Fachrul Hidayat: Engineering
News Update
Loading...
Showing posts with label Engineering. Show all posts
Showing posts with label Engineering. Show all posts

Friday, 13 November 2020

Memahami Standar Warna Pipa Industri

Sistem perpipaan atau piping tidak bisa dipisahkan dari dunia industri teknik dewasa ini. Jaringan pipa mengambil bobot yang banyak baik dalam ranah konstruksi, operasi, proses, bahkan manufaktur. Itulah mengapa, pekerjaan yang berhubungan dengan desain dan instalasi pipa makin banyak dibutuhkan dalam industri.

Pipa sebenarnya adalah barang sederhana yang mudah kita temukan di kehidupan sehari-hari. Ia adalah selongsong panjang yang berfungsi untuk memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat yang lain. Kita punya pipa air di rumah-rumah, pipa gas di dapur, ataupun pipa untuk mengaliri lahan pertanian.

Namun ketika berbicara pipa di lingkungan industri teknik, ia menjadi hal yang cukup kompleks. Pipa dalam dunia industri terikat oleh kaidah dan aturan yang berlaku secara global dan mesti dipenuhi mulai dari tahap desain, instalasi, sampai pada tahap operasi.

standar warna pipa industri

Salah satu hal yang penting diperhatikan dalam pekerjaan pipa di industri adalah mengenai pewarnaan pipa. Pipa-pipa yang telah terpasang selanjutnya akan di cat atau painting sebelum mulai digunakan dalam operasi.

Nah, apa saja fungsi dan tujuan pengecatan pada pipa? Standar apa yang mengatur warna pipa? Mari kita simak ulasan berikut.


Fungsi pengecatan pada pipa


Pengecatan dan pewarnaan pada pipa industri setidaknya memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
 

1. Mencegah terjadinya karat

Pipa yang banyak digunakan dalam industri adalah yang berbahan steel atau baja baik berupa carbon steel, stainless steel, tembaga, dll. Bahan-bahan ini memiliki sifat-sifat fisik masing-masing. Pipa carbon steel memiliki sifat korosif atau mudah berkarat, terlebih jika berada di lingkungan extrim. 

Pengecatan pada pipa akan membantu mencegah terjadinya karat pada material pipa. Dengan demikian, umur pemakaian pipa dapat terjaga lebih lama.

2. Memudahkan identifikasi pipa

Fluida yang mengalir didalam pipa bisa beragam jenisnya sesuai dengan kebutuhan industri. Ada yang berisi air, udara, oli, solar, gas, zat kimia, dll.

Dengan pewarnaan pipa yang rapi, para petugas operasi akan menjadi mudah untuk mengenali kegunaan sistem pipa tersebut. 

3. Memperindah tampilan pipa

Tampilan jaringan pipa yang berwarna-warni sesuai fluida dan fungsinya masing-masing akan lebih indah terlihat dibandingkan jika hanya satu warna saja.

Baca Juga:


Standar warna pipa

 

Ada banyak standar yang mengatur pewarnaan pipa industri. Standar-standar ini dikeluarkan oleh lembaga-lembaga yang valid dan berkompeten. Saya sendiri bingung memilih hendak mengikuti standar yang mana. Hehe 

American Society of Mechanical Enginners (ASME) yang banyak mengeluarkan standar dan code terkait sistem perpipaan, mempunyai ASME A13.1-2015 Scheme for the Identification of Piping System. Dokumen ini mengatur pewarnaan pipa yang banyak digunakan di Amerika. 

Di Inggris, British Standard mengeluarkan BS 1710 Identification of Pipelines and Services, dilengkapi dengan BS 4800 yang mengatur kode warna.

Australian dan India masing-masing mengeluarkan AS 2700 dan IS 2379. Keduanya juga mengatur standar pewarnaan pipa dalam industri.

Di Indonesia sendiri, setahu saya ada standar PLN bernomor SPLN 107:1993 yang mengatur warna pipa dan tangki pusat listrik di lingkungan PLN. Lalu SNI memiliki 19-3778-1995 tentang identitas warna pipa.

Ada banyak kan? Wajar saja jika kita bingung akan mengikuti standar yang mana jika perusahaan kita tidak menetapkan dari awal kiblat desain kemana.

Saya sendiri pada akhirnya memilih mengikuti standar ASME untuk masalah penentuan warna ini. Alasan saya sederhana. Saya banyak mengikuti standar ASME dalam desain-desain lain, seperti pemilihan pipa, dimensi fitting, pengelasan, dll. Maka sekalian saja ikut standar warna pipanya. Hehe

 

Standar warna pipa menurut ASME A13.1-2015


Identifikasi pipa menurut ASME A13.1-2015 sangat sederhana. ASME hanya mengatur warna pipa, lokasi pemasangan marker, dan ukuran huruf untuk marker. Itu saja. 

Warna pipa menurut ASME A13.1-2015 nampak pada tabel berikut:

standar warna pipa ASME a13.1

Dari tabel diatas, jika di konversi ke bahasa Indonesia, maka kurang lebih pewarnaan pipa akan seperti ini:

  1. Warna merah digunakan untuk pipa yang berkaitan dengan pemadam kebakaran atau fire hydrant. 
  2. Warna orange digunakan untuk pipa yang berisi fluida korosi atau beracun 
  3. Warna kuning digunakan untuk pipa yang berisi fluida yang mudah menguap dan terbakar 
  4. Warna coklat digunakan untuk pipa yang berisi kandungan minyak atau mudah terbakar 
  5. Warna hijau digunakan untuk pipa yang berisi air 
  6. Warna biru digunakan untuk pipa yang berisi udara bertekanan 
  7. Warna ungu, putih, abu-abu, dan hitam, disediakan untuk dipergunakan oleh perusahaan jika ada fluida yang diluar warna-warna utama di atas.

Selain menetapkan warna dasar diatas, ASME juga memberi petunjuk pemasangan marker untuk identifikasi pipa. Marker yang dimaksud berupa tulisan dan arah panah dengan ukuran huruf yang ditetapkan sekaligus dalam dokumen ASME A13.1-2015 tersebut.

Marker pada pipa menurut ASME A13.1-2015

Standar warna pipa menurut PLN SPLN 107:1993


Pedoman identifikasi warna pipa yang dikeluarkan oleh PLN menurut saya juga sangat jelas dan mudah dikerjakan. Terkhusus bagi industri yang bergerak di bidang pembangkit listrik, dokumen SPLN 107:1993 bisa menjadi pedoman dalam pewarnaan pipa. 

Dari segi warna dasar, standar PLN dan ASME kurang lebih sama. 

standar warna pipa PLN
Warna dasar pipa menurut SPLN 107:1993

Perbedaan yang mencolok antara standar ASME dan PLN menurut saya hanya dua hal:

  1. Selain memberi warna dasar dan kode identifikasi berupa tulisan pada pipa, standar PLN lebih jelas menunjukkan kondisi dan kegunaan isi pipa dengan warna kode yang melingkar pada pipa. Sedangkan ASME hanya memberikan warna dasar dan kode identifikasi berupa tulisan.
  2. Di standar PLN semua pipa yang berisi air diberi warna dasar hijau, termasuk pipa untuk pemadam api. Untuk mengidentifikasi bahwa pipa itu untuk pemadam api, cukup diberi kode warna merah yang melingkar di pipa pada titik-titik tertentu. Sedangkan dalam standar ASME, warna dasar untuk pipa pemadam api adalah merah. 
 
Baca Juga:

Ulasan

 

Pengecatan dan pewarnaan pipa adalah bagian yang tidak bisa disepelekan dalam pekerjaan sistem perpipaan. Selain untuk melindungi sifat-sifat material pipa, pewarnaan pipa juga berguna untuk mengidentifikasi fluida dan kegunaan pipa. Dengan demikian akan memperlancar pekerjaan operasi dan mencegah kecelakaan kerja akibat kesalahan mengenali pipa. 

Ada banyak standar yang mengatur pewarnaan pipa. Akan jadi mudah jika perusahaan atau user telah menetapkan standar dan code yang menjadi pedoman dalam pekerjaan. Dengan demikian kita tahu dengan pasti standar warna pipa yang sesuai. Namun jika tidak, standar-standar warna pipa diatas bisa dipertimbangkan untuk digunakan sesuai dengan jenis industri ataupun peraturan perusahaan.

Ini hanya ulasan pribadi, bermodal pengalaman mengerjakan proyek pipa yang baru seumur jagung. Jika rekan-rekan pembaca ingin mengoreksi atau memiliki pendapat yang lain, mohon kiranya sudi berbagi di kolom komentar. Bravo !

Wednesday, 5 August 2020

Pengalaman Ber-Zoom Meeting dengan Orang China

zoom meeting di china

Musim pandemi Covid-19 tahun ini memang betul-betul mengubah kebiasaan di hampir semua sektor kehidupan kita. Dulu, tidak banyak orang yang terbiasa mencuci tangan secara rutin. Dulu, hand sanitizer bukanlah produk populer. Bahkan mungkin ada orang yang belum pernah memakai hand sanitizer sepanjang hidupnya sebelum wabah virus ini merebak.

Sekarang coba lihat sekitar kita. Semua orang yang sadar kesehatan, menjadi rutin mencuci tangan sampai beberapa kali setiap hari. Semua orang jadi mengenal hand sanitizer. Barang ini menjadi produk yang laris di toko-toko. Saya sendiri sekarang kemana-mana mesti mengantongi hand sanitizer, sebab di paksa istri. Jika tidak membawa hand sanitizer, saya bisa kena dua masalah. Pertama virus corona, kedua amukan istri.

Hampir semua rutinitas kehidupan berubah, menyesuaikan dengan upaya penanggulangan Covid-19 yang digalakkan pemerintah.

Di kantor tempat saya bekerja juga melakukan banyak penyesuaian. Dulu setiap hendak membeli suatu barang dari China yang berupa mesin, equipment, ataupun komponen proyek kantor, mesti ada beberapa orang dari kantor yang berangkat ke China. Orang ini bertugas melakukan pengecekan fisik dan performa barang tersebut sebelum dikirim ke Indonesia.

Akibat wabah Covid-19, kini tidak ada lagi tugas untuk ke China. Yah, mau bagaimana, sedangkan penerbangan domestik saja ribet, kita mesti melampirkan dokumen ini itu. Apalagi mau terbang keluar negeri.

Walhasil, meeting secara virtual belakangan menjadi aktivitas kami, menggantikan pertemuan secara fisik. Dan Zoom Meeting, aplikasi meeting virtual yang sekarang sedang hits, menjadi favorit kami di kantor. Untuk memeriksa alat-alat yang dibeli kantor tadi, kami lakukan secara online melalui Zoom Meeting dengan pabrikan di China.

Jadi saat melakukan Zoom Meeting, kami yang bertugas memeriksa suatu barang akan duduk manis saja di depan laptop yang terhubung dalam aplikasi Zoom Meeting ke pabrikan barang tersebut di China. Sebelumnya pabrikan di China harus mengirim data spesifikasi barang via email untuk kami pelajari terlebih dahulu.

Selanjutnya pabrikan akan mulai melakukan pengetesan yang kami amati secara seksama melalui video. Sepanjang pengetesan kita selingi dengan diskusi. Di ujung meeting, pabrikan akan mengeluarkan laporan aktual hasil pengetesan. Setelah hasil pengetesan disepakati, baru barang boleh dikirim ke Indonesia.

zoom meeting di china

Meeting jarak jauh lintas negara dengan beberapa pabrikan di China memberikan pengalaman dan tantangan tersendiri bagi saya. Kesulitannya macam-macam.

Pertama tentu saja kendala bahasa. Bahasa inggris sebagai bahasa general yang kami gunakan, yang mana dalam percakapan langsung saja masih sulit di pahami, dalam percakapan Zoom Meeting kesulitannya menjadi dua kali lipat. Bahasa inggris saya tidak begitu bagus, dan bahasa inggris rekan Zoom Meeting di China biasanya juga sama tidak bagusnya. Jadinya biasanya kami sama-sama sulit mengerti.

Kesulitan kedua adalah signal internet yang tidak stabil. Signal sangat mempengaruhi lancarnya komunikasi dalam Zoom Meeting. Kadang signal saya di site proyek yang jelek, kadang juga signal di China nya yang jelek. Kebanyakan signal di China yg terganggu. Saya juga tak tau mengapa.

Untuk mengatasi kesulitan komunikasi lisan, di Zoom Meeting kita bisa memanfaatkan fitur chatting. Jadi yang sulit disampaikan lisan, bisa diketik saja lalu di kirim ke peserta meeting lain. Bisa dipilih, mau dikirim ke semua peserta, atau terbatas ke seorang saja.

Oh iya, untuk menikmati aplikasi Zoom Meeting sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis. Cukup menggunakan signal internet. Namun untuk versi gratis ini, penggunaannya terbatas. Ada batasan jumlah peserta dan lama waktu meeting. Kalau tidak salah lama waktunya hanya 40 menit, setelah itu mesti di akhiri. Kalau meetingnya belum kelar, ya mesti buka room meeting baru lagi.

Nah, dikarenakan kami biasanya membutuhkan waktu berjam-jam untuk menginspekasi sebuah barang via Zoom Meeting, maka kantor kami membeli aplikasi Zoom Meeting versi berbayar. Dengan demikian kami bisa ber-Zoom Meeting sepuasnya sampai barang yang hendak di beli benar-benar diyakini telah memenuhi performa yang diharapkan.

Demikianlah cerita menggunakan aplikasi Zoom Meeting saya di kantor. Saya menulis artikel receh ini sembari melepas doa-doa sakral, semoga Indonesia dan seluruh negara di dunia berhasil melalui pandemi Covid-19 ini secepatnya. Ketika wabah berlalu, aktivitas-aktivitas unik kita di masa pandemi ini, seperti ber-Zoom Meeting, akan menjadi kenangan tersendiri. Tersimpan dalam memori selamanya. Get well soon, World !

Sunday, 2 August 2020

Sarjana Teknik Mesin Mau Jadi Apa?

Dulu saat saya berada di ujung masa kuliah, ketika itu sedang menyusun tugas akhir, pikiran saya sudah mulai dipenuhi tantangan masa depan berikutnya. Akan jadi apa setelah kuliah, dimana bisa mendapatkan pekerjaan, berapa penghasilan, dan banyak pertanyaan lain yang serasa ingin meledak di kepala.

Jika Anda pernah mengalaminya, Anda pasti bisa merasakan hal yang sama. Masa setelah lulus kuliah benar-benar adalah tantangan yang sesungguhnya. Saat itu telah tiba waktu dimana mau tak mau kita mesti bisa menjadi pribadi yang mandiri dan tak melulu bergantung pada orang tua.

pekerjaan sarjana teknik mesin

Saya mulai giat mencari-cari info apa yang bisa saya lakukan setelah lulus. Bertanya ke teman-teman, ke senior-senior di kampus, atau membaca-baca website yang berkaitan.

Selama menjalani kuliah di jurusan teknik mesin, saya mendengar banyak mitos bahwa alumni jurusan ini biasanya mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang banyak. Tapi saya sendiri tak pernah benar-benar tahu, gaji yang konon banyak itu didapatkan dari pekerjaan seperti apa.

Suatu ketika saya membuka Google. Di pencarian, saya ketik keyword begini: sarjana teknik mesin bisa jadi apa?

Pengetahuan dari membaca beberapa artikel di Google itu kemudian menyadarkan betapa luas dan kompleksnya ilmu teknik mesin. Mulai dari membuat pipa-pipa toilet sampai merancang pesawat terbang adalah penjabaran dari ilmu teknik mesin. Mulai dari  bangunan kontrakan disamping kampus sampai kantor proyek NASA di Washington, adalah lahan pekerjaan lulusan teknik mesin. Sungguh amat sangat luas.

Lalu dimana saya bisa bekerja nantinya? Saya tidak tertarik untuk bekerja merancang westafel toilet, tapi saya juga yakin tak akan ada perusahaan yang mau merekrut saya untuk merancang pesawat terbang. Saya bukan Pak Habibie. Pengetahuan saya tak sampai disitu, meskipun di kampus telah belajar tentang bagaimana pesawat bisa terbang.

Hari ini, setelah 6 tahun saya melalui karir sebagai kuli di industri teknik mesin, barulah saya bisa paham dengan baik. Seorang sarjana teknik mesin harus realistis melihat peluang pekerjaan setelah lulus. Pekerjaan teknik mesin memang luas sampai ke ujung dunia, namun itu memerlukan pendidikan tambahan dan pengembangan diri yang baik.

Jika Anda seorang sarjana teknik mesin dan ingin memilih karir professional, berikut ini adalah beberapa pekerjaan yang bisa Anda temukan di industri yang melibatkan ilmu teknik mesin. Di Indonesia dan Asia, pekerjaan ini sangat realistis bisa Anda dapatkan.


Mechanical Engineer


pekerjaan sarjana teknik mesin

Di posisi pertama adalah pekerjaan sebagai mechanical engineer. Sebagai seorang sarjana teknik mesin, pekerjaan ini sangat tepat untuk anda kejar. Seorang mechanical engineer dalam dunia industri harus berhadapan dengan desain-desain yang terkait bidang teknik mesin. Ini skopnya amat luas.

Anda harus bisa menghitung apa saja yang perusahaan butuhkan. Anda barangkali harus bisa menghitung pompa atau membuat desain perpipaan, namun disisi lain Anda juga harus bisa menghitung kekuatan struktur baja. Suatu waktu Anda mungkin  harus membuat perencanaan AC dan ventilasi, diwaktu yang lain harus bisa menghitung tebal pelat untuk tangki.

Karena skop kerjanya begitu luas, profesi sebagai mechanical engineer biasanya available hanya pada perusahaan konstruksi yang mengerjakan proyek umum. Misalnya pembangunan gedung, atau pembuatan jalan tol dan jembatan, dll. Pada perusahaan yang spesifik, pekerjaan mechanical engineer biasanya juga dibagi-bagi lebih spesifik lagi.


Piping Engineer


pekerjaan sarjana teknik mesin

Salah satu penguraian ilmu teknik mesin adalah dengan profesi piping enginer. Sesuai namanya, profesi ini mengerjakan segala hal yang terkait dengan piping atau perpipaan.

Jika Anda masih awam melihat kata perpipaan di dunia industri, Anda mungkin menganggap bahwa pekerjaan ini sederhana. Namun sebenarnya pekerjaan piping amatlah kompleks. Anda harus bisa mendesain suatu transfer fluida dengan media pipa dengan aman, ekonomis, dan memenuhi kaidah-kaidah tertantu.

Untuk bisa mendalami ilmu piping engineer, Anda bisa mengikuti kursus dan pelatihan setelah lulus kuliah. Setahu saya sarjana fresh graduate akan kesulitan langsung menembus posisi ini sebab biasanya perusahaan merekrut piping engineer yang sudah ada pengalaman kerja. Anda bisa membaca tips-tips meraih karir sebagai piping engineer yang saya bagikan di halaman lain Blog ini.


Welding Inspector


pekerjaan sarjana teknik mesin

Welding inspector adalah profesi lulusan teknik mesin yang banyak tersedia di industri saat ini. Welding inspector bertugas untuk memastikan pengelasan logam dikerjakan sesuai dengan prosedur dan kualitasnya memenuhi standar tertentu. Mengingat pekerjaan pengelasan banyak ditemui di proyek manapun, sehingga welding inspector juga banyak dibutuhkan.

Profesi sebagai welding inspector bisa anda dapatkan meskipun masih fresh graduate. Syaratnya anda harus memiliki sertifikat welding inspector. Sertifikat ini di peroleh setelah melalui serangkaian pelatihan.

Ada banyak lembaga teknik di Indonesia yang menyelenggarakan pelatihan welding inspector. Salah satu yang terkenal adalah B4T di Bandung.


Static dan Rotating Engineer


pekerjaan sarjana teknik mesin

Di industri minyak bumi, ada pekerjaan sebagai static engineer dan rotating engineer. Dua pekerjaan ini adalah penguraian dari ilmu teknik mesin juga.

Static engineer adalah profesi yang bertugas di bagian equipment atau alat-alat yang statik atau tidak bergerak. Misalnya vessel, drum, separator, surge tank, dll.Sedangkan rotating engineer sesuai namanya mengurusi bagian yang bergerak atau berputar. Contohnya pompa, turbin, kompressor, overhead crane, dll.

Sepengetahuan saya, posisi static engineer kadang masih available bagi fresh graduate. Namun untuk rotating engineer biasanya perusahaan mengambil pekerja yang telah berpengalaman.


Material Engineer


pekerjaan sarjana teknik mesin

Pekerjaan sebagai material engineer biasanya tersedia di perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur atau pembuatan barang. Pekerjaan ini juga bisa menjadi pilihan Anda begitu lulus kuliah.

Bekerja sebagai material engineer berarti anda harus fasih dengan pengetahuan tentang sifat-sifat bahan terutama logam. Saya yakin sarjana teknik mesin pasti familiar dengan ini. Toh dulu waktu kuliah kita ada beberapa mata kuliah dan praktikum yang berkaitan dengan ilmu bahan.


Maintenance Planner Engineer


pekerjaan sarjana teknik mesin

Saya belakangan ini baru tahu bahwa pekerjaan sebagai maintenance planner engineer juga banyak diisi oleh lulusan teknik mesin. Maintenance planner engineer bertugas untuk mengatur jadwal perawatan dan perbaikan alat-alat atau equipment dalam sebuah perusahaan.

Profesi ini hampir selalu ada di sebuah perusahaan teknik, terutama yang menggunakan banyak alat kerja dalam usahanya. Misalnya di perusahaan tambang yang banyak menggunakan alat berat dan truk. Program perawatan dan perbaikan alat di perusahaan ini sangat krusial. Maka mereka bersedia menggaji mahal-mahal seorang maintenance planner engineer yang berkompeten.

* * *

Menjadi seorang sarjana teknik mesin adalah langkah masa depan yang baik. Mungkin jika baru lulus, Anda merasa bingung seperti saya dulu. Tidak mengapa. Teruslah berusaha, bersabar, dan selalu berusaha mengembangkan diri. Profesi keren menanti Anda di depan.

Meski di awal agak sulit, saran saya incarlah pekerjaan yang betul-betul sesuai dengan ilmu teknik mesin. Sebisa mungkin jangan keluar jalur dengan bekerja di sektor yang bukan kompetensi Anda. Sektor lain biarlah menjadi bagian orang lain yang lebih ahli. Pekerjaan-pekerjaan yang saya sebutkan di atas sangat tepat untuk Anda perjuangkan sebagai seorang sarjana teknik mesin.

Wednesday, 13 November 2019

Menyambut Jusuf Kalla di Proyek PLTA Poso



Hari ini, 13 November 2019 adalah hari besar bagi kami di proyek PLTA Poso. Sore nanti kami akan kedatangan tamu istimewa, Bapak Jusuf Kalla. Selain adalah tokoh bangsa yang dikenal seantero tanah air, beliau juga adalah atasan kami, sebab proyek yang kami kerjakan ini adalah bagian dari Kalla Grup yang merupakan grup usaha milik keluarga Jusuf Kalla.

Ini bukan kunjungan pertama bagi Pak JK ke proyek Poso. Beliau sering berkunjung kesini, bersama adiknya, Bapak Achmad Kalla, yang merupakan pimpinan proyek Poso ini. Tahun lalu, kalau tidak salah bulan Juli, saat masih menjabat sebagai wakil presiden, beliau juga datang meninjau pekerjaan proyek kami yang saat itu masih dalam masa konstruksi. 


Rencana kedatangan Pak JK kali ini bagi saya terasa lebih istimewa dan membuat kami lebih antusias dibandingkan saat beliau datang  bulan Juli 2018 silam. Pertama, sebab saat beliau datang dulu, pekerjaan kami masih dalam puncak masa konstruksi, belum selesai. Kini, dua dari empat unit turbin yang kami kerjakan sudah selesai dan telah berputar. Artinya kami bisa tunjukkan ke Pak JK hasil kerja kami disini. 


Alasan kedua, dulu Pak JK datang sebagai wakil presiden yang tentunya dengan pengamanan berlapis. Jangankan untuk berjumpa, mendekat saja tak boleh. Nah, kali ini beliau datang dengan kunjungan biasa. Mungkin sekedar jalan-jalan, melepas penat setelah 5 tahun terakhir sibuk mengurus negara. Kami melepas harapan agar hari ini dapat berjumpa dan berbicara langsung dengan Pak JK.


Baca juga: 
Untuk menyambut Pak JK, beberapa hari terakhir ini kami berbenah, mempercepat pekerjaan dan membersihkan area-area yang direncanakan akan dilalui beliau. Area power house sebagai bagian sentral dari PLTA akan menjadi lokasi pertama yang beliau kunjungi. Saat meeting mingguan beberapa hari lalu, kami sudah bersiap mengoperasikan dua unit turbin sekaligus di hari saat Pak JK datang.

Power House PLTA Poso I

Sejak pagi hari kami sudah tak sabar menunggu, sampai tak fokus kerja. Siang sehabis dzuhur kami menerima kabar bahwa Pak JK telah mendarat di bandara Poso dan sedang bertolak menuju site proyek kami. Sambil menunggu beliau, kami berfoto-foto ria di pelataran area power house, lokasi dimana pak JK direncanakan akan tiba.

 
Sekitar pukul 16.00 waktu Poso, rombongan Pak JK tiba. Pak JK turun dari mobil Toyota Fortuner berwarna putih. Senang rasanya melihat Pak JK dari jarak begitu dekat. Seorang tokoh pemersatu yang sangat tepat menjadi panutan hidup bagi generasi muda seperti kami. Sosoknya bersahaja, tampak sudah berumur tapi masih enerjik. Melihat beliau saya sontak berdoa dalam hati semoga Pak JK diberi kesehatan dan umur yang panjang agar bisa terus memberi inspirasi bagi kami.

Pak JK mengenakan kemeja lengan panjang yang lengannya digulung, dipadukan dengan celana jeans. Beliau memakai helm proyek lengkap dengan masker. Pak JK yang didampingi oleh Pak Tajuddin Nur, kepala proyek pembangunan PLTA Poso ini, melempar senyum sambil menyapa kami. Kami berjejer menyambut pak JK sembari berganti-gantian menyalami beliau. Suasana penuh kehangatan, jauh berbeda saat beliau datang sebagai wapres dulu. Pengamanan untuk beliau tetap ada, beberapa orang Paspampres setia berdiri disekitar beliau.
 


Pak Jusuf Kalla (Dok. Proyek PLTA Poso)

Saya juga tak ketinggalan menyalami dan menyapa beliau.

“Selamat datang di proyek Poso, puang”, saya menyapa beliau dengan sapaan penghormatan ala bugis, sebab saya tahu beliau adalah orang bugis.

“Iya..iya. Kau bagian apa?”, Pak JK tanya.
“Saya bagian engineering mekanikal, puang”, saya jawab sesingkatnya saja, mengingat banyak teman lain yang antri mau menyapa beliau. Hehe


“Bagus ya, bagus’’, beliau bicara sambil terus menyalami teman-teman proyek yang ada banyak jumlahnya.


Seandainya bisa berlama-lama bicara dengan beliau, saya ingin menanyakan kepada Pak JK kira-kira kapan pembangunan PLTA di kampung saya, Sulawesi Barat, akan dikerjakan. Sekedar info, proyek PLTA Tumbuan di Mamuju yang berkapasitas 3x100 megawatt adalah salah satu proyek yang akan dikerjakan Kalla Grup. Jika terealisasi, Sulawesi Barat akan memiliki salah satu PLTA terbesar di Indonesia timur. 


“Saya tidak sabar ingin pulang kampung dan membuat listrik untuk kampung saya sendiri Pak JK’’, kata saya tapi hanya dalam hati.


Baca juga:
Selanjutnya kami mendampingi Pak JK beserta rombongan mengelilingi area power house, berlatarkan suara gemuruh dua unit turbin yang berputar dengan nyaman. Beliau berjalan dari turbin unit 1 sampai ke turbin unit 4 diapit oleh Pak Syahruddin, wakil kepala proyek PLTA Poso I, dan Pak Mustaqim, general manager PLTA Poso II. Jepretan kamera berseliweran mengabadikan gambar pak JK.
 

Pada suatu titik beliau berhenti. Pak JK bertanya kepada para pimpinan proyek yang mendampingi beliau berjalan.

“Poso I ini berapa mega?”
“Poso I 4x30 megawatt, Pak”, dijawab oleh pak Syahruddin


Pak JK tampak meraba-raba kantong kemejanya, lalu mengeluarkan secarik kertas dan sebuah pulpen.


Beliau mencatat.
Poso I – 4x30 = 120 megawatt.


“Poso II berapa?”, beliau bertanya lagi.
“Poso II existing 3x65 megawatt Pak, dan Poso II extension 4x50 megawatt”, kali ini Pak Mustaqim yang bergantian menjawab.


Pak JK melanjutkan catatan.
Poso II exist – 3x65 = 180 megawatt
Poso II extens – 4x50 = 200 megawatt


Lalu beliau jumlahkan, hasilnya 500.


“Kenapa cuma 500 mega ini?”
“Bukannya 515 mega ya?” 


“Ini yang Poso II existing 3x65 megawatt Pak, jadinya 195 megawatt”, Pak Mustaqim membantu mengoreksi hitungan Pak JK di kertas kecilnya tadi.


“Oo iya iya, 515 mega ya semuanya. Ya, betul”, Pak JK tampak puas.


Catatan Pak JK (Dok. Proyek PLTA Poso)

Saya yang berdiri tepat di depan beliau mengamati tingkah Pak JK dari dekat. Sangat bersahabat dan ramah. Beliau juga ternyata suka membuat catatan kecil dan hitungan-hitungan detail sendiri. Seperti kebanyakan pengusaha sukses yang pernah saya temui. Bedanya Pak JK dalam hal ini masih ketinggalan. Beliau tidak menggunakan fasilitas note atau kalkulator di handphone, melainkan masih menggunakan kertas dan pulpen. Hehe

Baca juga:
“Bapak, mau melihat control room, Pak?”, pimpinan proyek kami menawarkan untuk memperlihatkan tempat yang menjadi ruang kontrol operasi turbin PLTA ini.

“Boleh, dimana, dimana?”, Pak JK tampak antusias.


Beliau lalu diarahkan menuju control room yang letaknya di lantai atas.


Memasuki ruang control room, kami melepas sepatu, biar lantai tidak kotor. Eh Pak JK juga ikut-ikutan melepas sepatu. Padahal sebaiknya beliau pakai sepatu saja tidak apa-apa, biar tidak ribet. Tapi beliau kekeh ikut lepas sepatu.


Di ruang control room Pak JK mengamati layar-layar monitor yang memperlihatkan operasi turbin. Beliau bertanya macam-macam kepada operator yang sedang bertugas di ruangan. Sangat ramah dan akrab. Pak JK bahkan mencicipi duduk dan berayun-ayun di kursi operator sebelum beliau dan rombongan keluar dari ruangan.


Begitu turun dari control room, Pak JK telah ditunggu oleh mobil dan juga rombongannya untuk berpindah ke area proyek yang lain. Setelah berfoto bersama kami, beliau bergegas naik ke mobil sambil melambaikan tangan kepada kami yang tinggal di power house.

Berfoto bersama Pak JK (Dok. Proyek PLTA Poso)
Hanya beberapa menit saja berjumpa dengan Pak JK tapi kami sudah senang bukan kepalang. Karakter beliau persis seperti yang selama ini dikenal publik. Ramah, taktis, dan lucu. Tentunya dari sikap beliau inilah sampai beliau dikenal menjadi orang yang berhasil mendamaikan rentetan konflik horizontal yang terjadi di beberapa daerah di dalam negeri bahkan sampai diluar negeri.

Malam ini Pak JK beserta rombongan menginap semalam di perumahan proyek. Besok beliau akan melanjutkan kunjungan ke tempat lain yang entah dimana, saya tak tahu dengan pasti. Kemanapun itu, saya berdoa kepada Allah SWT semoga Pak JK selalu diberi kesehatan dan dijauhkan dari marabahaya dimanapun beliau berada. Terima kasih telah berkunjung, Pak JK. Terima kasih.

Saturday, 26 October 2019

Cara Kerja Floating Valve - Pelampung Otomatis Penampungan Air

cara kerja floating falve
Kehidupan kita sehari-hari tidak terlepas dari keberadaan air. Sebagai salah satu sumber kehidupan, kita menjumpai air di setiap fasilitas peradaban manusia. Dari rumah-rumah, gedung-gedung perkantoran, sarana ibadah, pabrik-pabrik, bandara, stasiun, dimana saja. Air adalah kebutuhan pokok yang mesti tersedia dimana saja sehari-hari kita berada.

Untuk menampung air dalam jumlah besar biasanya digunakan penampungan. Penampungan air bentuknya bisa bermacam-macam, tergantung kebutuhan. Di rumah-rumah yang kebutuhan airnya kecil, bisa menggunakan tandon air kapasitas kecil yang banyak tersedia di pasaran. Namun untuk fasilitas umum dan bangunan industry yang kebutuhan airnya ribuan liter perhari, biasanya menggunakan tangki air atau kolam yang besar.


Baca juga:  
Penampungan air biasanya diletakkan pada posisi yang tinggi dalam sebuah bangunan, dengan tujuan agar air dapat mengalir ke seluruh bagian bangunan yang membutuhkan suplai air dengan gaya gravitasi, tanpa perlu bantuan pompa lagi. Gedung-gedung bertingkat seperti hotel meletakkan penampungan air di lantai paling atas, sedangkan rumah-rumah biasanya meletakkan penampungan di rooftop, ataupun membuat menara penampungan air yang terpisah dari bangunan rumah.

cara kerja floating falve
Untuk mengisi penampungan yang berada di posisi tinggi tersebut, air dapat diperoleh dengan dua cara. Cara pertama, dengan menggunakan pompa. Pompa akan mendorong air dari sumber air menuju ke penampungan. Cara kedua, yaitu dengan mengalirkan air dari sumber air yang letaknya lebih tinggi dari posisi penampungan air. Dengan demikian, air akan mengalir dengan sendirinya memanfaatkan gaya gravitasi. Kita cukup menambahkan valve kontol untuk membuka dan menutup aliran air.


Permasalahan Penampungan Air


Setelah air mengalir dari sumbernya dan mengisi penampungan air yang terletak di posisi tinggi, kendala yang biasa dihadapi yaitu bagaimana mengontrol aliran air ini. Jika air mengalir terus menerus maka penampungan akan penuh lalu meluber. Jika harus bolak balik menghidupkan dan mematikan pompa, atau membuka dan menutup valve control, tentu sangat merepotkan.


Untuk mengatasi masalah ini, kita membutuhkan sistem kontrol air yang bisa bekerja otomatis. Artinya, suatu sistem yang memungkinkan aliran air ke penampungan terbuka dan tertutup dengan sendirinya secara otomatis, tanpa perlu menyibukkan kita. Jadi ketika air di penampungan berkurang, maka air mengalir. Sebaliknya, saat penampungan sudah penuh, maka air tidak mengalir.



Cara Kontrol Otomatis Penampungan Air


Jika untuk mengisi penampungan air kita menggunakan pompa, maka cara terbaik untuk mengontrol aliran secara otomatis yaitu dengan menggunakan level switch. Level switch dipasang didalam penampungan air dan dihubungkan ke pompa. Ketika air di penampungan berkurang, mekanisme pada level switch akan mengirim sinyal untuk menghidupkan pompa dan mengalirkan air ke penampungan. Ketika penampungan sudah penuh, maka level switch akan mengirim sinyal kembali untuk mematikan pompa.


Baca juga: Mengenal Turbin PLTA: Prinsip Kerja, Jenis, dan Pemilihannya


level switch penampungan air

Selanjutnya jika pengisian penampungan air kita mengalir secara gravitasi tanpa pompa, maka lebih mudah lagi. Kita cukup menambahkan valve kontrol yang bisa membuka dan menutup sendiri sesuai ketinggian air didalam penampungan. Salah satu valve yang banyak digunakan dalam cara ini adalah floating valve, atau valve berpelampung.


Fungsi Floating Falve


Floating valve berfungsi untuk membuka dan menutup aliran air ke dalam penampungan air secara otomatis. Dengan menggunakan floating valve, kita tidak perlu membuka valve secara manual untuk mengisi penampungan air. Demikian pula ketika penampungan air telah penuh, kita pun tidak perlu menutup valve secara manual. Aliran air akan membuka dan menutup sendiri berdasarkan ketinggian air didalam penampungan.



Cara Kerja Floating Valve


Floating valve bekerja dengan membuka dan menutup celah aliran air pada valve berdasarkan gerakan naik turun pelampung. Pelampung pada floating valve umumnya berbentuk bola. Adapun cara pemasangan floating valve yaitu disambungkan pada ujung pipa air yang masuk kedalam penampungan.

floating valve prinsip kerja
Diatas adalah dua gambar kondisi sebuah floating valve pada saat membuka dan menutup. Ketika ketinggian air di dalam penampungan turun, maka pelampung pada floating valve akan berada pada posisi normal yang memungkinkan air mengalir kedalam penampungan melalui valve. Pelampung tersebut akan terangkat keatas seiring dengan naiknya ketinggian air.

Baca juga:  
Suatu mekanisme pada valve membuat semakin naik posisi pelampung, maka celah untuk air mengalir pada valve akan semakin kecil. Sampai pada batasnya, celah tersebut tertutup dan air berhenti mengalir. Saat air mulai berkurang lagi didalam penampungan air, pelampung akan ikut turun dan celah pada valve terbuka sehingga air kembali mengalir. Begitu seterusnya. 

Cara kerja yang sama juga terjadi pada floating valve dengan model berbeda seperti yang tampak di gambar berikut ini.


floating valve prinsip kerja


bagian-bagian floating valve
Posisi valve terbuka, pelampung berada dibawah, dan air mengalir (dok. pribadi)
bagian-bagian floating valve
Posisi valve tertutup, pelampung berada diatas, dan air tidak mengalir (dok. pribadi)



Bagian-bagian Floating Valve


Floating valve terdiri dari bagian-bagian yang saling terhubung yakni body valve dengan celah yang dapat membuka dan menutup, pelampung, serta batang penghubung pelampung dan valve.

connector floating valve
Celah tempat keluar air pada body valve (dok. pribadi)


connector floating valve
Ulir/thread untuk sambungan dengan pipa sumber air (dok. pribadi)


gambar floating valve
Floating valve dengan pelampung berbentuk bola (dok. pribadi)

Baca juga: 

Ulasan


Floating valve sangat tepat digunakan sebagi pengontrol aliran air yang mengalir dengan gaya gravitasi tanpa menggunakan pompa. Dengan menggunakan alat ini, aliran air ke penampungan kita akan bekerja secara otomatis. Dampaknya, tidak akan ada air yang meluber dari penampungan dan terbuang sia-sia. Disamping itu, kita juga tak perlu repot-repot lagi membuka dan menutup valve kontrol secara manual.

Friday, 25 October 2019

Tips Pengelasan Piston Rod Silinder Hidrolik


pengelasan welding piston rod hidrolik

Piston rod adalah salah satu bagian utama pada sebuah silinder hidrolik. Batang baja berbentuk silinder yang umumnya pejal inilah yang meneruskan gaya yang dihasilkan dari tekanan fluida sehingga menciptakan tenaga pada sebuah silinder hidrolik.

Menahan beban kerja yang besar, piston rod terbuat dari material baja yang kuat dan dilapis dengan chrome sehingga tampak mengkilat.

Baca juga:  Mengenal Turbin PLTA: Prinsip Kerja, Jenis, dan Pemilihannya


pengelasan welding piston rod hidrolik


Umumnya jika terjadi kerusakan pada material adalah akhir dari umur sebuah piston rod. Misalnya crack, retak, apalagi kalau sampai patah. Melakukan perbaikan dengan pengelasan atau welding pada piston rod sangat beresiko sebab dapat merusak seal di dalam silinder akibat panas yang ditimbulkan dari pengelasan tersebut. Kerusakan seal tentu menyebabkan kerugian menjadi semakin besar. Selain itu, pengelasan bisa memicu terjadi deformasi yang bisa saja membuat piston rod menjadi bengkok.

Baca juga: Review Alat Bending Pipa Hidrolik - Wipro SWG 3B

Meski demikian, pengelasan pada piston rod bukan mustahil dilakukan. Apalagi jika mempertimbangkan biaya penggantian yang sangat mahal, maka melakukan perbaikan dengan pengelasan tentu salah satu pilihan ekonomis untuk mengatasi piston rod yang crack, retak atau patah

pengelasan welding piston rod hidrolik

Cara paling aman tentu saja dengan membongkar dan memisahkan terlebih dahulu piston rod dari silinder. Dengan demikian, seal akan aman dari panas akibat pengelasan meski kemungkinan deformasi tetap ada. Namun jika harus membongkar silinder tentunya adalah pekerjaan sulit dan memakan waktu lama.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk melakukan perbaikan piston rod dengan pengelasan tanpa perlu membongkar silinder.

Baca juga: Cara Menjadi Piping Engineer


Deteksi Kerusakan dengan Detail


Pertamakali, lakukan pemeriksaan untuk mendeteksi titik kerusakan secara detail. Jika retak mungkin masih terlihat kasat mata. Namun untuk crack yang kecil bisa saja tidak. Anda membutuhkan pengujian material untuk memastikan kerusakan tersebut.

pengelasan welding piston rod hidrolik

Baca juga: Jusuf Kalla Menggertak China

pengelasan welding piston rod hidrolik

Gambar diatas adalah pengujian crack pada piston rod dengan menggunakan penetrant inspection. Tampak dengan jelas bagian yang rusak dan perlu mendapatkan perbaikan.


Berikan Pendinginan


Selama pengelasan berikan pendinginan pada piston rod dengan kain basah.

pengelasan welding piston rod hidrolik

Lakukan Jeda Pengelasan


Lakukan pengelasan berdasarkan tingkat panas pada material piston rod. Jika panas sudah mulai meningkat seiring pengelasan, berikan jeda beberapa menit untuk mengurangi panas dan lanjutkan lagi jika sudah agak dingin. Begitu seterusnya.

Melakukan pengelasan terlalu lama akan menyebabkan panas pada piston rod sehingga bisa merusak seal.

pengelasan welding piston rod hidrolik

 

Ulasan


Kerusakan pada piston rod berupa crack, retak, atau patah dapat dilakukan perbaikan dengan pengelasan atau welding tanpa perlu membongkar silinder. Memang beresiko sebab panas yang timbul akibat pengelasan bisa merusak seal di dalam silinder. Namun dengan tips dan perlakuan seperti diatas, dampak panas bisa dikurangi sehingga seal tidak sampai rusak dan piston rod dapat digunakan kembali dalam silinder hidrolik.

Tuesday, 22 October 2019

Turbine Lubricating Oil Impurities - Water

turbine lubricating oil impurities

There are four major impurities of turbine lubricating oil: Water, oxidation products, gases, and abrasive particles. Generally, water is the biggest cause of oil impurities. The adserve consequences and operating concerns, major sources, and means of removal of water impurities are descrived below.

Sources


1. Absorption of atmospheric moisture

During turbine operation, atmospheric air, which always contains some water vapour, enters the oil system via the bearing oil seals. The in leakage happens because:

  • The shaft surface velocity is too large to allow for contact between the shaft and the seal. Thus, a leak path is open.
  • Slightly sub-atmospheric pressure is maintained inside the bearing housing and its drain line by the vapour extraction fans installed on the lube oil tank cover. Why this pressure maintained? First to prevent oil mist from escaping past the bearing oil seals into the turbine hall. Second, to prevent accumulation of hydrogen and oil vapour in the lube oil tank atmosphere, which could create an explosion hazard.
Some other possible leak paths includepoorly fitting or missing gaskets in the drain lines or lube oil tank cover.

During turbine shutdown, the oil tank may be open for inspection, resulting in a large contact area between the oil tank and the humid air in the turbine hall. Because during shutdown, the oil in the tank can be relatively cool, condensation of moisture is promoted.

2. A leaking turbine gland seal

When a gland seal is leaking steam, the humidity of the surrounding air is increased. The humid air enters the adjacent bearing. This is promoted by a very small distance between turbine bearings and the adjacent gland seals.

3. A leaking oil cooler

Since water is used for oil cooling, a leaking cooler may result in contamination of oil with water. In most stations, this is prevented during normal operation by maintaining the oil pressure above the cooling water pressure. However, even in these stations, water in leakage can occur during a turbine shutdown when the oil is not pressurized.

Note that this arrangement, where during normal operation oil presuure is maintained above cooling water presuure, can result in oil leak into the cooling water, and it into the environment. To minimize pollution, prompt actions must be taken to locate an stop the leak. Details are left for the station specific training.

turbine lubricating oil impurities

Adserve Consequences and Operating Concerns


The typical adverse consequences and operating concerns caused by the presence of water in lube oil are:

1. Degraded oil properties

Degraded oil properties due to:
  •  Formation of emulsions whose lubricative properties are lower than those of pure oil.
  • Washing out of special oil additives.
  • Accelerated oxidation of the oil and its additives.

2. Promoted corrosion and scale formation

Promoted corrosion and scale formation in the equipment to which the oil is supplied.
These consequences result in accelerated wear of equipment such as bearings and generator hydrogen seals. Eventually, bearing or seal failure may occur, forcing a unit outage. The potential for serious damage is increased in the units where turbine oil is used as a hydraulic fluid in the turbine governing system.



Removal


Water is removed from oil by:

1. The lube oil purifier

 Depending on the station, the oil purifier is of either the centrifugal or the vacuum treatment type. The former removes free water (due to the difference between the oil and the water densities), but can not separate emulsified or dissolved water. Vacuum purifiers, do not have these limitations.

2. The vapour extraction fans

The fans, installed in the lube oil tank cover, remove water vapour that is released from the surface of the hot oil in the tank.

3. Drainage from the bottom of the oil tank

This can be done during a long outage when water, being heavier than oil, collects at the tank bottom.

Baca juga: Trip to Togean Island, Indonesia


Summary


  • Water gets into turbine lube oil due to absorption of humid air. A leaking turbine gland seal or oil cooler, or makeup addition of contaminated oil can be other sources.
  • Water degrades oil properties as it forms emulsions, washes out oil additives and accelerates oxidation. Water also promotes corrosion and scale formation in the equipment through which the oil circulated. Accelerated equipment wear and possible failure may result.
  • During normal operation, water is removed from the oil by the oil purifier and the vapour extraction fans. During a long outage, water can also be drained from the bottom of the lube oil tank.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done