Fachrul Hidayat: Bisnis
News Update
Loading...
Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Tuesday, 7 July 2020

Menentukan Jumlah Lampu Penerangan Kandang Ayam Petelur

Dalam usaha ayam petelur, penerangan atau pencahayaan kandang adalah bagian yang perlu mendapatkan perhatian serius dari peternak. Kita ketahui bersama bahwa pencahayaan yang kita berikan terhadap ayam berpengaruh langsung pada proses kematangan organ reproduksi dan pertumbuhan ayam.

Apa sebenarnya fungsi cahaya dalam pertumbuhan ayam petelur? Berapa jumlah lampu yang sebaiknya terpasang dalam kandang? Lampu jenis apa saja yang baik digunakan? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Baca Juga:
lampu kandang ayam petelur


Fungsi Cahaya Pada Ayam Petelur


Pada tulisan saya sebelumnya tentang sistem pencahayaan kandang, kita telah membahas tentang kebutuhan dan intensitas cahaya yang dibutuhkan pada tiap tingkatan umur ayam. Pada tiap fase umur, ayam membutuhkan waktu dan intensitas cahaya yang berbeda-beda sebab fungsi cahaya terhadap ayam disetiap umur pun berbeda.

Ayam petelur pada fase starter membutuhkan waktu penerangan lebih lama dan intensitas cahaya yang lebih tinggi sebab pada fase ini cahaya berperan untuk membantu ayam mengenali lingkungannya. Pada ayam umur kurang dari seminggu membutuhkan intensitas cahaya yang paling tinggi yaitu 30-50 lux. Cahaya ini juga kadang dimanfaatkan sebagai penghangat ayam.


Memasuki fase grower, waktu penerangan yang dibutuhkan ayam berkurang sebab cahaya digunakan untuk mengontrol pertumbuhan dan reproduksi. Intensitas cahaya terendah diterapkan yaitu sekitar 5-15 lux. Pengurangan cahaya pada fase ini dimaksudkan untuk mencegah kelebihan berat badan dan mencegah dewasa kelamin dini yang dapat menyebabkan ayam bertelur dini.

Setelah memasuki fase bertelur atau layer, pencahayaan ditingkatkan kembali perlahan-lahan sampai kemudian stabil di umur 31 minggu. Intensitas cahaya yang digunakan di fase ini yaitu 30 lux. Sangat tidak dianjurkan untuk mengurangi pencahayaan di fase ini sebab cahaya sangat dibutuhkan ayam untuk memenuhi asupan makanan dalam menunjang proses bertelur.


Menghitung Jumlah Lampu Kandang Ayam Petelur


Setelah mengetahui lama pencahayaan dan intensitas cahaya yang dibutuhkan pada setiap fase umur ayam, selanjutnya kita menentukan berapa jumlah lampu yang harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan intensitas cahaya.

Ukuran intensitas cahaya dalam kandang seperti yang dijelaskan diatas, menggunakan satuan lux. Lux adalah satuan untuk mengukur tingkat kecerahan cahaya yang mengenai permukaan benda. Berbicara tentang cahaya yang dihasilkan dari lampu, maka kita pun harus mengetahui lebih dahulu istilah lumen. Lumen adalah satuan pengukur jumlah cahaya yang dihasilkan oleh sebuah sumber cahaya. Semakin tinggi nilai lumen, maka semakin terang cahaya yang dihasilkan oleh sumber cahaya tersebut.

Baca Juga:
Tiap-tiap lampu memiliki nilai lumen yang berbeda dan biasanya nilai lumen tersebut dapat dilihat di kemasan pembelian lampu. Biasanya, semakin tinggi nilai watt lampu semakin tinggi pula nilai lumennya.


Nah, setelah mengetahui lux dan lumen, selanjutnya kita bisa menghitung berapa jumlah lampu yang akan digunakan untuk ukuran kandang yang kita miliki. Untuk menghitung jumlah lampu, digunakan rumus berikut ini:

N adalah jumlah lampu yang dibutuhkan oleh kandang. Lux adalah intensitas cahaya yang diinginkan. Luas kandang adalah ukuran kandang dalam satuan meter persegi. Lumen adalah nilai lumen dari lampu penerangan yang digunakan. Fu dan Fd adalah faktor utilisasi dan faktor depresi atau penyusutan cahaya yang nilainya masing-masing 0,65 dan 0,9.

Dengan memasukkan nilai-nilai untuk parameter di atas, maka jumlah lampu kandang segera bisa kita dapatkan.

Sebagai contoh, misalkan kita hendak menghitung kebutuhan lampu untuk kandang seluas 8x20 meter atau 160 meter persegi. Ayam petelur di dalam kandang berumur 3 minggu yang membutuhkan cahaya sebanyak 25 lux. Jika kita menggunakan lampu dengan nilai lumen 500, maka perhitungan jumlah lampu kurang lebih seperti berikut ini.

Dengan hasil seperti diatas dapat dibulatkan menjadi 14. Artinya untuk kandang seluas 160 meter persegi berisi ayam petelur umur 3 minggu, jumlah lampu yang digunakan adalah 14 pcs. Mudah bukan?



Lampu yang dipasang dikandang harus tersebar merata agar ayam mendapatkan pencahayaan yang merata juga. Kita bisa memasang ditengah, atau disisi kiri dan kanan dengan jarak yang sama. Untuk jarak dari lantai ke lampu saya sarankan sekitar 2 meter, kecuali untuk lampu yang digunakan sebagai penghangat ayam dimana mungkin perlu lebih dekat untuk menghasilkan suhu yang diinginkan.

Baca Juga:


Jenis Lampu yang Bagus digunakan di Kandang Ayam Petelur


Kita mengenal ada dua jenis lampu yang mudah ditemukan dipasaran saat ini. Pertama adalah lampu bohlam. Lampu jenis ini umumnya berwarna orange atau merah. Lampu bohlam banyak digunakan oleh peternak sebab harganya yang lebih murah. Namun menurut beberapa referensi, lampu ini sebenarnya termasuk lampu yang boros energi listrik.


Lampu kedua yang sering kita jumpai yaitu lampu neon. Lampu ini banyak digunakan di rumah-rumah. Umumnya lampu neon berwarna putih. Meski harganya lebih mahal, tapi lampu neon dapat menghasilkan cahaya lebih banyak dibandingkan dengan lampu bohlam dengan jumlah watt yang sama. Jika peternak ingin menggunakan lampu jenis ini, pilihlah lampu neon yang memancarkan warna orange. Konon warna orange sangat baik untuk menstimulasi kematangan reproduksi dan produksi telur pada ayam petelur.

Monday, 6 July 2020

Sistem Pencahayaan pada Kandang Ayam Petelur

Penerangan atau pencahayaan pada kandang adalah bagian yang sering disepelekan, namun fungsinya ternyata begitu krusial dalam usaha peternakan ayam petelur. Kadang peternak memasang lampu penerang seenaknya saja, asal kandang terang. Kadang juga jam untuk on-off lampu pada kandang tidak menentu, sesempatnya peternak saja. Padahal, untuk mencapai produktivitas terbaik dari usaha ayam petelur, sistem pencahayaan mesti mengikuti kaidah-kaidah yang diberikan para pakar yang telah berpengalaman di bidang ini.


Sistem pencahayaan berfungsi dalam proses penglihatan ayam sehingga berpengaruh langsung terhadap konsumsi pakan dan kenyamanan ayam. Jika kandang terlalu lama dalam keadaan gelap, target konsumsi pakan ayam tidak akan tercapai, sebab ayam tidak bisa makan dalam situasi gelap gulita. Sebaliknya, jika kandang terlalu lama terang, ayam bisa saja kekurangan waktu istirahat, sebab ayam sulit tidur dalam keadaan terang. Kurang lebih seperti itu. Selebihnya, fungsi cahaya sebenarnya lebih vital lagi pada fase umur ayam yang berbeda. Bahkan jika disepelekan, pencahayaan yang tidak optimal bisa menjadi asal muasal kerugian usaha ayam petelur.

Lalu bagaimana sebaiknya sistem pencahayaan pada kandang ayam petelur? Sama kah kebutuhan cahaya terhadap ayam dengan umur yang berbeda? Berapa jam seharusnya lampu kandang menyala dan padam?

Baca Juga:


Kebutuhan Cahaya Ayam Petelur


Kebutuhan cahaya ayam petelur berbeda untuk setiap tingkatan umur. Fungsi cahaya pada ayam petelur fase starter, grower, dan layer, memiliki peran yang tidak sama.

Berikut ini adalah tabel pencahayaan kandang terkontrol yang dikeluarkan oleh Hyline Internasional, perusahaan yang menghasilkan ayam petelur strain Hyline. Strain Hyline ini sangat banyak dikembangkan di Indonesia.

pencahayaan kandang ayam petelur

Tampak dalam tabel diatas program pencahayaan ayam petelur dari umur 1-32 minggu. Lama waktu penerangan dan intensitas cahaya berbeda-beda pada setiap periode umur.

Pada minggu pertama atau umur 0-7 hari, pencahayaan adalah sebanyak 16 jam yang diselang seling antara terang dan gelap, 4 jam terang dan 2 jam mati, dengan intensitas cahaya 30-50 lux. Program pencahayaan berselang seperti ini pada ayam umur kurang dari seminggu lebih diutamakan. Sayangnya ini hanya dapat diterapkan pada kandang dengan pencahayaan terkontrol. Pada kandang terbuka, yang terhubung dengan sinar matahari, tentu saja program ini akan sulit dilakukan, sebab sinar matahari berlangsung sepanjang hari.

Jika pencahayaan berselang tidak dapat dilakukan, maka gunakan 22 jam pencahayaan pada umur 0-3 hari, dan 21 jam pencahayaan pada umur 4-7 hari.

Selanjutnya pada minggu kedua dan seterusnya, lama pencahayaan dapat diatur sesuai tabel diatas dengan intensitas cahaya yang sesuai dengan umur ayam.

pencahayaan kandang ayam petelur


Di fase starter (0-6 minggu) cahaya hanya berfungsi sebagai penerangan saja, agar ayam bisa mengenali lingkungan serta tempat pakan dan minum.Pada fase ini, pencahayaan bisa memanfaatkan sinar matahari di siang hari dan dibantu penerangan lampu dimalam hari untuk mencukupi kebutuhan cahaya sesuai umur ayam.

Baca juga:
Pada umur 7-18 minggu, ayam berada di fase grower dimana cahaya selain sebagai penerangan, juga berfungsi sebagai pengontrol saluran reproduksi dan berat badan ayam. Pada fase ini peran pencahayaan begitu krusial.

Bagaimana pencahayaan bisa mengontrol reproduksi dan berat badan ayam?

Jika ayam pada masa grower diberi cahaya berlebihan, maka konsumsi pakan juga akan tinggi. Jika konsumsi pakan tinggi maka otomatis berat badan ayam akan naik. Kenaikan berat badan yang tidak sesuai dengan umur akan menyebabkan banyak masalah dalam usaha ayam petelur ini.

Pernahkah anda melihat ayam mengeluarkan telur yang sangat besar? Sampai-sampai ayam kesulitan mengeluarkannya? Atau pernahkah anda lihat telur keluar bercampur darah? Hal-hal ini adalah akibat dari konsumsi pakan yang tidak tepat yang diawali dari sistem pencahayaan yang tidak akurat.

Gambar tirai kandang ayam
Pemakaian layar hitam seperti diatas adalah cara mengurangi intensitas cahaya matahari pada kandang sistem terbuka. Jadi misalkan kebutuhan cahaya ayam adalah 10 jam sedangkan cahaya matahari menyinari selama 12 jam, maka untuk mengurangi dua jam digunakan layar hitam untuk menghalau sinar matahari. Untuk penggunaan layar seperti ini, harus dipastikan tidak mengganggu sirkulasi udara keluar masuk kandang.

Memasuki fase layer atau masa bertelur di umur 18 minggu pencahayaan ditambah sedikit demi sedikit dari lama pencahayaan di fase grower dengan intensitas cahaya yang merata. Pada minggu ke 31 dan seterusnya, pencahayaan merata selama 16 jam sampai ayam memasuki masa afkir.

Baca juga:


Penambahan Cahaya pada Ayam Petelur Fase Layer


Pada tabel diatas terlihat bahwa pada fase grower kebutuhan pencahayaan ayam merata yaitu 10 jam setiap hari. Ketika memasuki fase bertelur, kebutuhan cahaya bertambah, sebab ayam membutuhkan lebih banyak asupan pakan untuk bertelur.



Tampak pada tabel bahwa penambahan waktu penerangan dimulai di umur 18 minggu. Namun berdasarkan pengalaman beternak, penambahan waktu ini sebaiknya dimulai ketika sudah ada ayam yang mulai bertelur. Bisa saja sebelum umur 18 minggu, bisa juga setelah. Kadang di umur 17 minggu sudah ada ayam bertelur seekor atau dua ekor. Nah pada saat inilah waktu yang pas untuk mulai menaikkan waktu penerangan.

Penambahan waktu penerangan harus dilakukan secara bertahap setiap hari dan tiap minggu, tidak boleh mendadak. Hal ini untuk meminimalisir tingkat stres pada ayam. Misalkan hari ini 10 jam, besok 10,5 jam, dan seterusnya sampai mencapai 16 jam di umur 31 minggu.

Masa awal bertelur sampai mencapai puncak produksi adalah salah satu masa krusial dalam usaha peternakan ayam petelur. Jangan melakukan pengurangan waktu pencahayaan pada fase ini.

Baca juga:

Ulasan


Dari uraian diatas tampak betapa penting kita menaruh perhatian terhadap sistem pencahayaan pada kandang ayam petelur kita. Baik pada fase starter, grower, sampai mulai bertelur pada fase layer, ayam membutuhkan cahaya dengan waktu dan intensitas yang berbeda. Baik buruknya pengaturan pencahayaan akan berdampak langsung terhadap produktivitas ayam nantinya.

Lantas bagaimana cara memenuhi intensitas cahaya sesuai yang dibutuhkan? Berapa jumlah lampu yang sebaiknya terpasang dalam kandang? Lampu jenis apa yang baik digunakan sebagai penerangan kandang? Bagaimana cara menghitung nilai lux sebuah lampu? Silahkan simak artikel lain di blog ini ya.


Monday, 6 April 2020

Hemat Pakan Ayam dengan Fermentasi Dedak


fermentasi dedak pakan ayam


Pakan adalah komponen biaya tertinggi dalam usaha ternak ayam. Biaya pakan bisa mencapai 70-80% dari total biaya produksi. Para peternak benar-benar harus memutar otak agar bisa menekan biaya pakan namun tanpa mengesampingkan kebutuhan gizi ayam.

Dalam usaha ayam intensif, umumnya peternak menggunakan pakan yang dijual oleh pabrik, baik berupa pakan komplit yang bisa langsung diberikan pada ayam, maupun konsentrat yang mesti dicampurkan dengan bahan lain. Meski harga pakan ini cukup mahal, namun dianggap lebih praktis dan ketersediaannya di pasar lebih stabil.

Dedak adalah salah satu bahan yang digunakan dalam pakan ayam, dicampurkan dengan konsentrat pabrikan dan jagung giling. Umumnya perbandingan yang digunakan peternak dalam campuran pakan ini yaitu 50:35:15. Jagung giling sebanyak 50%, konsentrat pabrikan sebanyak 35%, dan dedak sebanyak 15%. Komposisi campuran ini tentunya menyesuaikan dengan jenis ayam ternak, sebab terkait dengan gizi yang dibutuhkan.

Baca Juga:

Penggunaan Dedak dalam Pakan Ayam


Dedak adalah limbah hasil penggilingan padi. Dibandingkan dengan konsentrat dan jagung, dedak memiliki harga paling murah. Sayangnya, persentase dedak dalam campuran pakan malah paling sedikit. Kita sebagai peternak mungkin kadang berpikir, bagaimana jika dedak ditambah saja jumlahnya dalam campuran pakan? Biar biaya pakan jadi lebih murah.

fermentasi dedak pakan ayam

Dedak mengandung serat kasar yang tinggi sehingga sulit di cerna oleh ayam. Di samping itu kandungan asam phitat dalam dedak mengikat mineral kalsium dan fosfat yang dibutuhkan oleh ayam.

Itulah mengapa pemakaian dedak dalam pakan unggas tidak boleh banyak-banyak. Menurut beberapa pakar, jumlahnya berkisar 15-30 % saja. Lebih dari itu akan mengganggu performa ayam.



Fermentasi Dedak


Ada cara untuk meningkatkan nilai nutrisi pada dedak yaitu dengan teknik fermentasi. Cara ini dapat mengurangi serat kasar pada dedak sehingga menjadi lebih mudah dicerna. Menurut para pakar, teknik fermentasi seperti ini sangat aman terhadap ternak ayam.

Fermentasi adalah teknik pengolahan bahan secara biologis dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Fermentasi pada dedak dapat mengurai asam phitat sehingga menambah nilai gizi dari dedak tersebut.

Lalu bagaimana cara fermentasi dedak untuk pakan ayam? Bagaimana langkah-langkah membuat dedak fermentasi? Bisakah dedak fermentasi menghemat biaya pakan? 

Baca Juga:



Cara Membuat Dedak Fermentasi


Membuat dedak fermentasi sebenarnya cukup sederhana dan mudah dilakukan dirumah. Metode ini sudah banyak dilakukan peternak ayam baik dalam skala kecil maupun besar. 

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk fermentasi dedak adalah sebagai berikut:

Alat:
1. Ember; untuk mengaduk larutan
2. Gentong plastik
3. Terpal; untuk mengaduk dedak

fermentasi dedak pakan ayam


Bahan:
1. Dedak padi; sebanyak 40 kg
2. Mikroorganisme aktivator; sebanyak 250 ml. Bisa menggunakan larutan EM-4 atau membuat larutan MOL (mikroorganisme lokal) sendiri dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah.
3. Tetes tebu; sebanyak 250 ml. Jika tidak ada tetes tebu bisa menggunakan gula pasir 12 sdm sebagai pengganti.
4. Air; sebanyak 12 liter

fermentasi dedak pakan ayam


Langkah-langkah pembuatan:
Setelah semua alat dan bahan tersedia, pembuatan dedak fermentasi dapat dimulai dengan mengikuti langkah-langkahsebagai berikut:
1. Campurkan larutan EM-4 kedalam ember berisi air. Tambahkan tetes tebu atau gula pasir lalu aduk hingga merata.
2. Hamparkan dedak diatas terpal untuk memudahkan pencampuran. Percikkan campuran EM4 tadi pada dedak, sambil di aduk. Pastikan larutan mengenai dedak secara merata, namun jangan terlalu basah. Kadar air dalam dedak diatur sekitar 30-40 % saja.
3. Setelah dedak tercampur merata, masukkan kedalam gentong sambil dipadatkan.
4. Tutup gentong, lalu diamkan di suhu ruangan selama 4-5 hari.
5. Setelah 4-5 hari, dedak fermentasi telah siap digunakan.

Ciri-ciri fermentasi dedak yang berhasil adalah dedak mengeluarkan bau yang tidak menyengat.

Baca Juga:


Penggunaan Dedak Fermentasi


Dedak yang telah melalui proses fermentasi selanjutnya dapat digunakan untuk campuran pakan ayam, bersama konsentrat pabrikan dan jagung giling. Dedak fermentasi memiliki kandungan protein 2-5 % lebih tinggi dibandingkan dedak tanpa fermentasi.

Karena kandungan protein yang lebih tinggi, beberapa peternak menggunakan dedak fermentasi dalam campuran pakan ayam dengan persentase yang lebih besar. Ada yang menggunakan sebanyak 20%, ada yang 30%, bahkan ada yang menggunakan sampai 40%.

Dengan pemakaian dedak fermentasi, biaya pembelian jagung dan konsentrat pabrikan dapat dikurangi. Peternak dapat menghemat biaya produksi sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam usaha ternak ayam.

Sunday, 5 April 2020

Mengenal Ayam KUB, Ayam Kampung Unggulan Indonesia

ternak ayam kub

Ayam kampung adalah hewan ternak asli indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Hari-demi hari, permintaan pasar terhadap kebutuhan daging dan telur ayam kampung asli terus meningkat. Hingga hari ini, permintaan tersebut belum mampu dipenuhi secara nasional oleh peternak.

Ayam kampung memiliki ketahanan tubuh yang baik dalam menghadapi iklim di Indonesia, misalnya musim hujan atau kemarau panjang. Hewan ini mudah beradaptasi didaerah mana saja. Oleh sebab itu, ayam kampung dipelihara oleh banyak penduduk Indonesia.

Sayangnya, ayam kampung asli memiliki produktifitas rendah dan pertumbuhan yang lama. Itulah mengapa tidak banyak orang yang tertarik untuk menjadikan usaha ternak ayam kampung sebagai sumber penghasilan utama.

Baca Juga:

Sejarah Ayam KUB 


Tantangan budidaya ayam kampung yang disebutkan di atas melatarbelakangi inisiasi Balai Penelitian Ternak pada tahun 1997 untuk meneliti kemungkinan menciptakan jenis ayam kampung asli yang unggul dengan persilangan genetik.

Singkat kisah, setelah melalui penelitian yang lama, para pakar memperkenalkan ayam kampung unggul bernama Ayam Kampung Unggul Balitbangtan atau lebih dikenal dengan ayam KUB.

ternak ayam kub

Beberapa referensi menyebutkan bahwa ayam KUB ini diperkenalkan ke masyarakat sejak tahun 2009. Ayam KUB telah diakui sebagai galur baru melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 274/Kpts/SR.120/2/2014.

Beberapa tahun terakhir, ayam KUB dianggap menjadi solusi budidaya ayam kampung sebab ayam ini mengandung plasma nuffah ayam asli Indonesia namun dengan produktifitas yang lebih tinggi. Ayam ini sudah tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.


Kelebihan Ayam KUB


Ayam KUB memiliki karakter ayam kampung asli. Namun menurut para pakar unggas, jika dipelihara dengan metode intensif yang sama, ayam KUB memiliki keunggulan dibanding ayam kampung biasa.

1. Pertumbuhan Cepat dan Tahan Virus


Keunggulan utama dari ayam KUB adalah pertumbuhan yang jauh lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa. Ayam KUB bisa mancapai bobot badan 1 kg pada umur 70 hari saja atau sekitar 10 minggu. Sedangkan ayam kampung biasa, untuk mencapai bobot yang sama, memerlukan waktu lebih lama, sekitar 12-16 minggu.

Ayam KUB merupakan mengandung gen penanda ketahanan terhadap flu burung. Kandungan gen tersebut membuat ayam KUB lebih tahan terhadap serangan virus Avian Influenza (AI). Sebagai perbandingan, ayam Broiler tidak mengandung gen tersebut.

2. Produksi dan Daya Tetas Telur Tinggi


Ayam KUB dapat memproduksi telur rata-rata 180 butir per tahun. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan produksi telur ayam kampung biasa. Jika dipelihara dengan metode pemeliharaan intensif yang sama, ayam kampung biasa hanya menghasilkan telur 146 butir pertahun.

ternak ayam kub

Dari telur yang dihasilkan, ayam KUB memiliki daya tetas sebesar 85%. Misalkan bertelur sebanyak 100 butir dan ingin ditetaskan, maka peluang telur untuk menetas menjadi anakan ayam adalah 85 butir.

3. Frekuensi Bertelur 


Ayam KUB mulai bertelur di umur 20-22 minggu. Ini adalah umur yang lebih muda dibandingkan dengan ayam kampung biasa yang bertelur di umur 20-24 minggu.

Ayam kampung biasa dalam budidaya intensif dapat bertelur 7 kali dalam setahun. Jika dibiarkan berkeliaran saja, maka secara alami siklus bertelur ayam kampung biasa hanya 3 kali per tahun. Disisi lain ayam KUB dapat bertelur sepanjang tahun tanpa adanya siklus.

Baca Juga:

4. Sifat Mengeram Rendah


Setelah bertelur, ayam memasuki masa mengeram sebelum bisa bertelur kembali. Ayam KUB memiliki sifat mengeram yang lebih rendah dibandingkan ayam kampung biasa.

5. Konversi Pakan Rendah


Konversi pakan ayam KUB berada di angka 3,8 kg pakan per kg telur. Artinya, untuk menghasilkan telur seberat 1 kg, ayam KUB hanya membutuhkan pakan sebanyak 3,8 kg. Angka ini jauh lebih rendah dari konversi pakan ayam kampung biasa yang berada di angka 4,9-6,4 kg.

ternak ayam kub

Konversi pakan yang rendah tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi peternak, sebab akan menekan biaya pakan. Kita ketahui bahwa umumnya biaya pakan dalam budidaya ayam adalah 80% dari biaya produksi. 

6. Mortalitas Rendah


Hal yang tak kalah penting dalam usaha ternak adalah mengontrol mortalitas atau tingkat kematian, terutama pada saat ayam masih kecil. Para pakar unggas mengatakan bahwa jika dipelihara dengan baik, mortalitas ayam KUB dibawah umur 6 minggu cukup rendah, dibawah 5%. Angka ini terpaut jauh dengan ayam kampung biasa dengan mortalitas sekitar 27%. Bahkan jika hanya dibiarkan berkeliaran, mortalitas ayam kampung biasa bisa sampai 50%.

Baca Juga:

Ulasan


Dengan banyak keunggulan yang telah disebutkan diatas, budidaya ayam KUB memiliki prospek besar untuk dikembangkan kedepan. Ayam ini adalah ayam kampung asli. Selain memiliki pangsa pasar yang luas, kebanggaan beternak unggas lokal tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Ayam KUB adalah ayam kampung unggulan Indonesia. Apakah anda tertarik memulai usaha ternak ayam KUB? Ayo kita ratakan nusantara dengan ayam kampung!

Metode Kandang Terbaik dalam Budidaya Ayam KUB


Ayam KUB adalah jenis ayam kampung yang dihasilkan dari penelitian Badan Litbang Pertanian Indonesia. Ayam hasil persilangan ini memiliki karakter asli ayam kampung, namun memiliki keunggulan dibanding ayam kampung biasa yang tanpa seleksi.

Dari segi produktifitas, ayam KUB mampu menghasilkan telur 130-180 butir pertahun, unggul jauh dari ayam kampung biasa yang umumnya hanya di angka 60-80 butir telur pertahun. Disamping itu, ayam KUB memiliki sifat mengeram yang lebih rendah, sehingga memungkinkan untuk mempercepat periode budidaya.

Ditengah semakin tingginya permintaan pasar terhadap daging ayam kampung asli, budidaya ayam KUB adalah peluang ekonomi yang menjanjikan.

Baca Juga: 
Salah satu bagian yang memegang peran krusial dalam setiap usaha ternak adalah perkandangan. Demikian halnya dalam budidaya ayam KUB. Perlu pengetahuan yang komprehensif tentang metode kandang ayam KUB yang sesuai, agar budidaya yang dijalankan memberi hasil yang maksimal.

Bentuk kandang yang efektif dalam budidaya ayam sangat ditentukan oleh skala usaha, besar atau kecil. Skala usaha akan menentukan berapa jumlah populasi ayam dalam kandang nantinya.

Lantas bagaimana metode kandang yang baik untuk ayam KUB? Apa saja jenis kandang yang harus disiapkan? Apakah kandang ayam KUB berbeda untuk setiap fase umur ayam?

Berikut ini adalah metode kandang ayam KUB yang saya kumpulkan dari beberapa referensi. Semoga saja bisa memberi inspirasi bagi anda yang ingin memulai usaha budidaya ayam unggulan ini. 


Kandang Ayam KUB Fase DOC


DOC (day old chicken) adalah anak ayam berumur sehari. Pada fase ini anak ayam KUB baru ditetaskan dari telur baik secara alami dari induknya ataupun menggunakan mesin penetas. Fase DOC adalah masa yang retan bagi ternak ayam jenis apapun, sebab ayam belum mampu menahan dingin dan belum memiliki kekebalan tubuh yang baik. 

Ayam KUB sebaiknya dipelihara di pelihara di dalam kandang DOC selama 0 - 4 minggu.




Untuk budidaya ayam KUB dengan populasi kandang diatas 500 ekor DOC, saya rekomendasikan menggunakan kandang koloni, baik model panggung ataupun postal. Dengan kandang tersebut, menurut saya akan lebih efisien.

Kandang koloni pada fase DOC harus dilengkapi dengan penghangat kandang yang sesuai, dinding kandang yang tidak tembus angin, dan lantai kandang yang kering. Kandang harus dialasi dengan sekam atau serbuk gergaji untuk mengatasi dampak kotoran ayam nantinya. Selain itu, kandang harus menyediakan sekat untuk mengatur kepadatan kandang.

kandang doc ayam kub
Kandang DOC model box ayam KUB via youtube.com
Jika populasi budidaya dibawah 500 ekor DOC saya sarankan untuk menggunakan kandang model box. Kandang  bisa dibuat dengan menggunakan papan atau tripleks sebagai dinding.

Perhatikan tingkat kepadatan ayam didalam kandang dan lakukan penyesuaian sesuai tingkatan umur.

Baca Juga:

Kandang Pembesaran Ayam KUB


Setelah melewati umur 0-4 minggu di kandang DOC, ayam KUB selanjutnya dipindahkan ke kandang pembesaran. Di kandang pembesaran ini ayam akan bertahan sampai tiba masa panen di umur 12-16 minggu.

Untuk ayam KUB yang menggunakan kandang koloni di fase DOC tidak perlu lagi dipindahkan. Cukup memperluas area dengan mengatur sekat pembatas. Pada fase ini, ayam telah mampu menahan dingin untuk cuaca normal, sehingga tidak membutuhkan penghangat lagi. Dinding kandang pun sudah bisa dibiarkan terbuka untuk sirkulasi udara.

kandang koloni ayam kub
Kandang pembesaran model koloni via youtube.com
Namun dinding kandang harus memungkinkan untuk ditutup kembali jika cuaca sedang tidak baik. Misalnya musim hujan, atau angin kencang. Kondisi kandang yang lembab akan memicu munculnya penyakit. Dengan pertimbangan buka tutup tersebut, kandang koloni sebaiknya menggunakan layar dari terpal atau plastik yang bisa digulung dan dibentangkan kembali.

Kepadatan kandang pada fase pembesaran yaitu 10 ekor ayam per meter persegi. Kepadatan ini bertahan sampai masa panen. Jika menggunakan kandang koloni, ukuran kandang 5x10 meter saja sudah cukup untuk menampung 500 ekor ayam KUB dewasa.


kandang pembesaran ayam kub
Kandang pembesaran model box via youtube.com
Untuk budidaya yang menggunakan kandang box, seperti yang biasa terdapat di rumah-rumah, hanya bisa menampung ayam KUB dalam jumlah kecil pula. Misalkan kandang berukuran 1x2 meter, idealnya hanya bisa menampung 20 ekor ayam KUB dewasa.



Kandang Ayam KUB Petelur


Ayam KUB memasuki fase bertelur di umur 20-22 minggu. Agar bisa bertelur, ayam KUB betina harus dipertemukan dengan pejantan, baik secara alami maupun melalui inseminasi buatan. 

Jika menggunakan cara perkawinan alami, ayam betina dan jantan harus ditempatkan dalam kandang bersama-sama. Perbandingan jantan dan betina dalam kandang petelur alami adalah 1 ekor jantan berbanding 9 ekor betina.

kandang ayam kub petelur

Di dalam kandang sebaiknya disediakan media untuk induk ayam bertelur agar telurnya tidak berceceran didalam kandang. Media bertelur harus kering dan nyaman bagi induk ayam.

Jika ingin menggunakan metode inseminasi buatan, maka induk ayam dan pejantan boleh ditempatkan dalam kandang terpisah sebab perkawinan akan dilakukan dengan bantuan manusia. Kandang ayam betina bisa dibuat berbentuk kandang baterai, agar lebih mudah dalam memberi pakan dan mengumpulkan telur.

Baca Juga:

Ulasan


Ayam KUB adalah ayam kampung unggulan yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan ayam kampung biasa yang tanpa seleksi. Jenis ayam ini bisa menjadi pilihan bagi peternak yang ingin membididayakan ayam kampung asli, namun menginginkan produktifitas yang lebih tinggi.

Dalam menentukan metode perkandangan, harus berdasarkan jumlah populasi yang akan dibudidayakan. Untuk populasi besar, sebaiknya menggunakan bentuk kandang koloni, sebab akan lebih efisien dan ekonomis.

Budidaya ayam KUB secara intensif dengan metode perkandangan yang benar dapat menjadi sumber ekonomi yang berkesinambungan, mengingat pangsa pasar ayam kampung yang masih sangat luas. Selamat beternak ayam KUB !

Saturday, 4 April 2020

Membuat Pupuk Bokashi dari Kotoran Ayam

membuat pupuk bokashi dari kotoran ayam

Salah satu tantangan dalam dunia pertanian dewasa ini adalah berkurangnya kualitas tanah. Penggunaan pupuk kimia yang terus menerus ditengarai menjadi faktor utama berkurangnya unsur hara dalam tanah sehingga merusak daya dukung tanah terhadap tanaman.

Pemakaian pupuk organik, pupuk yang memanfaatkan materi dasar dari makhluk hidup, belakangan ini menjadi pilihan para penggarap lahan. Selain kualitasnya yang tak kalah dari pupuk kimia, pupuk organik juga mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Sumber bahan organik dapat berupa pupuk kandang, sisa panen, jerami dan daun, limbah ternak, bahkan sampah organik rumah tangga.

Baca Juga:

membuat pupuk bokashi dari kotoran ayam

Salah satu jenis pupuk organik yang bisa dengan mudah kita buat di rumah yaitu pupuk Bokashi.

Bokashi adalah pupuk yang populer di Jepang. Pupuk ini dihasilkan dari proses fermentasi bahan-nahan organik dengan memanfaatkan mikroorganisme dekomposer atau pengurai. Selain ampuh untuk menyuburkan tanah, pupuk Bokashi juga bisa membantu pertumbuhan dan produksi tanaman. Di Jepang sendiri, pupuk ini telah digunakan turun temurun sejak tahun 80-an.

Ayam adalah salah satu hewan yang kotorannya bisa diolah menjadi pupuk Bokashi. Kotoran ayam mengandung unsur hara yang tinggi. Dengan pengolahan yang tepat, kotoran ayam dapat berubah menjadi pupuk organik bernilai tinggi.


Alat dan Bahan Pembuatan Pupuk Bokashi dari Kotoran Ayam


Pupuk Bokashi dari kotoran ayam tentunya menggunakan kotoran ayam sebagai bahan utama. Untuk itu diperlukan kotoran ayam dalam jumlah yang banyak. Kotoran ayam yang baik adalah yang masih segar, sekitar 1-3 hari.

membuat pupuk bokashi dari kotoran ayam

Untuk membuat pupuk Bokashi dari kotoran ayam, diperlukan alat dan bahan berikut ini:

Alat:
1. Alat untuk mengaduk: cangkul atau sekop;
2. Karung goni atau terpal

Bahan:
1. Kotoran ayam sebanyak 8 ember;
2. Tanah yang mengandung nutrisi, sebanyak 3 ember;
3. Arang sekam, sebanyak 1 ember;
4. Dedak, sebanyak 1 ember;
5. Gula pasir, sebanyak 3 sdm;
6. EM4 sebagai mikroorganisme dekomposer, sebanyak 12 sdm;
7. Air, secukupnya.


Langkah Pembuatan Pupuk Bokashi dari Kotoran Ayam 


Jika semua alat dan bahan sudah tersedia, maka pembuatan pupuk Bokashi dapat dimulai dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Campurkan kotoran ayam, tanah, arang sekam, dan dedak. Aduk sampai tercampur dengan rata.
2. Larutkan gula pasir, EM4, kedalam air.
3. Percikkan larutan secara perlahan pada adonan kotoran ayam sambil diaduk dengan merata. Perkirakan kandungan air dalam adonan berkisar hanya 30% - 40% saja. Jangan sampai terlalu encer.
4. Hamparkan adonan diatas lantai kering dan terlindung dari hujan dengan ketebalan sekitar 15 - 20 cm.
5. Tutup dengan karung goni atau terpal selama 5 - 7 hari.
6. Adonan akan mengalami panas akibat proses fermentasi yang terjadi. Untuk menjaga suhu, aduk adonan sekali dalam setiap hari lalu tutup kembali.
7. Setelah 5 - 7 hari, adonan telah berubah menjadi pupuk organik Bokashi yang siap diaplikasikan pada lahan.

Baca Juga:

Ulasan


Penggunaan pupuk organik adalah solusi untuk meningkatkan daya dukung tanah terhadap tanaman pada lahan pertanian. Pupuk Bokashi adalah pupuk organik hasil dari teknik pengolahan pupuk ala Jepang yang mudah sekali dilakukan di lingkungan sekitar kita.

Kotoran ayam mengandung unsur hara yang tinggi untuk diolah menjadi pupuk Bokashi. Kotoran ayam dalam jumlah yang banyak biasa terdapat pada peternakan ayam berskala besar, seperti peternakan ayam broiler, atau ayam petelur. Dengan mengikuti teknik pengolahan kotoran ayam seperti diatas, kita bisa mengubah kotoran ayam menjadi pupuk organik yang bernilai tinggi.

Thursday, 26 March 2020

Melirik Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung Secara Intensif

usaha ayam kampung intensif

Konsumsi daging ayam sampai saat ini masih didominasi oleh ayam Broiler. Sejak disosialisasikan kepada konsumen di masa pemerintahan Soeharto, ayam Broiler terus memimpin penjualan daging ayam di pasaran, jauh meninggalkan kompetitornya yaitu ayam kampung, ayam lokal Indonesia. Menurut Data Statistik Peternakan, pada tahun 2017 ayam kampung hanya menyumbang 12,86% dari total konsumsi daging unggas nasional.

Dominasi ayam Broiler ini tak lepas dari siklus hidup dan kecepatan panen ayam Broiler. Umumnya peternak ayam Broiler bisa memanen ayamnya dalam masa 30 - 35 hari saja. Bandingkan dengan ayam kampung yang mesti menunggu 2 sampai 3 bulan untuk mendapatkan bobot panen optimal.

Namun beberapa tahun belakangan ini, ayam kampung sepertinya telah mendapatkan kembali kelasnya, seiring dengan adanya opini yang berkembang di masyarakat khususnya kalangan konsumen daging ayam. Mereka mengklaim bahwa mengonsumsi daging ayam kampung jauh lebih sehat, sebab kandungan kolesterolnya lebih rendah dibandingkan dengan ayam Broiler. Selain itu, rasa daging ayam kampung lebih nikmat dan gurih.

Keunggulan-keunggulan inilah yang menyebabkan ayam kampung kembali diminati oleh masyarakat, terutama masyarakat golongan menengah keatas dan penduduk perkotaan. Lambat laun permintaan pasar akan pasokan daging ayam kampung pun terus meningkat.

Baca Juga:
usaha ayam kampung intensif

Sayangnya permintaan ayam kampung yang makin tinggi ternyata tidak terpenuhi oleh peternak. Mengapa demikian? Sebab saat ini kebanyakan peternak ayam kampung hanya menjadikan usaha ini sebagai usaha rumahan. Ada yang dikandangkan ada pula yang hanya dibiarkan berkeliaran disekitar rumah. Namun belum banyak yang terpikir untuk membawa usaha ini menjadi peternakan intensif, artinya bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan dengan produksi yang berskala besar.

Seperti apa peluang usaha ayam kampung ini? Layak kah para peternak ayam kampung rumahan meningkatkan usaha mereka menjadi lebih intensif menuju bisnis besar? Apa saja keunggulan usaha ayam kampung?

Ulasan berikut ini adalah beberapa fakta seputar usaha ayam kampung yang dikumpulkan dari berbagai literasi, dipadukan dengan pengalaman beternak serta cara pandang saya sendiri melihat peluang usaha ayam kampung ini.



Ayam Kampung Adalah Ternak Sejuta Ummat 


Diseluruh nusantara, ayam kampung adalah hewan ternak yang paling mudah dijumpai. Banyak rumah tangga yang memelihara ayam kampung. Ada yang memelihara ayam kampung dengan maksud memang untuk dijual daging dan telurnya, namun ada pula yang hanya sebatas menyalurkan hobi. Ayam kampung memang dikenal sebagai ayam lokal Indonesia.

Karena sudah sedemikian populer, menjadikan ayam kampung sebagai komoditi usaha tentunya tidak akan begitu sulit. Kebanyakan orang sudah tahu siklus hidup ayam kampung seperti apa, bagaimana perawatannya, pun bagaimana mengembangbiakkan ayam ini untuk memperbanyak populasi.

usaha ayam kampung intensif

Terkhusus masyarakat di pedesaan, memelihara ayam kampung sudah menjadi tradisi turun temurun. Saya percaya bahwa usaha ayam kampung secara intensif akan sangat cocok dilakukan di pedesaan. Dengan lingkungan yang sejuk, sumber pakan ayam melimpah, dan sumber daya manusia yang sudah telaten, desa akan menjadi lokasi usaha yang tepat.

Namun demikian, diperlukan peningkatan pengetahuan yang lebih komprehensif. Mulai dari bibit ayam yang baik, kandungan pakan yang tepat, vitamin dan obat-obatan, metode perkandangan, sampai pada cara pemasaran. Banyak peternak yang membesarkan ayam kampung tanpa mengetahui dengan pasti ayam yang dipeliharanya itu lebih cocok menjadi ayam kampung pedaging atau petelur. Makanya usaha ternak secara intensif tak cukup hanya dengan menggunakan teknik budidaya sederhana seperti yang selama ini dilakukan di pedesaan. 

Baca Juga:

Peluang Pasar Besar dan Berkesinambungan 


Dari hari ke hari permintaan daging ayam kampung terus meningkat. Konsumen daging ayam kampung seperti memiliki kelas tersendiri. Rumah makan dan restoran makin banyak yang menyajikan menu daging ayam kampung. Rumah tangga pun kini makin banyak yang beralih dari daging ayam Broiler ke ayam kampung. Hal ini tidak terlepas dari kualitas daging ayam kampung yang memang berbeda dibandingkan ayam Broiler.

Jika anda tertarik untuk memulai usaha ini, cobalah sesekali anda melakukan survei ke pasar atau ke masyarakat. Yakin saja, kebanyakan dari konsumen daging ayam akan lebih menyukai daging ayam kampung.

usaha ayam kampung intensif

Selain daging, telur ayam kampung juga adalah komoditi pasar unggulan. Di masyarakat, telur ayam kampung digunakan sebagai suplemen penambah stamina. Oleh sebab itu, meskipun dengan harga yang lebih mahal dibandingkan telur ayam Ras, telur ayam kampung memiliki segmen pembeli tersendiri.

Jika direncanakan dengan baik, peternak juga bisa menggarap penjualan bibit ayam kampung sekaligus. Bagian ini memerlukan pengetahuan yang lebih tentang breeding atau pembibitan ayam. Beberapa peternak ayam kampung yang telah menggeluti usaha ini secara intensif, menggunakan mesin tetas telur yang bekerja secara otomatis. Dengan demikian produksi bibit atau anak ayam bisa berlangsung lebih efektif.



Harga Jual Tinggi dan Belum Banyak Pesaing 


Seperti yang saya sampaikan di awal bahwa konsumsi daging ayam saat ini masih didominasi oleh ayam Broiler, sehingga pelaku usaha ayam kampung di pasaran pun masih sangat terbatas. Sedangkan kita sudah tahu bahwa daging ayam kampung memiliki kelas konsumen sendiri di masyarakat yang jumlahnya terus bertambah. Disamping itu, karena kualitas dagingnya yang lebih nikmat, dipasaran harga daging ayam kampung lebih tinggi dibandingkan daging ayam Broiler. Beberapa fakta ini tentu sangat memukau bagi orang yang bisa melihat ini sebagai peluang bisnis.

usaha ayam kampung intensif

Pembudidaya ayam kampung secara intensif berskala bisnis ibaratnya masih bisa dihitung jari. Jumlahnya sedikit. Tidak berimbang dengan permintaan pasar. Kebanyakan peternak ayam kampung saat ini masih berskala rumahan, yang jumlahnya hanya berkisar belasan hingga puluhan ekor. Sehingga tak cukup menutupi kebutuhan pasar. Bandingkan dengan ayam Broiler. Satu peternakan saja bisa berkisar 1000 - 5000 ekor ayam.

Di Indonesia, kebanyakan peternak ayam kampung yang sudah besar berada di Pulau Jawa, sedangkan di luar Jawa masih sangat minim. Peternak diluar pulau Jawa biasanya membeli bibit ayam muda dari peternak di Jawa. Kadang dikirim lewat udara menggunakan pesawat.

Jika kita mulai beternak ayam kampung, tidak akan butuh waktu lama untuk mendapatkan pangsa pasar yang mumpuni di kota-kota besar. Peluang ini sepertinya terbuka jauh lebih besar bagi daerah-daerah diluar Jawa.

Baca Juga:

Dilindungi oleh Peraturan Pemerintah


Saya baru tahu bahwa usaha peternakan ayam kampung oleh rakyat ini dilindungi oleh pemerintah. Melalui Perpres No.77/2007, pemerintah menjamin bahwa usaha ayam kampung hanya boleh dikembangkan oleh peternakan rakyat, mulai dari pembibitan sampai pembesaran.

usaha ayam kampung intensif

Melalui kebijakan ini tampaknya pemerintah memang mengarahkan usaha ayam kampung menjadi peternakan rakyat, bukan untuk digarap industri. Beda halnya dengan peternakan ayam Broiler yang banyak dikerjakan oleh perusahaan besar dengan populasi ratusan ribu ekor. Peraturan ini adalah sabuk pengaman yang sangat kokoh bagi peternak ayam kampung.

Dengan tidak adanya industri yang turut membudidayakan ayam kampung, maka peternak-peternak kecil tak perlu takut tergilas keperkasaan perusahaan-perusahaan besar yang mempunyai modal banyak. Harga ayam kampung juga akan terjaga dan tidak mengalami fluktuasi yang berarti. Peternak bisa leluasa mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan pasar baik daging ayam kampung, telur, bahkan bibit anak ayam. 


Kebanggaan Beternak Ayam Lokal 


Saat ini telah banyak sekali peternak ayam. Ada peternak ayam Broiler, peternak ayam Ras petelur, peternak ayam kampung, peternak ayam super, dan macam-macam jenis ayam lagi. Ayam kampung sendiri adalah ayam lokal yang telah sejak dulu dipelihara turun temurun di Indonesia.

usaha ayam kampung intensif

Beternak ayam kampung akan memberikan kebanggaan tersendiri dibandingkan dengan beternak ayam jenis lain, sebab dengan itu kita telah ikut berpatisipasi menjaga dan melestarikan ayam asli Indonesia.

Jika kita membudidayakan ayam secara intensif dan berhasil, tentu akan menjadi inspirasi bagi peternak lain untuk turut serta beternak ayam kampung.

Baca Juga:

Ayo Beternak Ayam Kampung ! 


Budidaya ayam kampung adalah peluang usaha yang sangat menjanjikan untuk dijalankan di Indonesia. Meskipun konsumsi daging ayam masih didominasi oleh ayam Broiler, tapi daging ayam kampung memiliki kelas konsumen tersendiri yang jumlahnya terus bertambah setiap hari. Ini adalah peluang yang besar.

Skala peternakan sebaiknya dikerjakan secara intensif dalam jumlah yang banyak, dalam artian dikelolah secara terencana dan berkesinambungan. Dengan demikian akan memungkinkan untuk mendapatkan hasil produksi yang besar dengan biaya produksi yang kecil sesuai prinsip ekonomi.

Apakah anda tertarik beternak ayam kampung secara intensif? Jika ia, maka anda sedang berada di jalur yang tepat untuk usaha mandiri dengan prospek cerah. Bersama-sama kita bawa ayam kampung berjaya kembali di dunia peternakan nusantara.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done