1 yang serba digital sekarang ini, menulis tidak hanya bisa dilakukan di kertas. Kini ada flatform online yang memungkinkan tulisan kita dapat menjangkau pembaca yang tak terbatas. Ada flaform gratisan seperti Blogspot, Wordpress, atau Tumblr, dan ada pula yang berbayar.

Melalui artikel ini saya hendak mengajak Anda untuk mulai menulis, meskipun Anda bukan wartawan. Buatlah Blog, kembangkan menjadi sebuah website yang bagus, dan bagikan tulisan-tulisan Anda secara online.

alasan kuat menulis di blog

Untuk menulis, kita semua perlu alasan. Dengan itu kita akan semangat dan konsisten melakukannya. Ada orang yang menulis karena memang hobi. Ia menganggap menulis ibarat lari pagi yang mesti dilakukan tiap hari sebab dengan begitu ia merasa senang. Ada orang menulis karena katanya menulis dapat melepaskan beban pikiran. Menulis mungkin terasa seperti curhat bagi orang-orang ini. Ada pula orang yang menulis karena ingin menjadi bagian dari sejarah. Konon dengan menulis lalu menyebarkannya secara online, mereka akan kekal dalam ingatan manusia. Hehe

Bagi Anda yang tidak cocok dengan alasan-alasan diatas, jangan khawatir. Di bawah ini masih ada beberapa alasan lain mengapa Anda harus mulai menulis di Blog. Bagi saya sendiri, alasan-alasan ini sangat powerfull untuk mendorong saya terus menulis.


Membantu Orang Lain


Alasan pertama dan paling penting adalah menulis untuk membantu orang lain. Sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, membantu sesama harus selalu menjadi prioritas. Bagaimana bisa dengan menulis dapat membantu orang lain?

Sekarang ini hampir segala solusi untuk permasalahan peradaban bisa ditemukan di internet. Jika ada sesuatu yang tidak kita ketahui, dengan mudah kita tinggal mengetik kata kuncinya di Google dan  ribuan tulisan yang sesuai akan muncul seketika.

alasan kuat menulis di blog

Nah, jika Anda menulis sesuatu yang bermanfaat di Blog, misalkan sebuah tips atau rekomendasi untuk suatu masalah, maka orang akan menemukan tulisan anda dan mungkin saja menjadi solusi bagi permasalahan mereka. Dengan demikian, secara tidak langsung anda telah membantu orang lain.

Di Blog ini saya sering menulis tentang pengalaman saya beternak ayam. Anda mungkin tidak akan percaya bahwa sudah puluhan orang yang menghubungi saya secara langsung setelah membaca tulisan saya. Ada yang bertanya cara mencampur makanan ayam, ada yang meminta gambar kandang ayam, dan banyak pula yang sekedar bertegur sapa. Tentunya saya sangat senang sebab tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain.


Mengembangkan Wawasan


Dengan menulis, secara tidak sadar anda akan mendapatkan peningkatan wawasan. Biasanya sebelum kita mulai membuat tulisan tentang suatu topik, kita perlu mengetahui topik tersebut secara lengkap agar tulisan yang kita hasilkan lengkap dan informatif. Mungkin kita perlu mengingat-ingat kembali pengalaman lama, membaca buku yang berkaitan dengan topik tersebut, ataupun membaca artikel lain yang sesuai lalu kemudian dipadukan dengan pengetahuan kita sendiri.

alasan kuat menulis di blog

Misalkan kita hendak menulis cerita perjalanan wisata ke Candi Borobudur. Nah, untuk melengkapi tulisan kita, mungkin kita perlu membaca artikel tentang candi tersebut. Mungkin kita ingin menambahkan sedikit informasi tentang sejarah candi, atau kisah di balik pembuatan candi. Atau barangkali kita ingin menambahkan harga-harga penginapan yang tersedia di sekitar candi tersebut. Dengan demikian tulisan kita nantinya akan lebih berbobot.

Saat melakukan riset sederhana tentang topik Candi Borobudur, secara tidak sadar pengetahuan kita tentang candi tersebut menjadi segar dan tentunya bertambah luas.

Begitupun saat hendak membuat tulisan dengan topik lain. Riset-riset kecil yang dilakukan akan meningkatkan wawasan kita tentang topik tersebut. Mungkin itulah sebabnya, kebanyakan penulis yang saya kenal amat cerdas dan berwawasan luas. Ngobrol tentang apa saja bisa nyambung. Hehe


Melatih Kemampuan Menulis


Rutin menulis di Blog akan melatih kemampuan kita untuk membuat tulisan yang baik. Tulisan yang baik bukan hanya berbobot dan informatif melainkan juga harus sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan yang baku.

alasan kuat menulis di blog

Anda belum paham kaidah penulisan yang bagus? Tidak masalah. Lihatlah tulisan ini. Masih banyak kesalahan pemakaian huruf kapital serta tanda baca. Tapi tak menyurutkan semangat saya untuk terus menulis. Tulisan-tulisan saya terdahulu malah lebih parah. Perlahan-lahan, sambil terus membuat tulisan di Blog, kemampuan menulis kita akan bertambah dengan sendirinya.

Saat sering berkecimpung di lingkungan per-Blog-an, kita akan sering melihat tulisan yang di buat oleh orang lain yang mungkin saja lebih bagus, tanda bacanya tepat, sehingga nyaman di baca. Dari sanalah secara sadar atau tidak kita telah belajar. Lama-kelamaan tulisan kita juga makin hari makin bagus.

Menulis dengan kaidah yang benar adalah kemampuan yang penting di jaman sekarang ini. Di bidang akademik, di pekerjaan, ataupun di lingkungan sehari-hari, teknik menulis akan selalu bermanfaat. Ini akan menjadi softskill yang membedakan kita dari orang lain.


Menghasilkan Uang


Di era ekonomi digital sekarang ini, jika kita tidak memiliki investasi yang digital pula, maka agak miris rasanya. Lihatlah keluar, orang-orang sudah bisa menghasilkan uang meski tak bekerja secara nyata.

Orang bisa berpenghasilan milyaran sebulan dengan meng-upload video ke kanal Youtube. Ada orang yang kaya raya dengan menjual foto ke website virtual. Ada banyak penjual yang sukses meraup keuntungan dari menjajakan dagangannya secara online. Jumlah pekerja digital ini terus bertambah dari tahun ke tahun.

alasan kuat menulis di blog

Jika Anda termasuk orang yang masih terlelap, tidak menyadari perubahan jaman seperti ini, maka bangunlah segera. Saya tidak meminta Anda untuk berhenti dari pekerjaan kantoran dan mulai menjadi Youtuber. Hehe. Tidak sama sekali. Namun Anda harus mulai memikirkan untuk memiliki investasi yang berbasis digital.

Menulis di Blog adalah salah satu bentuk investasi digital. Jika tulisan Anda disukai orang lalu pembaca mulai berdatangan dan jumlahnya bertambah dari hari ke hari, maka itu adalah modal yang berharga bagi Anda. Saat trafik pembaca Blog sudah tinggi, Anda dapat mengatur Blog Anda sedemikian rupa sehingga mendapatkan tawaran iklan untuk dipajang di Blog tersebut. Dari iklan itu, Anda bisa mendapatkan uang.

Penghasilan dari Blog jumlahnya akan bergantung pada tulisan-tulisan Anda. Semakin menarik tulisan, maka semakin banyak pula pengunjung yang datang. Saat pengunjung semakin banyak, maka peluang mendapatkan penghasilan yang lebih besar juga terbuka lebih luas.

* * *

Demikianlah saudara-saudara. I strongly suggest you to start writing. Hari ini juga, menulislah. Tulis apa saja yang sekiranya akan bermanfaat lalu bagikan di Blog. Isi pikiran Anda, ide-ide, literasi, serta pengalaman hidup Anda adalah pengetahuan yang mungkin dibutuhkan oleh orang di sisi dunia yang lain. Maka menulislah. Toh, selain akan bermanfaat untuk orang lain, menulis ternyata bisa membawa manfaat yang besar bagi diri kita sendiri.

Thursday, 16 July 2020

Ubiqu, Solusi Internet Daerah Terpencil

Berbicara soal kesenjangan desa dan kota seperti tak akan ada ujungnya. Pilih saja mau di bidang apa. Pendidikan, ekonomi, infrastruktur, atau apa saja. Ibarat film Ratapan Anak Tiri, desa lah yang selalu menjadi anak tiri, mendapatkan fasilitas yang terbelakang dibandingkan dengan fasilitas di perkotaan. Padahal, cobalah menutup hubungan antara desa-desa dan kota dalam waktu sebulan saja. Maka kota akan merana, entah akan dapat bahan makanan dari mana.

Jaringan internet di era 4.1 sekarang ini bukan lagi hal yang sulit di akses. Namun bagi desa saya di pegunungan Sulawesi Barat, internet adalah hal yang bukan hanya mahal melainkan juga tidak tersedia. Saat kota-kota sudah belasan tahun menikmati internet, sampai hari ini desa saya masih juga tidak terjangkau. Jangankan fasilitas internet, jaringan seluler pun tak ada. Padahal jaringan seluler dan internet di jaman sekarang ini berfungsi sangat krusial untuk memajukan taraf hidup masyarakat.

Tapi sudahlah. Tulisan ini bukan bertujuan untuk memelas ataupun meminta belas kasih pemerintah untuk desa-desa. Prinsip saya pribadi dalam hal ini adalah masyarakat desa mesti selalu mensyukuri nikmat yang ada dan wajib terus berusaha agar bisa hidup mandiri. Desa bisa maju dengan memanfaatkan sistem sosial dan kearifan lokal yang tumbuh alami bersamanya.

Dua hari lalu rumah saya di desa sudah bisa mengakses internet. Kami membeli dan memasang perangkat internet Ubiqu secara mandiri. Problematika selama belasan tahun akhirnya tuntas seketika. Hehe

review internet ubiqu
Baca Juga:

Ubiqu Internet dari Langit


Ubiqu adalah produk layanan internet mandiri yang dikembangkan oleh PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Mengusung slogan ‘Internet dari Langit’, Ubiqu memanfaatkan satelit broadband untuk menghadirkan fasilitas internet dimanapun perangkatnya dipasang. Dengan teknologi tersebut, Ubiqu memang menargetkan daerah-daerah terpencil yang selama ini tidak terjangkau jaringan internet umum. Melalui website penyedia, kita bisa mengakses layanan-layanan apa saja yang ditawarkan.

Internet Ubiqu telah tersebar di banyak wilayah Indonesia. Produk Ubiqu Sinyalku digunakan di daerah-daerah pegunungan atau pulau-pulau terpencil yang jauh. Pihak PSN mengklaim bahwa di wilayah mana saja selama masih menghadap ke langit, maka layanan Ubiqu dapat dipasang.

review internet ubiqu
Ubiqu via ubiqu.id

Perangkat internet Ubiqu sendiri sangat sederhana. Hanya terdiri dari sebuah antena VSAT lengkap dengan mounting, sebuah modem satelit, router wifi, antena, dan beberapa kabel. Biasanya dalam paket pembelian disertakan alat untuk promosi berupa spanduk atau poster.

Bagi kami di desa, intenet Ubiqu ini sangat tepat guna dan mudah dalam penggunaan. Setelah membeli perangkat, maka sinyal internet bisa dinikmati sepuasnya sesuai dengan saldo kuota yang tersedia tanpa ada biaya bulanan lagi. Jikapun saldo habis, maka pengisian kuota mudah dilakukan hanya dengan menggunakan handphone.


Cara Membeli Internet Ubiqu


Untuk mendapatkan layanan Ubiqu, pertama kali yang harus dilakukan adalah mencari kantor perwakilan PSN. Biasanya di kota-kota besar sudah terdapat kantor perwakilan. Nah, di kantor ini kita bisa melakukan pemesanan perangkat Ubiqu.

Untuk daerah yang belum terdapat kantor perwakilan, maka bisa mengakses website PSN disini. Di website tersebut kita bisa membaca informasi,  memilih layanan yang diinginkan, dan melakukan pemesanan. Biasanya jika akan melakukan pembelian, operator di website akan menghubungi kita secara langsung melalui chat ataupun telepon.

Baca Juga:

Harga Perangkat Internet Ubiqu


Satu set produk internet Ubiqu Sinyalku seperti yang kami gunakan di desa bisa didapatkan dengan harga Rp. 13.650.000. Harga ini mungkin akan berubah-ubah dan untuk updatenya bisa kita lihat di website. Paket pembelian diatas sudah termasuk dengan saldo kuota awal sebesar Rp. 1.000.000.

Oh iya, harga ini belum termasuk biaya kirim dan pemasangan di lokasi. Biaya kirim tentu berbeda ke setiap daerah.

Untuk pemasangan sebenarnya bisa kita lakukan sendiri. Kita bisa membaca petunjuk atau menonton video pemasangan perangkat Ubiqu yang banyak tersedia di internet. Namun jika ingin lebih mudah dan tidak mau repot, bisa memesan bantuan teknisi pemasangan dalam paket pembelian. Tentunya dengan biaya tambahan yang besarnya sesuai dengan lokasi pemasangan.


Peluang Usaha Internet dengan Ubiqu


Saat ini semua orang butuh internet. Tak terkecuali juga di desa-desa terpencil. Masyarakat desa ada yang membutuhkan internet untuk berjualan atau mempromosikan produk. Dengan adanya internet, produk-produk dari desa dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

review internet ubiqu

Ada juga orang yang membutuhkan internet untuk mengakses sosial media, guna saling berbagi kabar dengan rekan kerabat yang lain. Di era pandemi seperti sekarang, para pelajar membutuhkan internet untuk belajar secara online. Banyak pula anak-anak yang menggunakan internet untuk sarana hiburan, misalkan bermain game atau menonton film.

Melihat peluang konsumen seperti diatas, menggunakan internet Ubiqu di desa-desa bisa menjadi sumber usaha yang menjanjikan. Kita bisa membuat warnet di desa-desa dengan menjual kuota internet Ubiqu. Selisih harga pembelian dan penjualan voucher tesebut menjadi keuntungan bagi pemilik perangkat Ubiqu tersebut.

Baca Juga:

Ulasan


Sesuai dengan slogannya 'Internet dari Langit', bagi kami di daerah terpencil Ubiqu benar-benar adalah internet yang turun dari langit. Di desa saya yang jauh terpencil di pegunungan yang mana jaringan seluler pun tak ada, kini kami bisa menikmati fasilitas internet. Meskipun harga kuotanya masih lebih mahal jika dibandingkan dengan jaringan internet umum yang tersedia di kota-kota, namun bagi kami ini sudah jauh lebih baik dari pada tidak ada internet sama sekali. Hehe

Saya berharap penyedia layanan Ubiqu dalam hal ini PSN terus menjangkau desa-desa lain, meningkatkan kualitas jaringan, dan sebisa mungkin menekan harga kuota internet.

Bagi desa-desa lain yang nasibnya seperti desa saya, belum terjangkau internet, maka solusi internet mandiri ini bisa menjadi pilihan. Jika pun belum bisa membeli sendiri, masyarakat desa bisa mengumpulkan dana kolektif untuk membeli perangkat Ubiqu sehingga layanan internet nantinya dapat di nikmati bersama. Sekali lagi, jaringan internet sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kita.

Tuesday, 7 July 2020

Menentukan Jumlah Lampu Penerangan Kandang Ayam Petelur

Dalam usaha ayam petelur, penerangan atau pencahayaan kandang adalah bagian yang perlu mendapatkan perhatian serius dari peternak. Kita ketahui bersama bahwa pencahayaan yang kita berikan terhadap ayam berpengaruh langsung pada proses kematangan organ reproduksi dan pertumbuhan ayam.

Apa sebenarnya fungsi cahaya dalam pertumbuhan ayam petelur? Berapa jumlah lampu yang sebaiknya terpasang dalam kandang? Lampu jenis apa saja yang baik digunakan? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Baca Juga:
lampu kandang ayam petelur


Fungsi Cahaya Pada Ayam Petelur


Pada tulisan saya sebelumnya tentang sistem pencahayaan kandang, kita telah membahas tentang kebutuhan dan intensitas cahaya yang dibutuhkan pada tiap tingkatan umur ayam. Pada tiap fase umur, ayam membutuhkan waktu dan intensitas cahaya yang berbeda-beda sebab fungsi cahaya terhadap ayam disetiap umur pun berbeda.

Ayam petelur pada fase starter membutuhkan waktu penerangan lebih lama dan intensitas cahaya yang lebih tinggi sebab pada fase ini cahaya berperan untuk membantu ayam mengenali lingkungannya. Pada ayam umur kurang dari seminggu membutuhkan intensitas cahaya yang paling tinggi yaitu 30-50 lux. Cahaya ini juga kadang dimanfaatkan sebagai penghangat ayam.


Memasuki fase grower, waktu penerangan yang dibutuhkan ayam berkurang sebab cahaya digunakan untuk mengontrol pertumbuhan dan reproduksi. Intensitas cahaya terendah diterapkan yaitu sekitar 5-15 lux. Pengurangan cahaya pada fase ini dimaksudkan untuk mencegah kelebihan berat badan dan mencegah dewasa kelamin dini yang dapat menyebabkan ayam bertelur dini.

Setelah memasuki fase bertelur atau layer, pencahayaan ditingkatkan kembali perlahan-lahan sampai kemudian stabil di umur 31 minggu. Intensitas cahaya yang digunakan di fase ini yaitu 30 lux. Sangat tidak dianjurkan untuk mengurangi pencahayaan di fase ini sebab cahaya sangat dibutuhkan ayam untuk memenuhi asupan makanan dalam menunjang proses bertelur.


Menghitung Jumlah Lampu Kandang Ayam Petelur


Setelah mengetahui lama pencahayaan dan intensitas cahaya yang dibutuhkan pada setiap fase umur ayam, selanjutnya kita menentukan berapa jumlah lampu yang harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan intensitas cahaya.

Ukuran intensitas cahaya dalam kandang seperti yang dijelaskan diatas, menggunakan satuan lux. Lux adalah satuan untuk mengukur tingkat kecerahan cahaya yang mengenai permukaan benda. Berbicara tentang cahaya yang dihasilkan dari lampu, maka kita pun harus mengetahui lebih dahulu istilah lumen. Lumen adalah satuan pengukur jumlah cahaya yang dihasilkan oleh sebuah sumber cahaya. Semakin tinggi nilai lumen, maka semakin terang cahaya yang dihasilkan oleh sumber cahaya tersebut.

Baca Juga:
Tiap-tiap lampu memiliki nilai lumen yang berbeda dan biasanya nilai lumen tersebut dapat dilihat di kemasan pembelian lampu. Biasanya, semakin tinggi nilai watt lampu semakin tinggi pula nilai lumennya.


Nah, setelah mengetahui lux dan lumen, selanjutnya kita bisa menghitung berapa jumlah lampu yang akan digunakan untuk ukuran kandang yang kita miliki. Untuk menghitung jumlah lampu, digunakan rumus berikut ini:

N adalah jumlah lampu yang dibutuhkan oleh kandang. Lux adalah intensitas cahaya yang diinginkan. Luas kandang adalah ukuran kandang dalam satuan meter persegi. Lumen adalah nilai lumen dari lampu penerangan yang digunakan. Fu dan Fd adalah faktor utilisasi dan faktor depresi atau penyusutan cahaya yang nilainya masing-masing 0,65 dan 0,9.

Dengan memasukkan nilai-nilai untuk parameter di atas, maka jumlah lampu kandang segera bisa kita dapatkan.

Sebagai contoh, misalkan kita hendak menghitung kebutuhan lampu untuk kandang seluas 8x20 meter atau 160 meter persegi. Ayam petelur di dalam kandang berumur 3 minggu yang membutuhkan cahaya sebanyak 25 lux. Jika kita menggunakan lampu dengan nilai lumen 500, maka perhitungan jumlah lampu kurang lebih seperti berikut ini.

Dengan hasil seperti diatas dapat dibulatkan menjadi 14. Artinya untuk kandang seluas 160 meter persegi berisi ayam petelur umur 3 minggu, jumlah lampu yang digunakan adalah 14 pcs. Mudah bukan?



Lampu yang dipasang dikandang harus tersebar merata agar ayam mendapatkan pencahayaan yang merata juga. Kita bisa memasang ditengah, atau disisi kiri dan kanan dengan jarak yang sama. Untuk jarak dari lantai ke lampu saya sarankan sekitar 2 meter, kecuali untuk lampu yang digunakan sebagai penghangat ayam dimana mungkin perlu lebih dekat untuk menghasilkan suhu yang diinginkan.

Baca Juga:


Jenis Lampu yang Bagus digunakan di Kandang Ayam Petelur


Kita mengenal ada dua jenis lampu yang mudah ditemukan dipasaran saat ini. Pertama adalah lampu bohlam. Lampu jenis ini umumnya berwarna orange atau merah. Lampu bohlam banyak digunakan oleh peternak sebab harganya yang lebih murah. Namun menurut beberapa referensi, lampu ini sebenarnya termasuk lampu yang boros energi listrik.


Lampu kedua yang sering kita jumpai yaitu lampu neon. Lampu ini banyak digunakan di rumah-rumah. Umumnya lampu neon berwarna putih. Meski harganya lebih mahal, tapi lampu neon dapat menghasilkan cahaya lebih banyak dibandingkan dengan lampu bohlam dengan jumlah watt yang sama. Jika peternak ingin menggunakan lampu jenis ini, pilihlah lampu neon yang memancarkan warna orange. Konon warna orange sangat baik untuk menstimulasi kematangan reproduksi dan produksi telur pada ayam petelur.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done