Fachrul Hidayat: Essay
News Update
Loading...
Showing posts with label Essay. Show all posts
Showing posts with label Essay. Show all posts

Tuesday, 21 July 2020

Mengapa Saya Menulis Blog?


Saya suka menulis. Sejak masih bocah saya telah belajar menulis. Menulis apa saja. Waktu saya masih SD, sepulang dari sebuah tugas dinas di Kota Parepare, Ibu membeli untuk saya sebuah buku catatan. Di buku tersebut saya mulai menulis apa saja yang saya sukai. Saya menulis tentang teman-teman kelas, saya menulis bahan-bahan untuk membuat layangan, saya menulis nama-nama paman yang memberi saya uang jajan. Buku catatan itu masih ada sampai sekarang. Buku itu lalu penuh, lembaran kosongnya habis saat SMP.

Di SMA saya membeli sendiri sebuah buku catatan baru dan kembali saya tulisi lembar per lembar. Cerita ikut Palang Merah, diterima tim basket sekolah, resep kue kesukaan, dan masih ada juga nama-nama paman yang pernah memberi saya uang jajan. Buku catatan ini juga masih ada sampai sekarang.


Meski masih tersimpan baik-baik, tulisan-tulisan di buku catatan saya lebih banyak yang memalukan alih-alih bisa dibanggakan. Pernah suatu ketika saat istri saya sedang beres-beres rumah, ia menemukan buku-buku catatan jaman primitif saya itu. Saat itu saya tak ada dirumah. Istri saya membaca buku-buku itu sampai puas lalu membuli saya habis-habisan setelahnya. Untungnya, di buku catatan saya tak pernah menulis tentang mantan. Kalau sampai ia, maka sudah bisa dipastikan piring-piring di rumah bakal beterbangan. Hehe

Saat kuliah saya melihat makin banyak hal yang bisa ditulis. Dari pergaulan kampus yang nakal, organisasi mahasiswa, jajanan sekitar kontrakan, mahasiswa yang malas tapi mau jadi orang sukses, dosen yang pungli, demonstran yang dibayar, macam-macam. Dan saya mulai ingin tulisan saya di baca juga oleh orang lain. Rasanya pasti nikmat jika tulisan kita ada yang mau baca.

Saya lalu mulai mengirim tulisan saya ke redaksi koran. Pernah sekali, saya mengirim tulisan saya ke salah satu media cetak di Makassar. Waktu itu saya menulis opini tentang betapa konyolnya kegiatan training salah satu organisasi pergerakan mahasiswa berbasis Islam yang baru saja saya ikuti. Harapan saya tulisan itu bisa di muat di koran.

Editor korannya, yang seorang bapak-bapak, setelah membaca tulisan saya, ia tanya:

“Bagus ini. Kita ji sendiri tulis ini kah?’’

Songkolo ! Apa mahasiswa di jaman saya sudah sedemikian dungu untuk di percaya bisa menulis dengan baik? Buat apa juga saya repot-repot memperkenalkan tulisan orang lain?

Tulisan saya itu akhirnya tidak dimuat. Barangkali ada tulisan lain yang lebih baik. Tapi beberapa minggu setelahnya, tulisan saya yang lain terbit di seperempat halaman koran. Kalau tidak salah tulisan itu tentang keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan, seperti penanganan bencana dan pencarian korban hilang. Dan sampai hari ini honor untuk tulisan itu belum sempat saya ambil.

Tahun 2010 saya mengenal Blog, platform online untuk menulis dan memungkinkan bisa menjangkau pembaca yang banyak. Tentu saja saya langsung membuat Blog. Beberapa tulisan sempat saya terbitkan sebagai postingan Blog sebelum kesibukan sebagai mahasiswa membuat saya melupakan Blog tersebut.

Tahun 2013 ketika saya sudah lulus dan belum bekerja alias pengangguran, saya membuat Blog baru. Namun beberapa bulan setelahnya saya diterima bekerja dan kesibukan kantor menjadi alasan utama Blog yang saya buat kembali terlupakan.

Tahun 2015 ketika ketika saya sudah mulai beradaptasi dengan baik di pekerjaan, saya membuat Blog lagi, Blog yang sedang Anda baca ini. Meskipun masih aktif sampai sekarang, namun beberapa tahun terakhir saya jarang sekali bisa menulis. Entah, mungkin lelahnya pikiran akibat kerja membuat kreatifitas menulis jadi tumpul. Kadang sepulang kerja, halaman Blog saya buka, namun tak sekata pun bisa tertulis. Rasanya juga pikiran kritis saya makin lumpuh, tak ada satupun yang bisa saya protes. Memang kadang suasana nyaman membuat kita lemah.

Saya menganggap ini adalah penyakit, dan penyakit mesti di obati.

Beberapa bulan terakhir ini saya berusaha agar bisa rutin menulis lagi di Blog ini. Menulis apa saja. Curhat, catatan pekerjaan, imajinasi, tips perjalanan, apa saja. Itulah yang kini bisa Anda jelajahi di Blog ini.

* * *

Kebahagian bagi orang yang membuat tulisan adalah jika tulisannya ada yang baca. Demikian halnya dengan saya. Ternyata, meski tulisan saya masih sangat jauh untuk bisa dikatakan layak di baca, ada juga pembaca yang sudi mampir di Blog ini. Bahkan secara ajaib, bulan lalu tulisan-tulisan di Blog saya ini mencapai lebih dari 4000 pembaca dan mendapatkan 43.000 pengunjung sepanjang waktu.

Saya kan jadi terharu. Itu jumlah pembaca yang bagi saya terlalu banyak. Amat jauh melebihi pengharapan.


Kini saya bertekad untuk terus menulis. Untuk apa? Untuk membantu diri saya sendiri. Saya menemukan kesenangan dalam menulis. Saya senang berbagi pengalaman hidup, terlebih jika itu bisa membawa manfaat bagi orang lain yang membaca tulisan saya.

Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan konstruksi swasta yang bergerak di bidang pembangkit listrik. Saya akan banyak menulis tentang itu. Mungkin saja bisa bermanfaat bagi rekan-rekan se-profesi atau adik-adik pelajar yang membutuhkan. Di waktu libur, saya biasanya menghabiskan waktu dengan bertani dan beternak di kampung halaman saya di pegunungan Sulawesi Barat. Saya pun akan banyak menulis tentang itu. Bagaimana pertanian di kampung saya, bagaimana memelihara ternak, dan lain-lain. Selebihnya adalah kisah-kisah perjalanan atau cerita naik gunung jika masih ada.

Saya ingin berterima kasih kepada Anda yang telah membaca tulisan-tulisan di Blog ini. Baik yang rutin mampir maupun yang hanya kebetulan nyasar disini. Kehadiran Anda betul-betul adalah semangat saya dalam menulis. Meskipun, sekali lagi, tulisan saya masih sangat jauh untuk bisa dikatakan layak di baca, namun saya terus belajar dan akan berusaha membuat tulisan yang makin baik dari hari ke hari. Sekali lagi, Terima kasih !

Sunday, 19 July 2020

4 Alasan Kuat Mengapa Anda Harus Mulai Menulis di Blog

Di dunia ini tidak ada yang bisa memaksa Anda menulis. Dalam undang-undang, menulis tidak masuk dalam satu pun pasal kewajiban warga negara. Maka kita boleh saja melakukannya, tapi tidak wajib. Kecuali jika ada tuntutan lain yang menjadikan Anda wajib untuk menulis. Misalnya Anda wartawan media, maka mau tak mau Anda harus menulis sebab pembaca media mau membaca apa jika Anda tidak menulis. Hehe

Di era 4.1 yang serba digital sekarang ini, menulis tidak hanya bisa dilakukan di kertas. Kini ada flatform online yang memungkinkan tulisan kita dapat menjangkau pembaca yang tak terbatas. Ada flaform gratisan seperti Blogspot, Wordpress, atau Tumblr, dan ada pula yang berbayar.

Melalui artikel ini saya hendak mengajak Anda untuk mulai menulis, meskipun Anda bukan wartawan. Buatlah Blog, kembangkan menjadi sebuah website yang bagus, dan bagikan tulisan-tulisan Anda secara online.

alasan kuat menulis di blog

Untuk menulis, kita semua perlu alasan. Dengan itu kita akan semangat dan konsisten melakukannya. Ada orang yang menulis karena memang hobi. Ia menganggap menulis ibarat lari pagi yang mesti dilakukan tiap hari sebab dengan begitu ia merasa senang. Ada orang menulis karena katanya menulis dapat melepaskan beban pikiran. Menulis mungkin terasa seperti curhat bagi orang-orang ini. Ada pula orang yang menulis karena ingin menjadi bagian dari sejarah. Konon dengan menulis lalu menyebarkannya secara online, mereka akan kekal dalam ingatan manusia. Hehe

Bagi Anda yang tidak cocok dengan alasan-alasan diatas, jangan khawatir. Di bawah ini masih ada beberapa alasan lain mengapa Anda harus mulai menulis di Blog. Bagi saya sendiri, alasan-alasan ini sangat powerfull untuk mendorong saya terus menulis.


Membantu Orang Lain


Alasan pertama dan paling penting adalah menulis untuk membantu orang lain. Sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, membantu sesama harus selalu menjadi prioritas. Bagaimana bisa dengan menulis dapat membantu orang lain?

Sekarang ini hampir segala solusi untuk permasalahan peradaban bisa ditemukan di internet. Jika ada sesuatu yang tidak kita ketahui, dengan mudah kita tinggal mengetik kata kuncinya di Google dan  ribuan tulisan yang sesuai akan muncul seketika.

alasan kuat menulis di blog

Nah, jika Anda menulis sesuatu yang bermanfaat di Blog, misalkan sebuah tips atau rekomendasi untuk suatu masalah, maka orang akan menemukan tulisan anda dan mungkin saja menjadi solusi bagi permasalahan mereka. Dengan demikian, secara tidak langsung anda telah membantu orang lain.

Di Blog ini saya sering menulis tentang pengalaman saya beternak ayam. Anda mungkin tidak akan percaya bahwa sudah puluhan orang yang menghubungi saya secara langsung setelah membaca tulisan saya. Ada yang bertanya cara mencampur makanan ayam, ada yang meminta gambar kandang ayam, dan banyak pula yang sekedar bertegur sapa. Tentunya saya sangat senang sebab tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain.


Mengembangkan Wawasan


Dengan menulis, secara tidak sadar anda akan mendapatkan peningkatan wawasan. Biasanya sebelum kita mulai membuat tulisan tentang suatu topik, kita perlu mengetahui topik tersebut secara lengkap agar tulisan yang kita hasilkan lengkap dan informatif. Mungkin kita perlu mengingat-ingat kembali pengalaman lama, membaca buku yang berkaitan dengan topik tersebut, ataupun membaca artikel lain yang sesuai lalu kemudian dipadukan dengan pengetahuan kita sendiri.

alasan kuat menulis di blog

Misalkan kita hendak menulis cerita perjalanan wisata ke Candi Borobudur. Nah, untuk melengkapi tulisan kita, mungkin kita perlu membaca artikel tentang candi tersebut. Mungkin kita ingin menambahkan sedikit informasi tentang sejarah candi, atau kisah di balik pembuatan candi. Atau barangkali kita ingin menambahkan harga-harga penginapan yang tersedia di sekitar candi tersebut. Dengan demikian tulisan kita nantinya akan lebih berbobot.

Saat melakukan riset sederhana tentang topik Candi Borobudur, secara tidak sadar pengetahuan kita tentang candi tersebut menjadi segar dan tentunya bertambah luas.

Begitupun saat hendak membuat tulisan dengan topik lain. Riset-riset kecil yang dilakukan akan meningkatkan wawasan kita tentang topik tersebut. Mungkin itulah sebabnya, kebanyakan penulis yang saya kenal amat cerdas dan berwawasan luas. Ngobrol tentang apa saja bisa nyambung. Hehe


Melatih Kemampuan Menulis


Rutin menulis di Blog akan melatih kemampuan kita untuk membuat tulisan yang baik. Tulisan yang baik bukan hanya berbobot dan informatif melainkan juga harus sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan yang baku.

alasan kuat menulis di blog

Anda belum paham kaidah penulisan yang bagus? Tidak masalah. Lihatlah tulisan ini. Masih banyak kesalahan pemakaian huruf kapital serta tanda baca. Tapi tak menyurutkan semangat saya untuk terus menulis. Tulisan-tulisan saya terdahulu malah lebih parah. Perlahan-lahan, sambil terus membuat tulisan di Blog, kemampuan menulis kita akan bertambah dengan sendirinya.

Saat sering berkecimpung di lingkungan per-Blog-an, kita akan sering melihat tulisan yang di buat oleh orang lain yang mungkin saja lebih bagus, tanda bacanya tepat, sehingga nyaman di baca. Dari sanalah secara sadar atau tidak kita telah belajar. Lama-kelamaan tulisan kita juga makin hari makin bagus.

Menulis dengan kaidah yang benar adalah kemampuan yang penting di jaman sekarang ini. Di bidang akademik, di pekerjaan, ataupun di lingkungan sehari-hari, teknik menulis akan selalu bermanfaat. Ini akan menjadi softskill yang membedakan kita dari orang lain.


Menghasilkan Uang


Di era ekonomi digital sekarang ini, jika kita tidak memiliki investasi yang digital pula, maka agak miris rasanya. Lihatlah keluar, orang-orang sudah bisa menghasilkan uang meski tak bekerja secara nyata.

Orang bisa berpenghasilan milyaran sebulan dengan meng-upload video ke kanal Youtube. Ada orang yang kaya raya dengan menjual foto ke website virtual. Ada banyak penjual yang sukses meraup keuntungan dari menjajakan dagangannya secara online. Jumlah pekerja digital ini terus bertambah dari tahun ke tahun.

alasan kuat menulis di blog

Jika Anda termasuk orang yang masih terlelap, tidak menyadari perubahan jaman seperti ini, maka bangunlah segera. Saya tidak meminta Anda untuk berhenti dari pekerjaan kantoran dan mulai menjadi Youtuber. Hehe. Tidak sama sekali. Namun Anda harus mulai memikirkan untuk memiliki investasi yang berbasis digital.

Menulis di Blog adalah salah satu bentuk investasi digital. Jika tulisan Anda disukai orang lalu pembaca mulai berdatangan dan jumlahnya bertambah dari hari ke hari, maka itu adalah modal yang berharga bagi Anda. Saat trafik pembaca Blog sudah tinggi, Anda dapat mengatur Blog Anda sedemikian rupa sehingga mendapatkan tawaran iklan untuk dipajang di Blog tersebut. Dari iklan itu, Anda bisa mendapatkan uang.

Penghasilan dari Blog jumlahnya akan bergantung pada tulisan-tulisan Anda. Semakin menarik tulisan, maka semakin banyak pula pengunjung yang datang. Saat pengunjung semakin banyak, maka peluang mendapatkan penghasilan yang lebih besar juga terbuka lebih luas.

* * *

Demikianlah saudara-saudara. I strongly suggest you to start writing. Hari ini juga, menulislah. Tulis apa saja yang sekiranya akan bermanfaat lalu bagikan di Blog. Isi pikiran Anda, ide-ide, literasi, serta pengalaman hidup Anda adalah pengetahuan yang mungkin dibutuhkan oleh orang di sisi dunia yang lain. Maka menulislah. Toh, selain akan bermanfaat untuk orang lain, menulis ternyata bisa membawa manfaat yang besar bagi diri kita sendiri.

Monday, 29 June 2020

Jalan Tani


Dalam kondisi dunia sesulit apapun, manusia pasti perlu makan untuk bertahan. Tak terkecuali di masa pandemi virus corona seperti sekarang. Penyakit menular ke sudut-sudut negeri, memaksa orang-orang berdiam dirumah saja sehari-hari. Penghasilan menurun, daya beli pasar berkurang, dan kelesuan ekonomi global mengancam. Akan separah apapun kelanjutan pandemi ini, manusia tetap butuh makan. Bahan makanan mesti selalu ada.

Saat wabah virus ini berhasil dilalui, pejuang garis depan berikutnya adalah para petani. Impor bahan makanan mungkin tidak akan bisa diandalkan sebab negara lainpun mengalami penurunan produksi. Mau tidak mau, kita berharap hasil pertanian dan peternakan dalam negeri sanggup memenuhi pasar nasional.

Sayangnya pertanian kita sejak lama telah menjadi masalah yang pelik. Mulai dari kerusakan tanah, kepemilikan lahan yang terus menyusut, permodalan terbatas, berimbas pada produksi yang tidak stabil. Pertanian menjadi sektor yang tidak menarik, dan desa-desa sebagai pemilik lahan-lahan tani belakangan menjadi lumbung kemiskinan akut. Tidak banyak petani-petani baru yang muncul saat orang tua kita yang menggarap lahan di desa-desa berangsur menua.

Virus corona ini akhirnya akan membuka mata betapa doktrin hidup kita sudah terlalu lama mengabaikan sektor pertanian jauh dibelakang.

Bagi sebagian besar orang, bertani bukanlah hal yang keren. Dari 100 anak muda kita, ada berapa yang bercita-cita menjadi petani? Mungkin tidak ada. Agak miris sebab ada jutaan orang yang berhasil menjadi sarjana dari nafkah seorang petani.

Bagi saya sendiri bertani adalah pekerjaan prestisius. Menjadi petani, meski tak kaya-kaya amat, tapi kita memiliki akses penuh terhadap lahan kita sendiri yang dilindungi oleh adat dan sistem sosial setempat. Bertani adalah pekerjaan merdeka, sebab sehari-hari kita tidak terikat pada tuntutan waktu bekerja. Disamping itu, dengan bertani, kita melakukan salah satu jasa paling mulia, yaitu menyediakan bahan makanan untuk masyarakat.

Nah, rekan-rekan sebangsa dan setanah air. Seperti banyak hal-hal besar yang dimotori oleh anak muda, demikian juga nyawa pertanian kita. Perlu ada suatu gebrakan besar untuk melangitkan kembali semangat bertani dan itu harus dimulai oleh anak muda. Musim wabah corona ini adalah waktu yang pas.

Anak-anak muda, mahasiswa, pekerja, pun pengangguran yang harus pulang kampung karena wabah corona, harus bergerak. Daripada hanya rebahan dirumah, turunlah ke lahan, olah kebun, lalu menanamlah. Beli bibit sayuran, tanam, lalu hasilnya jual ke pasar. Ternak ayam, pelihara kambing. Semua ini tidak butuh modal besar. Bibit sayur murah harganya, induk ayam juga tidak mahal-mahal amat.

Bangkitkan semangat keluarga dan lingkungan disekitarmu. Buka handphone untuk belajar teknik menanam yang bagus, ajarkan pada orang lain. Jangan malu. Manfaatkan pendidikanmu agar mampu menawarkan hasil kebunmu di pasaran dengan harga yang sesuai. Seorang petani harus memiliki kemampuan negosiasi dan public speaking yang mumpuni.

Bertani adalah pilihan cita-cita yang keren dan sangat menjanjikan, dengan teknik pengolahan lahan dan pemasaran yang baik. Tanamkan doktrin itu pada anak-anak kita jika ingin peradaban ini berumur panjang.

Sunday, 22 September 2019

Mengenal PLTA, Masa Depan Pembangkit Listrik Indonesia

Pusat listrik tenaga air atau PLTA adalah istilah yang digunakan untuk sebuah sumber pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai energi penggeraknya. Lantas seperti apa cara kerja PLTA? Apa saja bagian-bagiannya? Bagaimana PLTA bisa menjadi masa depan pembangkit listrik Indonesia? Let's check it out !
Source: tanamen.com

Kondisi Kelistrikan Indonesia Saat Ini


Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juli 2019, jumlah penduduk Indonesia adalah 268 juta jiwa. Jumlah ini tersebar dalam 63 juta rumah tangga. Mengacu pada data Kementrian ESDM tahun 2018 bahwa kapasitas total energi listrik di Indonesia saat ini adalah 60.789 megawatt dengan rasio elektrifikasi sebesar 95,35%. Rasio elektrifikasi ini adalah perbandingan antara rumah tangga yang telah mendapatkan fasilitas listrik dan yang belum. 

Berdasarkan paparan data diatas, artinya masih ada sekitar 4,65% rumah tangga atau sekitar 12 juta lebih penduduk yang belum tersentuh fasilitas listrik di Indonesia.

Sumber Energi Listrik Indonesia

 


Kapasitas total energi listrik di Indonesia yang sebesar 60.789 megawatt, dihasilkan dari banyak pembangkit listrik yang tersebar di berbagai daerah. Dari keseluruhan pembangkit yang beroperasi tersebut, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang menggunakan batubara sebagai sumber energinya, masih menjadi penyumbang energi listrik terbesar dengan jumlah 30.208 megawatt atau 49% dari total pembangkit. Posisi kedua ditempati oleh pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) sebesar 10.146 megawatt atau 17%, lalu disusul di posisi ketiga pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 6.278 megawatt atau 10%. PLTA berdiri di posisi ke empat dengan 5.124 megawatt atau 8%. Sisanya, 16 persen sumber energi listrik diperoleh dari PLTG, PLTMH, PLTB, dan beberapa sumber energi terbarukan yang jumlahnya masih kecil.

Baca juga:  

Problematika Energi Dunia


Sama halnya di Indonesia, dunia pun kini masih menggunakan energi yang berasal dari fossil seperti batubara dan minyak, sebagai sumber energi utama. Ini sudah terjadi sejak dulu. Namun sayangnya takkan ada satupun bangsa di muka bumi ini yang bisa menggantungkan kebutuhan energinya secara terus menerus dari minyak dan batubara. Hari ini kita ketahui bahwa sumber energi dari fossil sifatnya terbatas dan tidak dapat diperbaharui jika telah habis. Hal inipun disadari oleh negara-negara maju, terutama bangsa Eropa. Dan merekapun terus melakukan pembenahan. Beberapa dekade terakhir mereka mengembangkan sumber energi yang sifatnya berkelanjutan dan dapat diperbaharui, seperti energi air dan energi angin.

 Source: gerecom.com

Norwegia kini dikenal menjadi negara yang paling terdepan dalam memanfaatkan energi terbarukan. Disana, 99% pembangkit listriknya adalah dari energi air. Negara-negara maju lain seperti China, Rusia, Amerika, tak ketinggalan. China diketahui kini memiliki 2 dari 10 PLTA terbesar di dunia, dimana Amerika, Kanada, dan Inggris, juga memiliki masing-masing satu dari PLTA di daftar tersebut. Negara-negara ini berlomba-lomba untuk beralih ke sumber energi terbarukan dan perlahan-lahan mulai meninggalkan sumber energi fossil.

Potensi Energi Air Indonesia dan Pengembangan PLTA 


Indonesia, yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan daratannya didominasi oleh pegunungan, menurut riset yang pernah dilakukan PLN pada tahun 1983, menyimpan sumber potensi tenaga air sebesar 75 gigawatt. Bisakah anda membayangkan sebesar apa 75 gigawatt? 


75 gigawatt sama dengan 75.000 megawatt. Jika saat ini saja bisa dikatakan kita sudah bergelimang listrik 'hanya' dengan 60.789 megawatt total listrik nasional yang diperoleh dari macam-macam sumber energi, maka bagaimana dengan 75 gigawatt yang bisa didapatkan hanya dari tenaga air? 

Sayangnya dari 75 gigawatt potensi tenaga air tersebut, yang kini dikembangkan dan telah membantu kebutuhan listrik nasional baru sebesar 5.124 megawatt atau 6,8% dari total potensi yang tersedia.
 

Bagian Utama PLTA


PLTA adalah sebuah infrastruktur komplit yang terdiri dari beberapa bangunan dan komponen yang masing-masing terhubung, sehingga sumber air dapat diperlakukan sedemikian rupa sampai menghasilkan energi listrik. Bagian utama dari sebuah PLTA yaitu penampungan air (storage), Bendungan atau DAM, Pipa Pesat (penstock), Turbin dan Generator yang terdapat dalam Power House, Transformer, serta Gardu Induk (switchyard).


Source: gocommunity.co

Penampungan / Storage berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar dan sekaligus sebagai penadah air hujan secara luas. Dengan demikian, semakin banyak air yang tertampung dalam storage, maka semakin bagus untuk kelangsungan operasi PLTA nantinya. Biasanya yang digunakan sebagai storage adalah danau atau waduk.

 
Baca juga:  

Bendungan / DAM adalah konstruksi untuk menahan aliran air dari sungai, waduk atau danau, dan sekaligus mengalihkan aliran air tersebut ke jalur menuju Power House. Biasanya Bendungan dilengkapi dengan pintu-pintu air yang berfungsi untuk mengatur besarnya aliran yang dibutuhkan. Bendungan juga berfungsi sebagai kolam penenang (forebay) sebelum memasuki Pipa Pesat.

Source: dok.pltaposo

Pipa Pesat / Penstock adalah pipa yang mengalirkan air dari Bendungan menuju Power House dan terhubung dengan Turbin.



Turbin dan Generator adalah perangkat elektromekanik yang bekerja sedemikian rupa untuk mengubah energi air yang mengalir melalui Penstock, menjadi energi listrik. Perancangan dan pemasangan Turbin dan Generator ini membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif karena terdiri dari sistem kerja mesin yang kompleks.

Source: see.murdoch.edu.au

Gardu Induk / Switchyard adalah fasilitas untuk melakukan transformasi daya listrik, pengukuran, pengawasan operasi serta pengamanan sistem tenaga listrik. 



PLTA, Masa Depan Pembangkit Listrik Indonesia


Dengan potensi energi air yang melimpah, tak ada alasan untuk tidak menjadikan PLTA menjadi sumber energi listrik utama secara nasional. Tak mungkin berdiri sebagai bangsa besar dengan menggantungkan kebutuhan listrik pada energi fossil. Wong negara-negara besar pemimpin ekonomi dunia saja sudah sedang berhijrah ke energi terbarukan. Dengan mengembangkan PLTA, Indonesia tidak hanya bisa mencapai cita-cita kedaulatan energi seperti yang dicanangkan pemerintah, namun juga akan mengurangi polusi lingkungan dengan menekan penggunaan sumber energi minyak dan batubara.

Ditengah potensi yang besar ini, tantangan pun menghampar didepan. Mulai dari permodalan, perizinan yang sulit, sumber daya manusia yang kurang, infrastruktur yang tak memadai, sampai regulasi yang compang-camping, menjadi kendala utama sulitnya industri PLTA berkembang di Indonesia. Investor kesulitan menjangkau biaya modal yang memang cukup tinggi, perusahaan-perusahaan kecil kesulitan mendapatkan perizinan yang rumitnya bertingkat-tingkat, dan beberapa proyek PLTA yang sudah mendapat izin, malah mangkrak ditengah jalan.


Dengan segala tantangan dan problematikanya, PLTA adalah solusi masa depan pembangkit listrik Indonesia. Kita sebagai bangsa mesti melakukan segala upaya untuk menggenjot pengembangan industri ini. Cukuplah minyak dan batubara saja yang dibawa ke luar negeri. Tanah dan air kita harus tinggal disini, dan bermanfaat untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Thursday, 5 September 2019

Sumber Cooling Water PLTA dari Penstock, Efektif kah?

Hydropower Plant adalah salah satu metode untuk menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan potensi tenaga air. Di Indonesia, metode ini lebih dikenal dengan nama Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). PLTA mengandalkan ketinggian jatuh air (head) dan jumlah aliran air (debit) untuk menggerakkan sudu-sudu Turbin dan memutar Generator sehingga menghasilkan listrik.

Selain Turbin dan Generator sebagai komponen utama, PLTA terdiri dari beberapa sistem mekanis luar yang mendukung kinerja Turbin dan Generator. Sistem tersebut dalam PLTA dikenal dengan istilah Mechanical Balance of Plant (MBOP) Sistem. MBOP ini menyuplai kebutuhan Turbin dan Generator seperti Lubricating Oil, Cooling Water, Fire Hydrant, Oil Mist Collector, dll.


Cooling Water System atau air pendingin adalah salah satu bagian yang krusial pada PLTA. Sistem ini yang menyediakan air pendingin pada bagian-bagian Turbin dan Generator sesuai tekanan dan debit tertentu melalui jaringan pipa. Untuk mencapai kinerja Cooling Water yang efektif, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam perecanaannya adalah sumber Cooling Water itu sendiri.

Suplai Cooling Water harus tersedia pada saat Turbin PLTA beroperasi. Air tersebut bisa didapatkan dari beberapa sumber yaitu:
a.   Dialirkan dari Head Tank
b.   Dipompa dari Tailrace
c.    Diambil dari Turbin Cover
d.   Disambung dari Penstock
Tulisan ini akan mengulas salah satu sumber Cooling Water yang banyak digunakan PLTA, yaitu dari Penstock.

Sumber Cooling Water dari Penstock
Mengambil Cooling Water dari Penstock adalah metode yang paling banyak digunakan, dan ini adalah sumber Cooling Water terbaik untuk PLTA head menengah. Kita cukup menyambungkan pipa ke Penstock yang terdekat dan mengalirkan ke sistem Turbin yang membutuhkan Cooling Water


Keunggulan cara ini adalah jalur sistem perpipaan yang pendek, dan ketersediaan tekanan yang stabil. Namun untuk PLTA head menengah keatas, menggunakan cara ini harus melalui perhitungan yang baik. Umumnya tekanan Penstock lebih besar dari tekanan kebutuhan Cooling Water. Untuk itu dibutuhkan Pressure Reducing Valve (PRV). Menggunakan PRV pada head tinggi dapat menyebabkan kavitasi pada air dan memicu terjadinya korosi pada komponen tersebut, terlebih jika kandungan airnya kotor. Kavitasi juga menimbulkan bunyi dan getaran disekitar PRV yang dapat merusak komponen lain dalam sistem perpipaan. Untuk mengurangi kavitasi, beberapa cara dapat dilakukan:

a.   Memilih PRV yang sesuai dengan kondisi aliran dan dilengkapi dengan sistem anti kavitasi;
b.   Menggunakan PRV secara bertingkat pada satu jalur, agar penurunan tekanan terjadi secara perlahan-lahan;

Perlu dipertimbangkan pula kemampuan PRV untuk menahan tekanan Water Hammer Penstock yang jauh lebih besar dari tekanan normal. Dari aspek aliran dalam pipa tidak ada potensi masalah yang berarti. Hanya perlu diperhatikan bahwa kecepatan aliran didalam Pentock harus dipastikan tidak menciptakan tekanan air yang lebih rendah dari tekanan dimana outlet pipa Cooling Water ini tersambung. Tekanan yang demikian malah dapat menyebabkan aliran balik ke dalam Penstock. Pada beberapa perhitungan dan simulasi software yang saya lakukan, dengan perbandingan diameter Penstock & pipa Cooling Water yakni 4100 mm : 273 mm, maka didapatkan bahwa kecepatan aliran dalam penstock tak boleh lebih dari 15 m/s. Pada kecepatan 15 m/s tekanan air didalam Penstock akan lebih rendah dari tekanan outlet Cooling Water dan akan menyebabkan arah aliraan berubah. Kondisi seperti ini tentu sangat sulit terjadi mengingat bahwa Turbin telah menetapkan dibit air yang tertentu sehingga kecepatan aliran akan terkontrol dari bukaan Turbine Guide Vane.

Pertimbangan lain dari penggunaan cara ini yaitu bahwa air yang keluar dari penstock adalah air yang mengurangi daya Turbin, meskipun angkanya sangat kecil. Misalkan, sebuah PLTA pada head 100 m dengan daya yang dibangkitkan 100 MW, membutuhkan Cooling Water sekitar 150 l/s. Air sejumlah tersebut mengurangi daya sekitar 130 kW dari daya yang seharusnya dibangkitkan.


Beberapa PLTA yang mengambil suplai Cooling Water dari Penstock sbb:
a.   Vidraru HPP di Romania, head 290 m, flow rate 22,5 m3/s, 4x55 MW.
Cooling Water di Vidraru HPP dialirkan dari water tank yang diletakkan di lantai selevel machine hall (Groud Floor). Water tank tersebut diisi dari Tailrace melalui sistem pompa yang sekaligus menjadi suplai utama Cooling Water. Sebagai back up, water tank bisa diisi dari penstock dengan menggunakan 4 pipa paralel yang masing-masing melalui PRV. Kapasitas PRV adalah 0,1 m3/s, maksimum inlet pressure 40 bar dan outlet pressure 5,5 bar.

 Source: researchgate.net

b.    Middle Marsyangdi HPP di Nepal, 2x35 MW
Suplai Cooling Water Utama diambil langsung dari Penstock, dialirkan ke Turbin setelah melalui Heat Exchanger. Sebagai back up, suplai bisa diambil dari Turbine Draft Tube melalui 2 unit pompa.

Source: globaljournals.org

c.    PLTA Sutami, Brantas, Indonesia
Menggunakan water tank sebagai penampungan, suplai air untuk water tank diperoleh dari penstock. Tekanan inlet 9 bar dan tekanan outlet 6 bar setelah melalui PRV.

Sumber Cooling Water dari Penstock adalah cara yang paling banyak dipakai pada PLTA di seluruh dunia, terutama untuk head menengah, baik sebagai suplai utama maupun sebagai back up. Menggunakan cara ini pada head tinggi pun tidak masalah asal diperhatikan tentang pemilihan PRV yang sesuai dari aspek ukuran, kapasitas, tingkat kavitasi, serta tentunya nilai ekonomis. Sebaiknya dibuat jalur by pass yang juga dilengkapi dengan PRV agar sistem tetap dapat bekerja jika ada maintenance PRV pada jalur utama. Pemilihan sumber Cooling Water yang baik sangat menentukan performa Turbin dan Generator pada PLTA.

Friday, 20 March 2015

Calon Sarjana Teknik Mesin? Plan A Head!

Saya membuat tulisan ini untuk berbagi pengalaman bagi rekan-rekan mahasiswa yang kebetulan saat ini sedang bersusah payah menyudahi kuliah di jurusan Teknik Mesin, rekan-rekan yang barangkali sedang menyusun tugas akhir atau menunggu wisuda. Bahasa singkatnya, calon sarjana Teknik Mesin.

Jika kalian termasuk didalamnya maka saya turut prihatin. Bagi saya dulu, itu adalah salah satu masa-masa yang tak terlalu bahagia. Begitu berat dan sulit. Tapi jika kelak kalian berhasil melaluinya dan lulus dengan baik, maka saya ucapkan selamat. Kalian berada di jalan yang benar untuk cita-cita yang baik di masa depan, penuh dengan suka dan duka. 

Baiklah, jadi sebelum tulisan ini berganti arah menjadi novel romantis, saya ingin membagikan beberapa poin yang setelah saya alami sendiri, saya berkesimpulan bahwa poin-poin ini perlu dipersiapkan seorang calon sarjana Teknik Mesin sebelum memutuskan lulus dari bangku perkuliahan. 

Via: storify.com

Setelah lulus nanti, tentu berbagai jalan telah terencana bagi masing-masing calon sarjana Teknik Mesin. Beruntunglah jika kalian memiliki kemampuan untuk berpikir dan membangun usaha sendiri, lalu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Itu jelas tujuan utama pendidikan tinggi di negeri kita. Namun jika kalian ingin menjadi pekerja biasa saja, maka jangan khawatir, kalian mahasiswa Teknik Mesin berada di jurusan yang tepat untuk mendapatkan pekerjaan yang keren. Pekerjaan sebagai Mechanical Engineer akan memberikan pengalaman dan penghargaan yang layak bagi yang giat berusaha dan didukung nasib baik. Nah, sembari berjuang menyelesaikan kuliah, persiapkan beberapa hal berikut ini agar nanti saat sudah lulus, kalian lebih matang dan siap menjemput masa depan dengan bekerja di perusahaan-perusahaan berkelas. 

Baca juga: Mengenal Profesi Fitter, Ujung Tombak Konstruksi Mekanikal 

Reformasi Attitude

Saya tulis paling awal yaitu tentang perbaikan attitude alias karakter sikap. Tidak satupun perusahaan yang tidak mengutamakan parameter 'attitude' ini bagi pekerjanya, tak terkecuali bagi lulusan Teknik Mesin. Ini nampak jelas dalam banyak perekrutan yang mereka adakan, pasti diisi dengan tes attitude, tes psikologi, tes kepribadian atau semacamnya. Itu untuk mengetahui karakter kita sebagai calon karyawan. Teman saya, seorang Psikolog, mengatakan bahwa 'kaum' mereka dapat membaca sifat kita semudah membaca buku. Artinya mudah sekali bagi sebuah perusahaan untuk mengetahui karakter dari calon-calon karyawannya. Ini jelas masalah besar bagi kita, calon karyawan, yang masih sulit mengontrol sikap. Karakter sikap ini tak mudah diubah secara instan. Beruntunglah kalian yang selama di kampus banyak berorganisasi, banyak bergaul, maka tentu sedikit banyak paham bagaimana seharusnya memposisikan diri dalam lingkungan, berinteraksi dengan orang lain. Mulai dari sekarang, biasakanlah menjaga sikap, berbuat baik, membangun karakter pekerja keras dan mudah belajar hal-hal baru. Itu akan sangat membantu, tak hanya untuk melalui tes seleksi tapi juga untuk bertahan di dunia kerja nantinya.

Tingkatkan Kemampuan Akademik

Jika masih ada yang mengatakan bahwa pelajaran kuliah tak dipakai di dunia kerja, saya punya dua kemungkinan. Pekerjaan yang tak sesuai dengan cita-cita, atau dulu kuliahnya salah jurusan. Haha. Asal benar-benar bekerja sebagai seorang Mechanical Engineer, saya pastikan pekerjaan kita sehari-hari tak akan jauh-jauh dari pelajaran kuliah. Untuk itu, persiapkan diri dengan memahami kembali materi-materi kuliah. Kalaupun tak mampu dengan isi-isinya, minimal pahami kulit-kulitnya. Beberapa ilmu Teknik Mesin yang menurut saya paling banyak dijumpai di pekerjaan yaitu Statika Struktur plus Mekanika Kekuatan Material, dan Mekanika Fluida. Ilmu yang lain tentu dibutuhkan sesuai bidang kerjanya. Jangan lupa pahami baik-baik dasar-dasar hitungan matematika. Jangan sampai seperti saya. Dulu saat tes kerja pertama, rumus luas dan keliling lingkaran saja masih tertukar-tukar.

Amankan IPK

Memang kadang-kadang nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tertulis di ijazah tak selalu mewakili kemampuan akademik seseorang. Namun nilai IPK yang tinggi akan sangat dibutuhkan dalam tahap seleksi berkas. Pengalaman saya, pastikan saat lulus IPK kalian sudah berada diatas angka 3 out of 4 scale. Beberapa perusahaan kadang tidak menerima lagi calon karyawan yang ber-IPK dibawah 2,7. Meskipun misalnya kita cukup cerdas, namun kadang kita tak sempat membuktikan kecerdasan kita pada perusahaan karena harus ditolak diawal seleksi gara-gara IPK jeblok. Beberapa perusahaan kadang lebih spesifik melihat pada nilai mata kuliah kita yang akan mereka butuhkan. Perusahaan konstruksi misalnya, biasanya mereka akan melihat nilai Statika Struktur kita, bagus atau tidak. Lalu ditanyakan lagi saat tes wawancara. Jadi jangan main-main dengan IPK. Jika saat ujian semester kita kenal semboyan 'posisi menentukan IPK', maka saat seleksi kerja kira-kira berubah menjadi 'IPK menentukan posisi'. Haha 

Baca juga: Blog Mechanical Engineering Terbaik Indonesia

Kuasai Beberapa Software

Ada banyak software yang berkaitan dengan pekerjaan seorang Mechanical Engineer. Lulusan Teknik Mesin akan bernilai plus jika mampu mengoperasikan perangkat-perangkat lunak tersebut. Jika tak bisa banyak-banyak, minimal sekali yang harus kita kuasai sebelum lulus kuliah adalah AutoCad. Percaya saya, software gambar teknik itu tak akan jauh dari lingkup pekerjaan kita nantinya. Perusahaan memang biasaya menyiapkan seorang drafter, yang bisa menggambar ide-ide teknis yang kita hasilkan. Namun akan sangat repot jika kita tak paham sedikitpun tentang pembuatan gambarnya. Ada banyak tempat kursus kalau ingin cepat mahir, belajar otodidak pun tak masalah. Software lain misalnya CadWorks, CadMechanical, Caesar II, PipeFlow, SolidWorks, dan lainnya, tentu makin banyak menguasai akan makin baik. Lalu jangan sampai kalian lulus kuliah tanpa menguasai Microsoft Office, minimal Word and Excel. Parah itu kalau sampai kejadian.

Miliki Skill Lain yang Mendukung

Menjelang saat-saat terakhir dikampus, manfaatkan juga untuk menggali dan mendapatkan skill yang kira-kira akan mendukung cita-cita. Tak melulu harus berkaitan dengan akademik asal itu positif. Misalnya hobi menyelam dan naik gunung. Kembangkan itu menjadi skill yang unik dan berprestasi. Seorang yang masih sempat memenuhi hobinya disela-sela kesibukan kuliah, jelas bukan orang biasa-biasa. Sangat mungkin perusahaan akan memprioritaskan seorang yang punya banyak kemampuan dari pada orang lain yang hanya bisa bekerja normal. Satu skill plus yang penting, sangat penting malah, adalah kemampuan bahasa asing, minimal bahasa Inggris. Semakin besar skala perusahaan, biasanya tingkatan persyaratan bahasa asingnya pun kadang makin tinggi. Menguasai bahasa Inggris adalah modal yang sangat besar untuk memasuki karir impian.

Jelajahi forum-forum Engineer

Saat ini info-info dan diskusi diskusi online banyak bertebaran di internet. Terlibatlah didalamnya. Temukan forum-forum Engineer di social media yang sesuai minat, lalu belajarlah dan dapatkan info update terkait dunia kita ini. Melalui forum-forum online ini, minimal kita tahu macam-macam karir yang sesuai dengan kemampuan kita. Tidak jarang info recruitment juga tersebar di forum-forum tersebut. Misalnya facebook page 'Mechanical Engineer", atau 'Piping Engineer Indonesia', ada juga website Migas Indonesia, Persatuan Insinyur Indonesia, atau grup yahoo 'Milis Migas Indonesia'. Macam-macamlah, temukan sendiri dan mulailah bergaul sebagai seorang calon Engineer meskipun baru di dunia maya. Jika memungkinkan, berhubunganlah dengan rekan-rekan Engineer lain. Filosofi 'banyak teman banyak rejeki' pasti ampuh sampai jaman manapun.
Cukup itu saja, beberapa poin saya bagi calon sarjana Teknik Mesin sebelum memutuskan lulus kuliah. Jangan terlena dengan tuntutan menyelesaikan kuliah saja. Sadarilah bahwa masa setelah kuliah benar-benar penting dipersiapkan. Lalu diatas semua itu, tentulah mohon doa dan banyak restu dari kedua orang tua. Jika niat baik dan kerja keras yang tulus memandumu, meniti karir sebagai seorang Mechanical Enginer adalah pilihan cita-cita yang sangat menantang dan cerah terang di masa depan. Plan A Head !

Monday, 2 February 2015

Peranku Bagi Indonesia - LPDP Gagal 2015

“Cara berpikir yang menyatakan bahwa kekayaan terbesar suatu bangsa
adalah minyak, gas, atau tambang, adalah cara berpikir penjajah kolonial.
Kekayaan terbesar suatu bangsa adalah manusianya”.

 
Saya adalah seorang anak dari keluarga petani di Ralleanak, sebuah desa kecil di pegunungan Sulawesi Barat, provinsi baru hasil pemekaran provinsi Sulawesi Selatan. Saya lahir di desa yang masih disinari pijar lantera di malam hari saat daerah lain sudah puluhan tahun menikmati cahaya lampu listrik.

Tahun 2013 saya menamatkan jenjang S1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Hasanuddin, Makassar. Sejak masa SD sampai di perguruan tinggi saya aktif di berbagai organisasi terutama yang bergerak di bidang sosial. Tahun 2006 saya ikut serta mewakili provinsi Sulawesi Barat pada Jumpa Bakti Gembira Palang Merah Remaja tingkat nasional yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan. Saat masih berstatus mahasiswa, saya aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin. Saya terlibat di berbagai operasi SAR dan penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya di pulau Sulawesi.

Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri energi listrik tenaga air. Perusahaan ini berkomitmen menghasilkan green energy yang membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Saya terlibat langsung dalam perencanaan dan pengerjaan proyek-proyek perusahaan kami sebagai salah satu staff Engineer.

Potensi tenaga air di Indonesia menurut riset PLN tahun 1983 mencapai 75 GW dan baru dikembangkan sekitar 6.8%. Dengan potensi tenaga air yang melimpah tersebut ditambah kebutuhan energi yang terus meningkat dari tahun ke tahun, menurut saya sektor energi ini akan menjadi salah satu segmen yang memegang peranan penting dalam perekonomian nasional di masa depan. Selain kontribusinya dalam hal pendapatan, sektor ini juga bertindak sebagai prime-mover untuk pembangunan daerah, menjadi sumber bahan baku, dan sumber pekerjaan, yang menyebabkan multiplier effect ekonomi lainnya.


Baca Juga:  Mengenal PLTA, Masa Depan Pembangkit Listrik Indonesia

Pemerintah telah menunjukkan komitmen besar perihal pengembangan energi di negara kita. Bulan Mei lalu di Yogyakarta, kementrian ESDM telah meluncurkan program '35000 MW untuk Indonesia', sebuah program yang bertujuan memacu pengembangan sumber energi baru guna mewujudkan kemandirian ekonomi khususnya kedaulatan energi. Bahkan Dirut PLN, bapak Sofyan Basir, pada beberapa kesempatan mengungkapkan bahwa PLN akan menghasilkan listrik dari  tenaga air sebesar 10 ribu MW dalam 10 tahun kedepan. 

Saya yakin Indonesia akan terus berbenah, mengembangkan sumber-sumber energi alternatif dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fossil seperti minyak bumi dan batubara yang kita tahu saat ini masih menjadi penyumbang energi terbesar. Daerah asalku sendiri, Sulawesi Barat, saat ini diketahui sebagai lumbung tenaga air yang sangat potensial. Mengacu pada data Dinas ESDM provinsi, ada beberapa lokasi yang diperkirakan bisa dikembangkan menjadi pembangkit listrik disana. Kondisi topografi yang berupa hamparan pegunungan menjadikan provinsi ini dialiri sungai-sungai dengan potensi tenaga yang besar, namun tentu saja masih harus diteliti lebih jauh.

Baca Juga:  Mengenal Turbin PLTA: Prinsip Kerja, Jenis, dan Pemilihannya

Pada paragraf awal dari esai ini, saya mengutip adagium yang sering diungkapkan oleh salah satu tokoh pendidikan kita, bapak Prof. Dr. Anies Baswedan. Saya sepakat bahwa kekayaan terbesar suatu bangsa adalah manusianya, bukan sumber daya alamnya. Namun sesungguhnya kedua unsur itulah pilar utama pendukung pembangunan suatu bangsa. Indonesia dengan potensi sumber daya alam yang melimpah tak akan mencapai keberhasilan pembangunan tanpa sumber daya manusia yang mumpuni.

Sebagai salah satu anak yang lahir dan besar dari tanah dan air Indonesia, menjadi panggilan hati bagi saya untuk turut serta terlibat dalam genderang pembangunan bangsa ini terkhusus di daerah kelahiran saya, Sulawesi Barat, tentu saja pada bidang ilmu dan profesi yang saat ini saya tekuni. Saat ini saya turut serta membantu pemerintah mewujudkan kedaulatan energi melalui perusahaan tempat saya bekerja, sembari mencari nafkah untuk keluarga. Jika ada rezki dan kesempatan, saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan menimba ilmu yang lebih dalam tentang pengembangan energi air dan berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih banyak baik dalam bidang industri maupun pendidikan.


Akhirnya, pada apapun semua pengharapan ini bermuara, saya akan terus berbakti untuk negeriku tercinta, Indonesia.

Bogor, 2 Februari 2015

Thursday, 1 September 2011

Mahasiswa dan Tanggung Jawab Kemanusiaan



Sebagai makhluk yang selalu bertindak menggunakan akal pikiran, manusia sudah sepantasnya harus tahu dan bisa memprediksi bahwa akan ada sebuah kekuatan yang berusaha menghegemoni dirinya. Namun sebagian besar manusia justru membiarkan dirinya dikuasai oleh kekuatan tersebut.

Satu kelompok manusia yang saat ini masih memiliki peran sentral dalam menangkal usaha penguasaan diri manusia dari kekuatan dan kekuasaan tersebut adalah kelompok mahasiswa.

Mahasiswa, sebuah kata yang mengandung banyak arti. Sudah banyak kalangan yang berusaha mengartikan kata tersebut, baik mahasiswa itu sendiri, praktisi pendidikan, para ahli, pemerintah sampai masyarakat umum. Begitu banyak arti dari kata mahasiswa sehingga menimbulkan banyak pandangan dan hal tersebut adalah benar semua. Akan tetapi kadang kita terlupakan dari mana kata mahasiswa itu terbentuk. Mahasiswa terbangun dari dua kata, maha dan siswa. Jika diartikan, maha sama artinya dengan yang ter, siswa artinya pelajar. Jadi dari kata penyusunnya, mahasiswa adalah ‘yang terpelajar’.

Kita sebagai mahasiswa yang diartikan sama dengan terpelajar tentu bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan yang terpelajar?

Untuk menjawab hal tersebut silahkan kawan-kawan mengartikannya sendiri karena pandangan kita mungkin berbeda-beda dan semuanya itu benar karena mahasiswa itu unik.


Saya hanya ingin mengangkat satu aspek dari mahasiswa yang terpelajar itu yakni aspek kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan disekitarnya. Saya menyebutnya ‘mahasiswa dan kemanusiaan’.


Kemanusiaan atau humanisme adalah istilah umum untuk berbagai jalan pikiran berbeda yang memfokuskan dirinya bagi jalan keluar umum dalam masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Ketiklah kata 'kemanusiaan' di mesin pencari maka akan muncul gambar-gambar yang hampir semua mewakili penderitaan banyak manusia di bumi ini. Kemanusiaan merupakan sisi yang sangat dekat dari diri seseorang, termasuk mahasiswa. Namun terkadang kita bersikap apatis terhadap sisi ini. Sebagai manusia terpelajar, tidak semestinya kita bersikap seperti itu. Apatis dan tidak peduli. Sisi kemanusiaan dari seorang mahasiswa adalah sebuah tanggung jawab intelektual yang harus dipertanggungjawabkan ketika tidak memperdulikannya atau berpura melupakannya.


Tindak nyata dari seorang mahasiswa adalah berbuat untuk masyarakat. Tidak hanya terus terus bertatap muka dengan dosen di bangku perkuliahan atau sekedar membaca buku-buku sosial, diskusi, kajian, dll, tanpa tanpa tindakan nyata.


Tuntutan akademik juga salah satu penyebab mengapa sekarang kalangan mahasiswa cenderung bersikap apatis terhadap sisi yang begitu dekat darinya yaitu sisi kemanusiaan. Tuntutan akademik adalah kanalisasi dari kekuatan dan kekuasaan yang mencoba menghegemoni mahasiswa dan alhasil cara itu berhasil walaupun masih saja ada mahasiswa yang mencoba untuk tidak terkuasai olehnya.



Percepatan untuk menyelesaikan studi merupakan tuntutan yang dibebankan kepada mahasiswa sehingga terkadang melupakan hal-hal yang sangat substansial yang harus dilakukan ketika mendapat kesempatan menjadi orang ‘yang terpelajar’, mahasiswa.

Yang paling kongkrit yang harus kita lakukan sebagai mahasiswa adalah bagaimana membendung hegemoni kekuatan dan kekuasaan yang akan terus menerus mengincar kita. Berjalanlah keluar dari iring-iringan. Berhentilah terlalu menghamba pada rutinitas. Temui kawan-kawan kita dan kembalilah pada kebebasan dengan penyaluran keinginan, nalar, minat, dan bakat yang berorientasi langsung terhadap fungsi kita dalam masyarakat tanpa harus terkekang oleh tuntutan akademik untuk menyelesaikan studi secepatnya.


Pos Komando Gurila SAR Unhas
Gedung PKM II Lt.2 Kampus Unhas Tamalanrea

Terbit di Forum Mimbar Bebas harian Fajar, September 2011

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done