Fachrul Hidayat: Opini
News Update
Loading...
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Tuesday, 8 October 2019

Jusuf Kalla Menggertak China

Jusuf Kalla Via timur-angin.com
Bukan rahasia lagi jika Jusuf Kalla adalah tokoh dengan kemampuan diplomasi yang handal. Cepat, berani, dan bermartabat adalah prinsip yang mendarah daging baginya dalam setiap sikap politik maupun pengambilan keputusan. Jusuf Kalla dikenal sebagai inisiator perdamaian di beberapa daerah konflik. Sebagai politikus, beliau tidak ciut sedikitpun nyalinya berhadapan dengan tokoh-tokoh besar dalam pergaulan internasional.

Suatu ketika pada masa pemerintahan presiden SBY, saat itu Jusuf Kalla menjadi wakil presiden, ada masalah dengan China. Pemerintah China marah karena Indonesia mengizinkan presiden Taiwan mendarat di Indonesia. Kita ketahui, China dan Taiwan adalah dua negara serumpun tapi tidak akur. Mereka pernah terlibat konflik dan sampai kini menjadi saingan dalam ekonomi.

Taiwan adalah negara yang bisa dikatakan tidak memiliki banyak teman di dunia. Suatu waktu dalam perjalanan pulang dari Libya, presiden Taiwan hendak melakukan pengisian bahan bakar pesawat (refueling) di Belanda, tapi Belanda tidak mengizinkan. Dari Libya ke Taiwan tidak bisa direct flight, mesti mampir refueling. Presiden Taiwan lalu menelepon Jusuf Kalla.

"Mr Vice Presiden, tolong izinkan saya mampir refueling di Indonesia," dia meminta.

"Oke," jawab Jusuf Kalla.
"Kamu boleh mendarat dimana saja asal jangan di Jakarta. Nanti ribut semua orang," tambahnya.

Maksud Jusuf Kalla biar diam-diam saja, tak perlu ramai ketahuan media. Keputusan ini juga diambil setelah melalui izin dari presiden SBY.

Presiden Taiwan kemudian memilih mendarat di Batam. Namun presiden Taiwan ini agak nakal juga. Diberi izin mampir selama 4 jam, rombongan mereka malah menginap semalam di Batam. 

Mengetahui presiden Taiwan datang ke Indonesia, China pun protes keras. Meskipun sudah dijelaskan bahwa mereka hanya mampir refueling, tetap saja China dongkol.

Sementara bagi Jusuf Kalla, bantuannya kepada presiden Taiwan bukan tak berarti apa-apa. Sepulang dari Indonesia, Jusuf Kalla menagih presiden Taiwan dengan permintaan macam-macam, dan sang presiden pun setuju saja. Jusuf Kalla meminta spare part untuk pesawat jet Indonesia, Taiwan setuju. Jusuf Kalla meminta kapal patroli yang canggih dan ada roketnya, Taiwan kasih 40 unit, dan bayarnya pun boleh belakangan. Sayangnya pada saat itu presiden SBY tidak setuju, meskipun Jusuf Kalla sudah siap pasang badan kalau China marah.

"Pak Presiden, kalau China marah, bilang saja wapres saya yang nakal," kata Jusuf Kalla kepada SBY. Namun tetap saja presiden SBY tak setuju.


Setelah peristiwa pendaratan refueling presiden Taiwan, China marah kepada Jusuf Kalla. Alhasil ketika beliau ada jadwal kunjungan ke China untuk mengurus pendanaan listrik, para petinggi China tidak mau menemuinya.

Sial bagi China berhadapan dengan Jusuf Kalla yang adalah seorang dengan nyali pemberani. Jusuf Kalla malah marah balik. Beliau lalu menelepon presiden Taiwan.

"Mr Presiden, gara-gara kamu mendarat di Indonesia, saya jadi susah. Seharusnya sekarang saya sudah mempunyai USD 10 miliar dari China, tapi gagal gara-gara kamu. Sekarang saya mau kamu bantu saya USD 5 miliar. Saya mau bangun listrik di negara saya," demikian Jusuf Kalla sampaikan.

Presiden Taiwan setuju, meminjamkan uang USD 5 miliar kepada Jusuf Kalla. Jusuf Kalla segera menyuruh perwakilannya datang ke Taiwan untuk bertemu Menteri Keuangan Taiwan sembari berpesan agar bantuan ini diliput oleh media massa di Taiwan. 

Beberapa hari kemudian kabar bahwa Taiwan membantu Indonesia sebesar USD 5 miliar tersebar dan membuat China kebakaran jenggot. Jusuf Kalla memang sengaja membuat China panik. Beliau ingin menggertak China.

Jusuf Kalla memegang pendirian yang kokoh bahwa China lebih butuh kepada Indonesia dibandingkan Indonesia butuh kepada China. Indonesia bisa membeli barang dari negara mana saja, namun China tidak bisa mendapatkan batubara yang melimpah, nikel dan bauksit sebanyak dari Indonesia. 

Tak lama setelah kabar bantuan Taiwan tersebar, perwakilan dari China datang ke Indonesia untuk menemui Jusuf Kalla dengan membawa pesan bahwa China akan menyetujui pinjaman USD 10 miliar dan meminta Jusuf Kalla segera datang ke Beijing. Namun kemarahan Jusuf Kalla belum reda. Beliau saat itu bilang begini, "Saya tidak mau. Dulu saya mau datang, kamu tolak. Sekarang saya tidak ada waktu."

China benar-benar panik. Mereka mengirim undangan sampai tiga kali. Sampai akhirnya, sebulan setelah undangan yang terakhir, Jusuf Kalla bersedia datang ke Beijing. Dan apa yang terjadi setelah tiba di Beijing?

Jusuf Kalla disambut dengan barisan kehormatan yang begitu megah. Itu adalah pertama kalinya seorang wakil presiden disambut sedemikian megah di China.


Itulah sepenggal kisah Jusuf Kalla, seorang tokoh bangsa dengan pembawaan lugas dan berani, tak lemah sedikitpun berhadapan dengan negara besar seperti China. Baginya Indonesia bukan negara kecil yang mesti mengemis bantuan dari negara lain, melainkan adalah negara berkembang yang siap bermitra dengan negara manapun, asalkan sesuai dengan asas pergaulan internasional. Indonesia sampai kapanpun akan merindukan sepak terjang seorang Jusuf Kalla.

Literasi: Tangan Di Atas (Husain Abdullah, 2018)

Lobi Belakang Layar ala Jusuf Kalla

lobi jusuf kalla

Muhammad Jusuf Kalla hari ini kita kenal sebagai seorang wakil presiden. Mendampingi presiden Jokowi, ini adalah kali ke dua, JK, sapaan akrabnya, menduduki posisi wakil presiden. Sebelumnya, dua periode lalu, beliau menjadi wakil presiden di masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di kancah perpolitikan nasional, sepak terjang pak JK tak diragukan lagi. Kisahnya mudah ditemukan dan tentunya akan terekam dalam sejarah bangsa ini. Polical stand dari seorang JK telah mewarnai arah politik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Disamping kiprahnya dalam dunia politik, JK adalah seorang juru lobi handal. Pak JK beberapa kali berhasil menyatukan dua kubu yang berselisih, mendamaikan pertikaian, ataupun mendapatkan target politik dari kemampuan lobi yang mumpuni tersebut. Uniknya, khalayak bahkan kadang tidak menyadari peran JK dalam suatu penyelesaian masalah. JK kadang mengatasi kondisi deadlock dari balik layar.

Jusuf Kalla Inisiator Perdamaian Ambon dan Konflik Aceh


Jika bukan karena JK barangkali perang Ambon masih terjadi. Jika bukan karena JK mungkin Aceh masih bergejolak. JK adalah orang yang turun tangan menyelesaikan konflik-konflik berkepanjangan tersebut.

"Seorang keturunan Bugis, Jusuf Kalla, pendamai Aceh. Yang lain hanya pandai bicara saja. Saya tahu sejarahnya. Kalau tak ada Jusuf Kalla, tak dapat mimpi Aceh damai."

Kesaksian ini dituturkan dengan lantang oleh Tengku Zakaria Saman, mantan menteri pertahanan Gerakan Aceh Merdeka, suatu ketika di tahun 2004.


Jusuf Kalla Via poskotanews.com

Jusuf Kalla Mengusung Anies Jadi Gubernur


Jika buka JK yang pasang badan meyakinkan partai-partai untuk mengusung Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, barangkali Ahok masih menjadi Gubernur. JK melakukan lobi politik ke beberapa petinggi partai sehingga Anies Baswedan muncul sebagai kandidat di jam-jam terakhir batas pendaftaran.

Baca juga: Inilah Habibie Factor, Penemuan BJ Habibie yang Mengubah Dunia

lobi jusuf kalla
Jusuf Kalla & Anies Baswedan via alkhairaat.com

"Pak JK lah yang mengusulkan sampai ada perubahan. Jam 2 pagi disana (kubu Gerindra dan PKS) memutuskan pak Anies diambil, pak Sandi jadi wakil." Terang ketua umum PAN, Zulkifli Hasan 


Jusuf Kalla Menenangkan Prabowo


Jika JK tidak bertemu Prabowo pada masa genting menjelang pengumuman pemenang pilpres 2019 oleh KPU, barangkali kisah lain yang akan terjadi. Pada saat itu terjadi aksi unjuk rasa besar menentang hasil pemilu yang dianggap penuh kecurangan.

lobi jusuf kalla
Jusuf Kalla & Prabowo via kumparan.com

"Karena itu, waktu saya ketemu, beliau (Prabowo) didepan saya menelpon orang-orangnya untuk menghentikan aksi massa. Dia perintahkan untuk menghentikan aksi, dan akan menjalani proses konstitusi yang baik." Demikian penuturan JK mengenang saat tersebut.

Baca Juga: Camping di Padamarari, Selayang Pandang Danau Poso

Jusuf Kalla adalah juru lobi ulung. Dampak dari lobi-lobi JK telah kita rasakan meskipun dalam prosesnya kadang tidak disadari oleh publik. JK dalam hal ini sering bekerja dibelakang layar. Satu hal yang pasti, lobi-lobi seorang JK selalu bermuara pada kemaslahatan bangsa.

Wednesday, 2 October 2019

Belajar PLTA di Program Hydropower Development - NTNU Norwegia


Mengapa Norwegia?
Biasanya pelajar-pelajar yang sekolah ke luar negeri akan memilih Inggris, Amerika, atau mungkin Jepang. Negara-negara ini menawarkan fasilitas pendidikan kelas satu dengan lingkungan belajar terbaik di dunia.
Mengapa memilih Norwegia?

Sejak di bangku kuliah, di fakultas Teknik, saya begitu mengagumi teknologi energi terbarukan atau renewable energy. Kalau kita sepakat, sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang bersahabat dengan kehidupan manusia. Lihat contohnya, air dan udara. Kedua zat ini kita jumpai sehari-hari dalam kehidupan. Energi yang berasal dari air dan udara sifatnya berkelanjutan, karena jumlahnya banyak dan dapat diperbaharui terus menerus. 

Bagi anda yang tinggal di pedesaan seperti saya, pasti tak asing dengan ketersediaan air dalam jumlah besar seperti sungai, danau, atau rawa. Angin yang sejuk juga kita hirup sehari-hari untuk pernafasan. Nah, bandingkan dengan sumber energi fossil, seperti minyak dan batubara. Sudah harganya mahal, beracun pula. Merusak lingkungan, menyebabkan polusi, dan tidak familiar kita jumpai. Mungkin beberapa dari kita malah ada yang belum pernah melihat batubara secara langsung.

Maka prinsip saya dalam hal energi adalah bahwa energi terbarukan mesti menjadi sumber energi masa depan Indonesia maupun dunia. Indonesia sendiri menyimpan potensi tenaga air sebesar 75 gigawatt, sehingga bagi saya pengetahuan tentang pengembangan energi air akan membawa manfaat yang besar bagi pembangunan bangsa di masa depan. Itulah dasar pemikiran saya sehingga menyukai dunia energi air termasuk PLTA. Lalu mengapa mesti belajar ke Norwegia? Ini ulasannya.


Energi


Alasan pertama memilih Norwegia adalah karena Norwegia merupakan negara yang terdepan dalam penerapan teknologi energi terbarukan. 98 % energi yang dikonsumsi Norwegia dihasilkan dari sumber energi terbarukan dimana lebih dari 90% diantaranya dari tenaga air alias hydropower. Meskipun minyak banyak juga dihasilkan disana, namun tidak banyak digunakan sebagai sumber energi. Norwegia adalah negara ke 8 dalam daftar pengekspor minyak terbanyak di dunia.



Norwegia


Alasan kedua adalah fakta bahwa Norwegia adalah negara paling bahagia kedua didunia, setelah Finlandia, menurut survey World Happiness Report. Survey ini dihasilkan dari peringkat negara berdasarkan enam variabel yaitu pendapatan, kebebasan, kepercayaan, harapan hidup sehat, dukungan sosial, dan kemurahan hati. Indonesia sendiri dalam daftar ini menduduki peringkat yang ke 92. Norwegia adalah negara yang indah alamnya. Pada beberapa musim, matahari tidak terbenam dalam sehari yang membuat Norwegia dijuluki The Land of The Midnight Sun.


NTNU


Alasan ketiga adalah karena Norwegia memiliki NTNU. Norwegian University of Science and Technology merupakan kampus teknik terbesar di Norwegia. Kampus ini mengkolaborasikan penelitian ilmiah dan praktek lapangan melalui kolaborasi dengan perusahaan industri terdepan. NTNU adalah singkatan dari bahasa Norwegia Norges Teknisk Naturvitenskapelige Universitet.

Program Hydropower Development adalah salah satu program studi andalan di NTNU. Program master yang ditempuh dalam waktu 2 tahun ini adalah tujuan para pelajar yang ingin belajar tentang pengembangan energi air, termasuk juga PLTA. Di seantero dunia saat ini, masih sulit menemukan kampus yang menyelenggarakan program studi tentang PLTA.


Source: ntnu.edu

Statkraft


Alasan terakhir memilih Norwegia adalah karena disana ada Statkraft. Statkraft adalah perusahaan energi terbarukan terbesar di Norwegia, mungkin juga di Eropa. Perusahaan yang bermarkas di kota Oslo ini disebut sebagai motor penggerak industri energi di Norwegia. Statkraft membangun pembangkit listrik dari air, angin, dan ombak. Untuk kebutuhan riset dan penelitian, Statkraft dan NTNU adalah mitra yang padu dalam pengembangan energi terbarukan di Norwegia.

Note: Ini baru cita-cita ya, belum kesampaian. Hehe

Friday, 27 September 2019

Masih Adakah Presiden Jokowi?

Jokowi hilang kendali

Pada Maret 2018, Daniel Treisman, seorang professor ilmu politik dari University of California, Los Angeles, menulis analisis tentang kekuatan politik Rusia di era Vladimir Putin. Ia menyebut, ada dua sistem yang dijalankan Putin sehingga ia begitu kuat dalam politik domestik rusia. Disamping itu, oleh Treisman, Putin disebut sebagai geopolitical mastermind, alias orang yang berpengaruh dalam pergolakan politik internasional.
 

Sistem pertama adalah normal politic. Pada sistem ini, Treisman menggunakan istilah autopilot, dimana Putin sebagai pemimpin tidak perlu terlibat. Misalnya dalam aktivitas kenegaraan biasa, perbedaan pendapat dan gesekan dalam birokrasi, pelaku bisnis, atau kekuatan perorangan dalam negara.

Sistem kedua yaitu manual control, digunakan pada saat-saat tertentu yang membutuhkan sikap politik Putin. Misalnya dalam keadaan genting, ataupun untuk menuntaskan deadlock atau kebuntuan langkah politik. Pada sistem ini, Putin mengambil kendali pada posisi tertinggi untuk menentukan kebijakan dan sikap politik yang diinginkannya sebagai pemimpin negara.


Kita tak ingin berkiblat ke Rusia yang berbeda ideologi negara dengan kita, namun ini adalah tentang kekuatan seorang pemimpin.


Apa yang kita lihat dari presiden Jokowi dalam politik bangsa akhir-akhir ini?


Jika kita sepakat, Jokowi hanya berada di sistem pertama, dan itupun tidak berhasil. Mengatasi gonjang-ganjing permasalahan negara hari ini, kekuasaannya hampir tidak nampak.


Beberapa minggu lalu Jokowi mengundang 61 orang tokoh Papua untuk membicarakan penyelesaian permasalahan disana. Tapi beberapa hari setelah pertemuan itu, kerusuhan pecah di Papua, bangunan publik terbakar, dan banyak korban jiwa.


Dalam banyak kesempatan, Jokowi menjelaskan posisinya mendukung penguatan institusi KPK. Namun ia tak mampu membendung keinginan parpol-parpol yang berupaya melemahkan KPK melalui revisi UU.


Pada hari kamis (26/9) kemarin Jokowi mengundang 30 tokoh kebangsaan ke istana negara dan menegaskan komitmennya menjaga demokrasi dan kebebasan berpendapat. Tapi disaat yang bersamaan seorang mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di Kendari tewas tertembak mati aparat kepolisian.


Saat memberikan grasi hukuman kepada aktivis lingkungan Eva Bande, Jokowi berpesan agar jangan ada lagi aktivis pejuang hak rakyat yang masuk bui. Tapi dua hari lalu aktivis dan jurnalis Dandhy Laksono diciduk polisi karena postingannya mengenai penanganan masalah Papua.

Lalu kemana Jokowi?


Baca juga: Suara Itu Bernama Dandhy Laksono



Aksi unjuk rasa masih terjadi di beberapa daerah, beberapa berlangsung ricuh dan menelan korban. Papua masih bergolak, sudah 32 orang tewas, banyak bangunan terbakar, dan akses kebebasan informasi disana masih dibatasi. 

Ini situasi genting. Langkah taktis apa yang dilakukan Jokowi untuk meyakinkan bahwa negara ini masih baik-baik saja? Tidak nampak. Kemarin sore ia hanya muncul di TV mengucapkan turut berduka cita pada keluarga mahasiswa yang tewas.


Jokowi sebagai pemimpin negara, jangankan untuk mengambil sistem kendali manual seperti yang dilakukan Vladimir Putin, ia malah makin tenggelam. Kekuasaannya terbatas. Jokowi tidak hadir sebagai pemimpin yang menyelesaikan permasalahan bangsa.


Masih adakah Jokowi?

Masih adakah presiden Jokowi?

Atau memang sudah benar berita di media online, bahwa presiden Jokowi sudah terlampau jauh kehilangan kendali.

Thursday, 26 September 2019

Suara Itu Bernama Dandhy

Dandhy Dwi Laksono. Saya sudah mengikuti orang ini sejak tahun 2014, meski hanya melalui sosial media. Ia orang biasa tapi tumbuh dengan pemikiran tak seperti orang kebanyakan.



Berbekal tabungan sendiri Dandhy berkeliling Indonesia dengan naik motor. Ia tampaknya begitu prihatin melihat sekat-sekat ketimpangan sosial yang terjadi di beberapa daerah. Ia lalu memberi tahu khalayak melalui film-film dokumenter yang ia buat bersama teman-temannya. Salah satu film dokumenter berjudul Film Sexy Killers yang ia rilis beberapa saat menjelang pilpres beberapa bulan lalu, tentang kepemilikan tambang di Indonesia yang ternyata dikuasai elit-elit politik, konon membuat banyak orang golput.

Dandhy punya dasar literasi yang kuat dan nyali yang besar, dua senjata yang jarang dimiliki aktivis masa kini. Ia pernah dilaporkan ke polisi karena tulisannya membandingkan Megawati dengan Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar, saat ia mendampingi petani di Kendeng malawan penggusuran pabrik semen. Jika kalian mengikuti akun twitternya, sehari-hari isinya hanya tentang membela keadilan sosial, tak ada yang lain.


Dandhy getol mengkritisi langkah pemerintah dalam penanganan masalah di Papua, sampai ia terlibat 'tweetwar' dengan Budiman Sudjatmiko, aktivis yang kini menjadi politikus. Budiman menantang Dandhy untuk debat secara terbuka. Dandhy balas begini:

"Silahkan diatur, Bud. Lapaknya dimana, saya datang."


Debat Dandhy dan Budiman yang disiarkan di youtube beberapa hari yang lalu tersebut belakangan menjadi debat paling intelek yang pernah saya nonton. Dan tentu saja bagi saya, Dandhy yang lebih paham lapangan, unggul telak. Ia menyampaikan filosofi bernegara yang mendalam dengan data dan argumentasi yang renyah dan mudah dipahami.

Anak muda seperti Dandhy ini akan selalu menjadi mimpi buruk bagi penguasa.


Mungkin beberapa dari kita juga kadang geram dan iba melihat ketimpangan sosial dan diskriminasi yang menimpa orang-orang kecil, namun kita tak mampu berbuat apa-apa. Bahkan untuk menyampaikan protes saja tak berani. Maka Dandhy adalah suara yang lantang mewakili kita, dan ia tak mendapat imbalan apapun untuk itu.

Pagi tadi ada kabar tak bagus. Dandhy ditangkap polisi karena salah satu tulisannya yang dianggap melanggar UU. Siang ini kabarnya sudah dibebaskan lagi, namun jagat media sosial saya sudah terlanjur turun tangan membela Dandhy dengan hastag #BebaskanDandhy.

Saya belum tahu apa tepatnya, namun bagi saya penangkapan seperti ini tidak benar. Bukan hanya untuk Dandhy tapi untuk semua orang yang suka mengkritik. Penjara itu hanya untuk kriminal, bukan untuk orang yang berbeda pendapat.


Baca juga: Masih Adakah Presiden Jokowi?

Wednesday, 25 September 2019

Mengenal Turbin PLTA: Prinsip Kerja, Jenis, dan Pemilihannya

Pusat listrik tenaga air atau PLTA terdiri dari beberapa bangunan dan komponen yang terhubung satu sama lain. Mulai dari penampungan air, bendungan atau DAM, pipa pesat atau penstock, turbin dan generator, transformer, sampai gardu induk. Sebuah PLTA tak dapat berfungsi tanpa kehandalan masing-masing fasilitas tersebut.

Salah satu bagian paling krusial pada PLTA adalah turbin. Ibaratnya manusia, turbin inilah jantung dari sebuah PLTA.

 Source: andritz.com

Prinsip Kerja Turbin PLTA


Secara teknis, turbin pada PLTA bekerja dengan mengubah energi potensial yang terdapat pada air menjadi energi mekanik dengan memanfaatkan perubahan momentum dari gerakan air yang mengenai sudu-sudu pada turbin tersebut

Source: dfpower.biz

Mari kita pahami dari gambar salah satu jenis turbin PLTA diatas. Air yang mengalir dari penstock masuk ke turbin melalui spiral case dengan aliran mengelilingi runner dan menyentuh sudu-sudu turbin yang terdapat pada runner lalu keluar melalui draft tube. Momentum gerakan air yang mengenai sudu-sudu pada runner menciptakan putaran pada axis turbine. Putaran yang dihasilkan turbin ini kemudian diteruskan melalui suatu mekanisme sehingga dapat memutar rotor pada generator. Induksi dari putaran rotor terhadap stator dalam generator inilah yang menghasilkan arus listrik.

Turbin adalah perpaduan sistem kerja mesin yang kompleks dan benar-benar membutuhkan perhatian serius dalam industri PLTA. Mulai dari penentuan jenis turbin yang digunakan, pemilihan manufakturer atau pabrik pembuat turbin, pemasangan di lokasi PLTA, pengujian, sampai pada perawatan, semuanya membutuhkan pengetahuan yang komprehensif.

Baca juga: What is Engineering? 

Jenis-jenis Turbin PLTA


Turbin PLTA ada banyak jenis, dan terus mengalami pengembangan dari hasil penelitian dan riset yang dilakukan para ilmuwan. Ada turbin francis, turbin pelton, turbin kaplan, turbin crossflow, turbin turgo, dan lain-lain. Jenis-jenis turbin tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

A. Klasifikasi Turbin PLTA Berdasarkan Energi Air yang Memutar Turbin


1. Turbin Impuls
Turbin Impuls adalah turbin yang menggunakan energi kinetik air untuk memutar turbin. Pada turbin jenis ini, energi potensial air diubah menjadi energi kinetik dengan menggunakan nozzle.Air berkecepatan tinggi yang keluar dari nozzle menghantam sudu-sudu turbin pada runner yang kemudian menyebabkan putaran pada axis turbin tersebut.

Source: eternoohydro.com

2. Turbine Reaksi
Turbin Reaksi adalah turbin yang memanfaatkan tekanan dari energi potensial air untuk memutar turbin. Energi air pada turbin ini dijaga tekanannya sampai menyentuh sudu-sudu turbin. Akibat perubahan tekanan air saat melalui sudu-sudu tersebut, turbin memberikan reaksi yang mengakibatkan terjadinya putaran turbin tersebut pada axisnya.



Source: simscale.com 

B. Klasifikasi Turbin PLTA Berdasarkan Ketinggian Energi Air (Head)


Source:energy.gov

1. Turbin Head Tinggi
Turbin digolongkan sebagai turbin head tinggi jika ketinggian energi air yang memutarnya berada pada 150 meter atau lebih dari sumbu turbin.

2. Turbin Head Menengah
Turbin digolongkan sebagai turbin head menengah jika ketinggian air yang memutarnya berada pada 30-130 meter dari sumbu turbin.

3. Turbin Head Rendah
Turbin digolongkan sebagai turbin Head rendah jika ketinggian air yang memutarnya kurang dari 30 meter.


C. Klasifikasi Turbin PLTA Berdasarkan Arah Aliran Air


1. Turbin Aliran Tangensial
Turbin aliran tangensial adalah turbin yang arah aliran airnya melalui tangen atau garis singgung luar pada runner.

Source: mechanicalbooster.com

2. Turbin Aliran Aksial
Turbin aliran aksial adalah turbin yang arah aliran air masuk maupun keluarnya sejajar terhadap axis turbin.

 Source: mechanicalbooster.com

3. Turbin Aliran Radial
Turbin aliran radial adalah turbin yang arah aliran air masuk maupun keluarnya tegak lurus terhadap axis turbin.
 Source: mechanicalbooster.com

4. Turbin Aliran Campuran / Mixed
Turbin aliran campuran adalah turbin yang arah aliran masuk dan keluarnya berbeda. Ada turbin yang airnya masuk pada arah radial, tapi keluar pada arah axial.

Source: mechanicalbooster.com

Pemilihan Turbin PLTA


Pemilihan jenis turbin yang digunakan pada PLTA dilakukan berdasarkan kondisi potensi energi air yang tersedia. Untuk memilih turbin yang sesuai, ditentukan dari ketinggian jatuh air (head) dan besarnya aliran air (discharge). Dalam ilmu teknik, dikenal tabel turbine selection chart. Tabel ini dibuat oleh para ilmuwan sebagai panduan yang umum digunakan untuk menentukan jenis turbin yang hendak digunakan. Berikut ini adalah beberapa tabel turbine selection chart.

Source: medium.com
 Source: Layman Handbook


Source: CC. Warnick Book


Ulasan


Begitu kompleksnya ilmu pengetahuan yang terkait dengan turbin PLTA ini sehingga masih terbatas pabrikan atau manufakturer yang memproduksi turbin tersebut. Di Indonesia sendiri belum ada perusahaan yang bisa membuat turbin untuk PLTA secara komplit. Beberapa PLTA besar yang kini beroperasi di Indonesia menggunakan turbin buatan luar negeri, seperti China, Rusia, atau Jerman.

Indonesia perlu melakukan upaya untuk mendorong industri manufaktur turbin agar bisa berkembang. Mulai dari bidang pendidikan, penelitian, sampai ke dunia industri. Dengan potensi tenaga air yang melimpah, PLTA adalah pembangkit listrik yang akan memberi sumbangsih besar bagi kemajuan bangsa di masa depan. Maka tentu saja, pengetahuan tentang turbin PLTA ini akan banyak bermanfaat.

Sunday, 22 September 2019

Mengenal PLTA, Masa Depan Pembangkit Listrik Indonesia

Pusat listrik tenaga air atau PLTA adalah istilah yang digunakan untuk sebuah sumber pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai energi penggeraknya. Lantas seperti apa cara kerja PLTA? Apa saja bagian-bagiannya? Bagaimana PLTA bisa menjadi masa depan pembangkit listrik Indonesia? Let's check it out !
Source: tanamen.com

Kondisi Kelistrikan Indonesia Saat Ini


Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juli 2019, jumlah penduduk Indonesia adalah 268 juta jiwa. Jumlah ini tersebar dalam 63 juta rumah tangga. Mengacu pada data Kementrian ESDM tahun 2018 bahwa kapasitas total energi listrik di Indonesia saat ini adalah 60.789 megawatt dengan rasio elektrifikasi sebesar 95,35%. Rasio elektrifikasi ini adalah perbandingan antara rumah tangga yang telah mendapatkan fasilitas listrik dan yang belum. 

Berdasarkan paparan data diatas, artinya masih ada sekitar 4,65% rumah tangga atau sekitar 12 juta lebih penduduk yang belum tersentuh fasilitas listrik di Indonesia.

Sumber Energi Listrik Indonesia

 


Kapasitas total energi listrik di Indonesia yang sebesar 60.789 megawatt, dihasilkan dari banyak pembangkit listrik yang tersebar di berbagai daerah. Dari keseluruhan pembangkit yang beroperasi tersebut, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang menggunakan batubara sebagai sumber energinya, masih menjadi penyumbang energi listrik terbesar dengan jumlah 30.208 megawatt atau 49% dari total pembangkit. Posisi kedua ditempati oleh pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) sebesar 10.146 megawatt atau 17%, lalu disusul di posisi ketiga pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 6.278 megawatt atau 10%. PLTA berdiri di posisi ke empat dengan 5.124 megawatt atau 8%. Sisanya, 16 persen sumber energi listrik diperoleh dari PLTG, PLTMH, PLTB, dan beberapa sumber energi terbarukan yang jumlahnya masih kecil.

Baca juga: Mengapa Mahasiswa Teknik Harus Menonton Film 3 Idiots?

Problematika Energi Dunia


Sama halnya di Indonesia, dunia pun kini masih menggunakan energi yang berasal dari fossil seperti batubara dan minyak, sebagai sumber energi utama. Ini sudah terjadi sejak dulu. Namun sayangnya takkan ada satupun bangsa di muka bumi ini yang bisa menggantungkan kebutuhan energinya secara terus menerus dari minyak dan batubara. Hari ini kita ketahui bahwa sumber energi dari fossil sifatnya terbatas dan tidak dapat diperbaharui jika telah habis. Hal inipun disadari oleh negara-negara maju, terutama bangsa Eropa. Dan merekapun terus melakukan pembenahan. Beberapa dekade terakhir mereka mengembangkan sumber energi yang sifatnya berkelanjutan dan dapat diperbaharui, seperti energi air dan energi angin.

 Source: gerecom.com

Norwegia kini dikenal menjadi negara yang paling terdepan dalam memanfaatkan energi terbarukan. Disana, 99% pembangkit listriknya adalah dari energi air. Negara-negara maju lain seperti China, Rusia, Amerika, tak ketinggalan. China diketahui kini memiliki 2 dari 10 PLTA terbesar di dunia, dimana Amerika, Kanada, dan Inggris, juga memiliki masing-masing satu dari PLTA di daftar tersebut. Negara-negara ini berlomba-lomba untuk beralih ke sumber energi terbarukan dan perlahan-lahan mulai meninggalkan sumber energi fossil.

Potensi Energi Air Indonesia dan Pengembangan PLTA 


Indonesia, yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan daratannya didominasi oleh pegunungan, menurut riset yang pernah dilakukan PLN pada tahun 1983, menyimpan sumber potensi tenaga air sebesar 75 gigawatt. Bisakah anda membayangkan sebesar apa 75 gigawatt? 


75 gigawatt sama dengan 75.000 megawatt. Jika saat ini saja bisa dikatakan kita sudah bergelimang listrik 'hanya' dengan 60.789 megawatt total listrik nasional yang diperoleh dari macam-macam sumber energi, maka bagaimana dengan 75 gigawatt yang bisa didapatkan hanya dari tenaga air? 

Sayangnya dari 75 gigawatt potensi tenaga air tersebut, yang kini dikembangkan dan telah membantu kebutuhan listrik nasional baru sebesar 5.124 megawatt atau 6,8% dari total potensi yang tersedia.
 

Bagian Utama PLTA


PLTA adalah sebuah infrastruktur komplit yang terdiri dari beberapa bangunan dan komponen yang masing-masing terhubung, sehingga sumber air dapat diperlakukan sedemikian rupa sampai menghasilkan energi listrik. Bagian utama dari sebuah PLTA yaitu penampungan air (storage), Bendungan atau DAM, Pipa Pesat (penstock), Turbin dan Generator yang terdapat dalam Power House, Transformer, serta Gardu Induk (switchyard).


Source: gocommunity.co

Baca juga: Sumber Cooling Water PLTA dari Penstock, Efektif kah?

Penampungan / Storage berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar dan sekaligus sebagai penadah air hujan secara luas. Dengan demikian, semakin banyak air yang tertampung dalam storage, maka semakin bagus untuk kelangsungan operasi PLTA nantinya. Biasanya yang digunakan sebagai storage adalah danau atau waduk.

 
Bendungan / DAM adalah konstruksi untuk menahan aliran air dari sungai, waduk atau danau, dan sekaligus mengalihkan aliran air tersebut ke jalur menuju Power House. Biasanya Bendungan dilengkapi dengan pintu-pintu air yang berfungsi untuk mengatur besarnya aliran yang dibutuhkan. Bendungan juga berfungsi sebagai kolam penenang (forebay) sebelum memasuki Pipa Pesat.

Source: dok.pltaposo

Pipa Pesat / Penstock adalah pipa yang mengalirkan air dari Bendungan menuju Power House dan terhubung dengan Turbin.



Turbin dan Generator adalah perangkat elektromekanik yang bekerja sedemikian rupa untuk mengubah energi air yang mengalir melalui Penstock, menjadi energi listrik. Perancangan dan pemasangan Turbin dan Generator ini membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif karena terdiri dari sistem kerja mesin yang kompleks.

Source: see.murdoch.edu.au

Gardu Induk / Switchyard adalah fasilitas untuk melakukan transformasi daya listrik, pengukuran, pengawasan operasi serta pengamanan sistem tenaga listrik. 



PLTA, Masa Depan Pembangkit Listrik Indonesia


Dengan potensi energi air yang melimpah, tak ada alasan untuk tidak menjadikan PLTA menjadi sumber energi listrik utama secara nasional. Tak mungkin berdiri sebagai bangsa besar dengan menggantungkan kebutuhan listrik pada energi fossil. Wong negara-negara besar pemimpin ekonomi dunia saja sudah sedang berhijrah ke energi terbarukan. Dengan mengembangkan PLTA, Indonesia tidak hanya bisa mencapai cita-cita kedaulatan energi seperti yang dicanangkan pemerintah, namun juga akan mengurangi polusi lingkungan dengan menekan penggunaan sumber energi minyak dan batubara.

Ditengah potensi yang besar ini, tantangan pun menghampar didepan. Mulai dari permodalan, perizinan yang sulit, sumber daya manusia yang kurang, infrastruktur yang tak memadai, sampai regulasi yang compang-camping, menjadi kendala utama sulitnya industri PLTA berkembang di Indonesia. Investor kesulitan menjangkau biaya modal yang memang cukup tinggi, perusahaan-perusahaan kecil kesulitan mendapatkan perizinan yang rumitnya bertingkat-tingkat, dan beberapa proyek PLTA yang sudah mendapat izin, malah mangkrak ditengah jalan.


Dengan segala tantangan dan problematikanya, PLTA adalah solusi masa depan pembangkit listrik Indonesia. Kita sebagai bangsa mesti melakukan segala upaya untuk menggenjot pengembangan industri ini. Cukuplah minyak dan batubara saja yang dibawa ke luar negeri. Tanah dan air kita harus tinggal disini, dan bermanfaat untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Thursday, 19 September 2019

Blog Mechanical Engineering Terbaik Indonesia


Dewasa ini teknologi berkembang begitu cepat. Berbagai inovasi terus berkembang untuk memudahkan pekerjaan manusia di berbagai sektor. Salah satu sektor yang berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir adalah teknologi internet. Perkembangan teknologi internet ini bisa dikatakan terjadi hampir setiap detik, sangat cepat.

Perkembangan teknologi internet memberi dampak positif terhadap dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan fasilitas internet, kini belajar tentang sesuatu mudah saja dilakukan, tak hanya melalui buku-buku. Dimana saja kita bisa mengakses informasi dan pengembangan ilmu yang kita inginkan melalui internet. Ada banyak website maupun blog yang tersedia di internet yang ditulis oleh orang yang lebih paham tentang suatu topik, dan kita sebagai pembaca tinggal memilah-milah informasi mana yang kita butuhkan.

Ilmu Mechanical Engineering juga menjadi topik yang banyak tersebar dan dicari di internet, baik oleh para pelajar maupun pekerja profesional. Saya sendiri sering mengunjungi beberapa website dan blog tersebut. Memilih sumber referensi dari website dan blog tentang topik ini tidak hanya harus informatif namun juga dapat memberi solusi yang tepat sesuai permasalahan yang kita hadapi. Nah, berikut ini adalah beberapa website dan blog yang membahas topik Mechanical Engineer yang menurut saya sangat informatif dan bisa menjadi sumber referensi.

Migas Indonesia

 


Website yang bernama Migas Indonesia Online ini didirikan tahun 2002 untuk tujuan menjadi media informasi seputar dunia Minyak dan Gas Bumi (Migas) Indonesia. Pembahasan dalam website ini begitu luas dan menjakau banyak tema seputar dunia Mechanical Engineering terutama yang terkait dengan sektor Migas. Yang membuat website ini istimewa adalah karena sebagian besar informasi yang tersedia di website ini adalah hasil diskusi para praktisi dan profesional melalui Mailing List Yahoo Group yang kemudian dirangkum. Alhasil pembahasannya selain informatif tentunya sangat kontekstual dan sesuai dengan lapangan, bukan hanya teori saja.

Anda bisa langsung mengunjungi website ini disini: Migas-Indonesia.Com

Pujangga Piping Blog

 


Blog sederhana yang dikelola oleh Mas Iwan Agung Dwi Saputra ini adalah idola saya sejak masih kuliah sampai sekarang. Sesuai namanya, blog ini banyak membahas seputar ilmu perpipaan. Mas Iwan ini adalah seorang praktisi senior di bidang Piping, sehingga tulisan-tulisannya sangat informatif. Selain itu, beliau juga cukup ramah dan tak sungkan-sungkan membalas pertanyaan-pertanyaan pengunjung blognya melalui kolom komentar. Sukses selalu, Mas Iwan dan blognya !

Bagi anda yang ingin mengunjung blog ini disini: Pujangga Piping 

Sampai hari ini baru beberapa website dan blog diatas yang saya rekomendasikan untuk menjadi sumber informasi seputar Mechanical Engineering. Sekali lagi parameter saya dalam memilih ini bukan hanya dari isi blog yang informatif namun juga harus dapat memberi solusi dari topik permasalahan yang saya hadapi. Saat ini saya sedang membaca beberapa blog lain yang juga membahas tentang Mechanical Engineering, dan nanti akan saya tambahkan ke daftar ini jika menurut saya sudah nyaman di hati. Hehe

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done