Fachrul Hidayat: Hydropower
News Update
Loading...
Showing posts with label Hydropower. Show all posts
Showing posts with label Hydropower. Show all posts

Wednesday, 13 November 2019

Menyambut Jusuf Kalla di Proyek PLTA Poso



Hari ini, 13 November 2019 adalah hari besar bagi kami di proyek PLTA Poso. Sore nanti kami akan kedatangan tamu istimewa, Bapak Jusuf Kalla. Selain adalah tokoh bangsa yang dikenal seantero tanah air, beliau juga adalah atasan kami, sebab proyek yang kami kerjakan ini adalah bagian dari Kalla Grup yang merupakan grup usaha milik keluarga Jusuf Kalla.

Ini bukan kunjungan pertama bagi Pak JK ke proyek Poso. Beliau sering berkunjung kesini, bersama adiknya, Bapak Achmad Kalla, yang merupakan pimpinan proyek Poso ini. Tahun lalu, kalau tidak salah bulan Juli, saat masih menjabat sebagai wakil presiden, beliau juga datang meninjau pekerjaan proyek kami yang saat itu masih dalam masa konstruksi. 


Rencana kedatangan Pak JK kali ini bagi saya terasa lebih istimewa dan membuat kami lebih antusias dibandingkan saat beliau datang  bulan Juli 2018 silam. Pertama, sebab saat beliau datang dulu, pekerjaan kami masih dalam puncak masa konstruksi, belum selesai. Kini, dua dari empat unit turbin yang kami kerjakan sudah selesai dan telah berputar. Artinya kami bisa tunjukkan ke Pak JK hasil kerja kami disini. 


Alasan kedua, dulu Pak JK datang sebagai wakil presiden yang tentunya dengan pengamanan berlapis. Jangankan untuk berjumpa, mendekat saja tak boleh. Nah, kali ini beliau datang dengan kunjungan biasa. Mungkin sekedar jalan-jalan, melepas penat setelah 5 tahun terakhir sibuk mengurus negara. Kami melepas harapan agar hari ini dapat berjumpa dan berbicara langsung dengan Pak JK.


Baca juga: 
Untuk menyambut Pak JK, beberapa hari terakhir ini kami berbenah, mempercepat pekerjaan dan membersihkan area-area yang direncanakan akan dilalui beliau. Area power house sebagai bagian sentral dari PLTA akan menjadi lokasi pertama yang beliau kunjungi. Saat meeting mingguan beberapa hari lalu, kami sudah bersiap mengoperasikan dua unit turbin sekaligus di hari saat Pak JK datang.

Power House PLTA Poso I

Sejak pagi hari kami sudah tak sabar menunggu, sampai tak fokus kerja. Siang sehabis dzuhur kami menerima kabar bahwa Pak JK telah mendarat di bandara Poso dan sedang bertolak menuju site proyek kami. Sambil menunggu beliau, kami berfoto-foto ria di pelataran area power house, lokasi dimana pak JK direncanakan akan tiba.

 
Sekitar pukul 16.00 waktu Poso, rombongan Pak JK tiba. Pak JK turun dari mobil Toyota Fortuner berwarna putih. Senang rasanya melihat Pak JK dari jarak begitu dekat. Seorang tokoh pemersatu yang sangat tepat menjadi panutan hidup bagi generasi muda seperti kami. Sosoknya bersahaja, tampak sudah berumur tapi masih enerjik. Melihat beliau saya sontak berdoa dalam hati semoga Pak JK diberi kesehatan dan umur yang panjang agar bisa terus memberi inspirasi bagi kami.

Pak JK mengenakan kemeja lengan panjang yang lengannya digulung, dipadukan dengan celana jeans. Beliau memakai helm proyek lengkap dengan masker. Pak JK yang didampingi oleh Pak Tajuddin Nur, kepala proyek pembangunan PLTA Poso ini, melempar senyum sambil menyapa kami. Kami berjejer menyambut pak JK sembari berganti-gantian menyalami beliau. Suasana penuh kehangatan, jauh berbeda saat beliau datang sebagai wapres dulu. Pengamanan untuk beliau tetap ada, beberapa orang Paspampres setia berdiri disekitar beliau.
 


Pak Jusuf Kalla (Dok. Proyek PLTA Poso)

Saya juga tak ketinggalan menyalami dan menyapa beliau.

“Selamat datang di proyek Poso, puang”, saya menyapa beliau dengan sapaan penghormatan ala bugis, sebab saya tahu beliau adalah orang bugis.

“Iya..iya. Kau bagian apa?”, Pak JK tanya.
“Saya bagian engineering mekanikal, puang”, saya jawab sesingkatnya saja, mengingat banyak teman lain yang antri mau menyapa beliau. Hehe


“Bagus ya, bagus’’, beliau bicara sambil terus menyalami teman-teman proyek yang ada banyak jumlahnya.


Seandainya bisa berlama-lama bicara dengan beliau, saya ingin menanyakan kepada Pak JK kira-kira kapan pembangunan PLTA di kampung saya, Sulawesi Barat, akan dikerjakan. Sekedar info, proyek PLTA Tumbuan di Mamuju yang berkapasitas 3x100 megawatt adalah salah satu proyek yang akan dikerjakan Kalla Grup. Jika terealisasi, Sulawesi Barat akan memiliki salah satu PLTA terbesar di Indonesia timur. 


“Saya tidak sabar ingin pulang kampung dan membuat listrik untuk kampung saya sendiri Pak JK’’, kata saya tapi hanya dalam hati.


Baca juga:
Selanjutnya kami mendampingi Pak JK beserta rombongan mengelilingi area power house, berlatarkan suara gemuruh dua unit turbin yang berputar dengan nyaman. Beliau berjalan dari turbin unit 1 sampai ke turbin unit 4 diapit oleh Pak Syahruddin, wakil kepala proyek PLTA Poso I, dan Pak Mustaqim, general manager PLTA Poso II. Jepretan kamera berseliweran mengabadikan gambar pak JK.
 

Pada suatu titik beliau berhenti. Pak JK bertanya kepada para pimpinan proyek yang mendampingi beliau berjalan.

“Poso I ini berapa mega?”
“Poso I 4x30 megawatt, Pak”, dijawab oleh pak Syahruddin


Pak JK tampak meraba-raba kantong kemejanya, lalu mengeluarkan secarik kertas dan sebuah pulpen.


Beliau mencatat.
Poso I – 4x30 = 120 megawatt.


“Poso II berapa?”, beliau bertanya lagi.
“Poso II existing 3x65 megawatt Pak, dan Poso II extension 4x50 megawatt”, kali ini Pak Mustaqim yang bergantian menjawab.


Pak JK melanjutkan catatan.
Poso II exist – 3x65 = 180 megawatt
Poso II extens – 4x50 = 200 megawatt


Lalu beliau jumlahkan, hasilnya 500.


“Kenapa cuma 500 mega ini?”
“Bukannya 515 mega ya?” 


“Ini yang Poso II existing 3x65 megawatt Pak, jadinya 195 megawatt”, Pak Mustaqim membantu mengoreksi hitungan Pak JK di kertas kecilnya tadi.


“Oo iya iya, 515 mega ya semuanya. Ya, betul”, Pak JK tampak puas.


Catatan Pak JK (Dok. Proyek PLTA Poso)

Saya yang berdiri tepat di depan beliau mengamati tingkah Pak JK dari dekat. Sangat bersahabat dan ramah. Beliau juga ternyata suka membuat catatan kecil dan hitungan-hitungan detail sendiri. Seperti kebanyakan pengusaha sukses yang pernah saya temui. Bedanya Pak JK dalam hal ini masih ketinggalan. Beliau tidak menggunakan fasilitas note atau kalkulator di handphone, melainkan masih menggunakan kertas dan pulpen. Hehe

Baca juga:
“Bapak, mau melihat control room, Pak?”, pimpinan proyek kami menawarkan untuk memperlihatkan tempat yang menjadi ruang kontrol operasi turbin PLTA ini.

“Boleh, dimana, dimana?”, Pak JK tampak antusias.


Beliau lalu diarahkan menuju control room yang letaknya di lantai atas.


Memasuki ruang control room, kami melepas sepatu, biar lantai tidak kotor. Eh Pak JK juga ikut-ikutan melepas sepatu. Padahal sebaiknya beliau pakai sepatu saja tidak apa-apa, biar tidak ribet. Tapi beliau kekeh ikut lepas sepatu.


Di ruang control room Pak JK mengamati layar-layar monitor yang memperlihatkan operasi turbin. Beliau bertanya macam-macam kepada operator yang sedang bertugas di ruangan. Sangat ramah dan akrab. Pak JK bahkan mencicipi duduk dan berayun-ayun di kursi operator sebelum beliau dan rombongan keluar dari ruangan.


Begitu turun dari control room, Pak JK telah ditunggu oleh mobil dan juga rombongannya untuk berpindah ke area proyek yang lain. Setelah berfoto bersama kami, beliau bergegas naik ke mobil sambil melambaikan tangan kepada kami yang tinggal di power house.

Berfoto bersama Pak JK (Dok. Proyek PLTA Poso)
Hanya beberapa menit saja berjumpa dengan Pak JK tapi kami sudah senang bukan kepalang. Karakter beliau persis seperti yang selama ini dikenal publik. Ramah, taktis, dan lucu. Tentunya dari sikap beliau inilah sampai beliau dikenal menjadi orang yang berhasil mendamaikan rentetan konflik horizontal yang terjadi di beberapa daerah di dalam negeri bahkan sampai diluar negeri.

Malam ini Pak JK beserta rombongan menginap semalam di perumahan proyek. Besok beliau akan melanjutkan kunjungan ke tempat lain yang entah dimana, saya tak tahu dengan pasti. Kemanapun itu, saya berdoa kepada Allah SWT semoga Pak JK selalu diberi kesehatan dan dijauhkan dari marabahaya dimanapun beliau berada. Terima kasih telah berkunjung, Pak JK. Terima kasih.

Tuesday, 22 October 2019

Turbine Lubricating Oil Impurities - Water

turbine lubricating oil impurities

There are four major impurities of turbine lubricating oil: Water, oxidation products, gases, and abrasive particles. Generally, water is the biggest cause of oil impurities. The adserve consequences and operating concerns, major sources, and means of removal of water impurities are descrived below.

Sources


1. Absorption of atmospheric moisture

During turbine operation, atmospheric air, which always contains some water vapour, enters the oil system via the bearing oil seals. The in leakage happens because:

  • The shaft surface velocity is too large to allow for contact between the shaft and the seal. Thus, a leak path is open.
  • Slightly sub-atmospheric pressure is maintained inside the bearing housing and its drain line by the vapour extraction fans installed on the lube oil tank cover. Why this pressure maintained? First to prevent oil mist from escaping past the bearing oil seals into the turbine hall. Second, to prevent accumulation of hydrogen and oil vapour in the lube oil tank atmosphere, which could create an explosion hazard.
Some other possible leak paths includepoorly fitting or missing gaskets in the drain lines or lube oil tank cover.

During turbine shutdown, the oil tank may be open for inspection, resulting in a large contact area between the oil tank and the humid air in the turbine hall. Because during shutdown, the oil in the tank can be relatively cool, condensation of moisture is promoted.

2. A leaking turbine gland seal

When a gland seal is leaking steam, the humidity of the surrounding air is increased. The humid air enters the adjacent bearing. This is promoted by a very small distance between turbine bearings and the adjacent gland seals.

3. A leaking oil cooler

Since water is used for oil cooling, a leaking cooler may result in contamination of oil with water. In most stations, this is prevented during normal operation by maintaining the oil pressure above the cooling water pressure. However, even in these stations, water in leakage can occur during a turbine shutdown when the oil is not pressurized.

Note that this arrangement, where during normal operation oil presuure is maintained above cooling water presuure, can result in oil leak into the cooling water, and it into the environment. To minimize pollution, prompt actions must be taken to locate an stop the leak. Details are left for the station specific training.

turbine lubricating oil impurities

Adserve Consequences and Operating Concerns


The typical adverse consequences and operating concerns caused by the presence of water in lube oil are:

1. Degraded oil properties

Degraded oil properties due to:
  •  Formation of emulsions whose lubricative properties are lower than those of pure oil.
  • Washing out of special oil additives.
  • Accelerated oxidation of the oil and its additives.

2. Promoted corrosion and scale formation

Promoted corrosion and scale formation in the equipment to which the oil is supplied.
These consequences result in accelerated wear of equipment such as bearings and generator hydrogen seals. Eventually, bearing or seal failure may occur, forcing a unit outage. The potential for serious damage is increased in the units where turbine oil is used as a hydraulic fluid in the turbine governing system.



Removal


Water is removed from oil by:

1. The lube oil purifier

 Depending on the station, the oil purifier is of either the centrifugal or the vacuum treatment type. The former removes free water (due to the difference between the oil and the water densities), but can not separate emulsified or dissolved water. Vacuum purifiers, do not have these limitations.

2. The vapour extraction fans

The fans, installed in the lube oil tank cover, remove water vapour that is released from the surface of the hot oil in the tank.

3. Drainage from the bottom of the oil tank

This can be done during a long outage when water, being heavier than oil, collects at the tank bottom.

Baca juga: Trip to Togean Island, Indonesia


Summary


  • Water gets into turbine lube oil due to absorption of humid air. A leaking turbine gland seal or oil cooler, or makeup addition of contaminated oil can be other sources.
  • Water degrades oil properties as it forms emulsions, washes out oil additives and accelerates oxidation. Water also promotes corrosion and scale formation in the equipment through which the oil circulated. Accelerated equipment wear and possible failure may result.
  • During normal operation, water is removed from the oil by the oil purifier and the vapour extraction fans. During a long outage, water can also be drained from the bottom of the lube oil tank.

Wednesday, 2 October 2019

Belajar PLTA di Program Hydropower Development - NTNU Norwegia


Mengapa Norwegia?
Biasanya pelajar-pelajar yang sekolah ke luar negeri akan memilih Inggris, Amerika, atau mungkin Jepang. Negara-negara ini menawarkan fasilitas pendidikan kelas satu dengan lingkungan belajar terbaik di dunia.
Mengapa memilih Norwegia?

Sejak di bangku kuliah, di fakultas Teknik, saya begitu mengagumi teknologi energi terbarukan atau renewable energy. Kalau kita sepakat, sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang bersahabat dengan kehidupan manusia. Lihat contohnya, air dan udara. Kedua zat ini kita jumpai sehari-hari dalam kehidupan. Energi yang berasal dari air dan udara sifatnya berkelanjutan, karena jumlahnya banyak dan dapat diperbaharui terus menerus. 

Bagi anda yang tinggal di pedesaan seperti saya, pasti tak asing dengan ketersediaan air dalam jumlah besar seperti sungai, danau, atau rawa. Angin yang sejuk juga kita hirup sehari-hari untuk pernafasan. Nah, bandingkan dengan sumber energi fossil, seperti minyak dan batubara. Sudah harganya mahal, beracun pula. Merusak lingkungan, menyebabkan polusi, dan tidak familiar kita jumpai. Mungkin beberapa dari kita malah ada yang belum pernah melihat batubara secara langsung.

Maka prinsip saya dalam hal energi adalah bahwa energi terbarukan mesti menjadi sumber energi masa depan Indonesia maupun dunia. Indonesia sendiri menyimpan potensi tenaga air sebesar 75 gigawatt, sehingga bagi saya pengetahuan tentang pengembangan energi air akan membawa manfaat yang besar bagi pembangunan bangsa di masa depan. Itulah dasar pemikiran saya sehingga menyukai dunia energi air termasuk PLTA. Lalu mengapa mesti belajar ke Norwegia? Ini ulasannya.


Energi


Alasan pertama memilih Norwegia adalah karena Norwegia merupakan negara yang terdepan dalam penerapan teknologi energi terbarukan. 98 % energi yang dikonsumsi Norwegia dihasilkan dari sumber energi terbarukan dimana lebih dari 90% diantaranya dari tenaga air alias hydropower. Meskipun minyak banyak juga dihasilkan disana, namun tidak banyak digunakan sebagai sumber energi. Norwegia adalah negara ke 8 dalam daftar pengekspor minyak terbanyak di dunia.



Norwegia


Alasan kedua adalah fakta bahwa Norwegia adalah negara paling bahagia kedua didunia, setelah Finlandia, menurut survey World Happiness Report. Survey ini dihasilkan dari peringkat negara berdasarkan enam variabel yaitu pendapatan, kebebasan, kepercayaan, harapan hidup sehat, dukungan sosial, dan kemurahan hati. Indonesia sendiri dalam daftar ini menduduki peringkat yang ke 92. Norwegia adalah negara yang indah alamnya. Pada beberapa musim, matahari tidak terbenam dalam sehari yang membuat Norwegia dijuluki The Land of The Midnight Sun.


NTNU


Alasan ketiga adalah karena Norwegia memiliki NTNU. Norwegian University of Science and Technology merupakan kampus teknik terbesar di Norwegia. Kampus ini mengkolaborasikan penelitian ilmiah dan praktek lapangan melalui kolaborasi dengan perusahaan industri terdepan. NTNU adalah singkatan dari bahasa Norwegia Norges Teknisk Naturvitenskapelige Universitet.

Program Hydropower Development adalah salah satu program studi andalan di NTNU. Program master yang ditempuh dalam waktu 2 tahun ini adalah tujuan para pelajar yang ingin belajar tentang pengembangan energi air, termasuk juga PLTA. Di seantero dunia saat ini, masih sulit menemukan kampus yang menyelenggarakan program studi tentang PLTA.


Source: ntnu.edu

Statkraft


Alasan terakhir memilih Norwegia adalah karena disana ada Statkraft. Statkraft adalah perusahaan energi terbarukan terbesar di Norwegia, mungkin juga di Eropa. Perusahaan yang bermarkas di kota Oslo ini disebut sebagai motor penggerak industri energi di Norwegia. Statkraft membangun pembangkit listrik dari air, angin, dan ombak. Untuk kebutuhan riset dan penelitian, Statkraft dan NTNU adalah mitra yang padu dalam pengembangan energi terbarukan di Norwegia.

Note: Ini baru cita-cita ya, belum kesampaian. Hehe

Sunday, 29 September 2019

Mengenal Submersible Pump: Sejarah, Cara Kerja, dan Jenisnya


Submersible pump atau pompa submersible, sesuai namanya, adalah pompa yang bisa ‘submersed’ atau di benamkan kedalam air. Ada banyak pompa yang kita jumpai sehari-hari, yang mana pompa tersebut diletakkan diluar dan hanya pipa isapnya saja yang masuk ke air. Contoh, pompa air di rumah-rumah, yang mana pipa isapnya saja yang masuk ke dalam sumur tapi pompanya terpasang diatas. Nah, pompa submersible berbeda, justru pompa beserta motor penggeraknya dibenamkan sekaligus kedalam air. Unik bukan?

Mari kita pahami pompa ini, siapa tahu saja suatu saat berguna dalam pekerjaan kita ataupun dalam lingkungan sehari-hati.


Baca juga: Mengenal Turbin PLTA

Sejarah Submersible Pump


Sudah sejak awal abad ke sepuluh ilmuwan mempelajari kemungkinan ada pompa yang bisa dicelupkan ke sumber air, namun dunia percaya bahwa orang yang pertama kali membuat pompa submersible adalah Armais Arutunoff, seorang engineer dan penemu dari Rusia. Arutunoff membuat pompa submersible pertamanya yang masih sangat sederhana pada tahun 1916 di Jerman. Namun setelah pindah ke California, Amerika, tahun 1923, Artunoff tidak mendapatkan dukungan keuangan untuk mengembangkan desain pompanya.

Artunoff lalu pindah ke Bartlesville, Oklahoma, pada tahun 1928. Disana, sebuah perusahaan bernama Philips Petroleum Company memberinya dukungan untuk memperbaiki desainnya agar bisa digunakan di sumur minyak. Beberapa kali gagal, sampai Artunoff berhasil mendemokan pompanya di salah satu sumur minyak di Kansas. Dia kemudian memproduksi pompa tersebut dengan mendirikan perusahaan kecil bernama Reda Pump, yang singkatan dari Russian Electrical Dynamo of Arutunoff.
 

Orang ini benar-benar tak melupakan asalnya. Meskipun ia meraih sukses di Amerika, namun Artunoff memasang nama Rusia dalam nama usahanya.
 


Pemasangan pertama pompa submersible bersama beberapa karyawan Philips Petroleum, Armais Arutunoff berdiri ketiga dari kanan. Source: esppump.com


Sejak saat itu, teknologi pompa submersible terus berkembang, tak hanya di industri minyak namun juga di sektor industri yang lain.

Arutunoff meninggal dunia pada tahun 1978 di Bartlesville dengan memegang lebih dari 60 hak paten di Amerika. Dan Reda Pump, perusahaan pompanya, sampai pada akhir abad ke sepuluh adalah produsen pompa submersible terbesar di dunia.


Baca juga: Kisah Habibie Factor, Penemuan BJ Habibie yang Mengubah Dunia

Cara Kerja Submersible Pump


Pompa submersible dalam aplikasinya, dibenamkan kedalam air baik secara keseluruhan maupun pada batas-batas tertentu yang diizinkan oleh pembuat pompa. Pompa ini digerakkan oleh motor yang menyatu dengan bodi pompa dan tertutup rapat. Kabel listrik untuk menggerakkan motor terhubung ke pompa dengan koneksi khusus yang memastikan air tidak dapat masuk ke dalam motor pompa meskipun dalam kondisi terendam.

Secara teknis cara kerja pompa submersible sama dengan pompa air pada umumnya, yaitu mengubah energi motor listrik menjadi energi tekanan dengan putaran impeller pompa. Putaran ini menciptakan kondisi yang mendorong air keluar dari pompa melalui sisi buang (discharge).

Rekomendasi: How Does A Water Pump Works

Pompa submersible adalah jenis pompa yang sangat efisien karena tidak harus menghabiskan banyak energi pada sisi isap (suction) pompa, sebab sudah terendam air. Otomatis kan impeller pompa akan selalu dalam kondisi terendam. Jadi begitu motor jalan, pompa bisa langsung bekerja mendorong air keluar.

Pernahkah anda mengalami masalah pompa air dirumah, yang kalau macet, mesti dipancing dulu diisi air pakai timba biar bisa berfungsi lagi?

Itu adalah kondisi saat impeller pompa kering, tidak ada air untuk memulai menciptakan tekanan awal. Pada beberapa jenis pompa, peristiwa ini tidak boleh terjadi. Jika terjadi, motor akan bekerja namun tak akan ada air yang keluar.

Pompa submersible terbebas dari masalah ini. Disamping itu, karena pompa direndam didalam air, maka motor tidak akan cepat panas dan juga tidak akan ribut mengganggu telinga. Keren kan?


Bagian-bagian Submersible Pump


Pompa submersible terdiri dari 3 komponen utama, yaitu motor, impeller, dan volute. Ada banyak referensi yang menjelaskan bagian-bagian pompa ini dengan berbagai versi dan beberapa aksesoris tambahan. Yang sederhana dan mudah dipahami adalah gambar berikut ini:


Source: pumpproducts.com

1. Motor

Motor sebagai penggerak pompa submersible, berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk memutar impeller. Energi listrik masuk ke motor melalui kabel yang juga ikut terendam bersama pompa.

2. Impeller

Impeller berfungsi menciptakan energi kinetik pada air melalui putaran yang diteruskan dari putaran motor. Air akan secara kontinyu masuk melalui sisi isap (suction inlet) akibat kondisi yang tercipta dari putaran impeller.

3. Volute

Volute berfungsi sebagai tempat terciptanya energi air akibat putaran impeller, sekaligus mengarahkan aliran air keluar dari pompa melalui sisi buang (discharge outlet). Bentuk volute biasanya seperti keong, semakin keluar semakin membesar luas penampangnya, dengan tujuan untuk mengurangi kecepatan aliran air sehingga menciptakan tekanan yang tinggi didalam pompa. Tekanan tinggi inilah yang mendorong air keluar, menyembur kencang.


Jenis-jenis Sumbersible Pump


Pompa submersible ada banyak jenisnya tersedia di pasaran. Berdasarkan media penggunaannya, pompa ini diklasifikasikan menjadi 4 jenis, sebagai berikut:

1. Submersible Clean Water Pump, digunakan untuk air bersih yang jernih.
2. Submersible Sewage Pump, digunakan untuk cairan limbah yang biasanya kotor.
3. Submersible Corrosive Water Pump, digunakan untuk cairan yang menyebabkan material mudah berkarat, misalnya air laut.
4. Submersible Sand Slurry Pump, digunakan untuk air yang mengandung pasir atau lumpur.


Memilih jenis pompa submersible sesuai dengan media penggunaan adalah penting mengingat pompa akan terendam didalam media tersebut yang tentunya mempengaruhi kekuatan material pompa.

Pompa submersible adalah pompa yang penting baik dalam industri maupun kehidupan masyarakat. Dari aspek efisiensi, pompa ini lebih unggul dari pompa model lain. Disamping itu, pompa submersible juga lebih simpel dalam pemakaian. Toh tinggal dicelup saja ke air.

Kekurangan pompa ini yang pertama harganya mahal. Untuk ukuran kapasitas yang sama dengan pompa model lain, pompa ini lebih mahal. Kedua, jika ada kerusakan bagian dalam pompa, bisa menyebabkan air masuk ke motor dan tentunya bisa menjadi masalah besar. Motor yang terkena air sangat sulit untuk perbaikannya. Think Ahead !

Wednesday, 25 September 2019

Mengenal Turbin PLTA: Prinsip Kerja, Jenis, dan Pemilihannya

Pusat Listrik Tenaga Air atau PLTA terdiri dari beberapa bangunan dan komponen yang terhubung satu sama lain. Mulai dari penampungan air, bendungan atau DAM, pipa pesat atau penstock, turbin dan generator, transformer, sampai gardu induk. Sebuah PLTA tak dapat berfungsi tanpa kehandalan masing-masing fasilitas tersebut.

Salah satu bagian paling krusial pada PLTA adalah turbin. Ibaratnya manusia, turbin inilah jantung dari sebuah PLTA.

 Source: andritz.com

Prinsip Kerja Turbin PLTA


Secara teknis, turbin pada PLTA bekerja dengan mengubah energi potensial yang terdapat pada air menjadi energi mekanik dengan memanfaatkan perubahan momentum dari gerakan air yang mengenai sudu-sudu pada turbin tersebut

Source: dfpower.biz

Mari kita pahami dari gambar salah satu jenis turbin PLTA diatas. Air yang mengalir dari penstock masuk ke turbin melalui spiral case dengan aliran mengelilingi runner dan menyentuh sudu-sudu turbin yang terdapat pada runner lalu keluar melalui draft tube. Momentum gerakan air yang mengenai sudu-sudu pada runner menciptakan putaran pada axis turbine. Putaran yang dihasilkan turbin ini kemudian diteruskan melalui suatu mekanisme sehingga dapat memutar rotor pada generator. Induksi dari putaran rotor terhadap stator dalam generator inilah yang menghasilkan arus listrik.

Turbin adalah perpaduan sistem kerja mesin yang kompleks dan benar-benar membutuhkan perhatian serius dalam industri PLTA. Mulai dari penentuan jenis turbin yang digunakan, pemilihan manufakturer atau pabrik pembuat turbin, pemasangan di lokasi PLTA, pengujian, sampai pada perawatan, semuanya membutuhkan pengetahuan yang komprehensif.

Baca juga: What is Engineering? 

Jenis-jenis Turbin PLTA


Turbin PLTA ada banyak jenis, dan terus mengalami pengembangan dari hasil penelitian dan riset yang dilakukan para ilmuwan. Ada turbin francis, turbin pelton, turbin kaplan, turbin crossflow, turbin turgo, dan lain-lain. Jenis-jenis turbin tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

A. Klasifikasi Turbin PLTA Berdasarkan Energi Air yang Memutar Turbin


1. Turbin Impuls
Turbin Impuls adalah turbin yang menggunakan energi kinetik air untuk memutar turbin. Pada turbin jenis ini, energi potensial air diubah menjadi energi kinetik dengan menggunakan nozzle.Air berkecepatan tinggi yang keluar dari nozzle menghantam sudu-sudu turbin pada runner yang kemudian menyebabkan putaran pada axis turbin tersebut.

Source: eternoohydro.com

2. Turbine Reaksi
Turbin Reaksi adalah turbin yang memanfaatkan tekanan dari energi potensial air untuk memutar turbin. Energi air pada turbin ini dijaga tekanannya sampai menyentuh sudu-sudu turbin. Akibat perubahan tekanan air saat melalui sudu-sudu tersebut, turbin memberikan reaksi yang mengakibatkan terjadinya putaran turbin tersebut pada axisnya.



Source: simscale.com 

B. Klasifikasi Turbin PLTA Berdasarkan Ketinggian Energi Air (Head)


Source:energy.gov

1. Turbin Head Tinggi
Turbin digolongkan sebagai turbin head tinggi jika ketinggian energi air yang memutarnya berada pada 150 meter atau lebih dari sumbu turbin.

2. Turbin Head Menengah
Turbin digolongkan sebagai turbin head menengah jika ketinggian air yang memutarnya berada pada 30-130 meter dari sumbu turbin.

3. Turbin Head Rendah
Turbin digolongkan sebagai turbin Head rendah jika ketinggian air yang memutarnya kurang dari 30 meter.


C. Klasifikasi Turbin PLTA Berdasarkan Arah Aliran Air


1. Turbin Aliran Tangensial
Turbin aliran tangensial adalah turbin yang arah aliran airnya melalui tangen atau garis singgung luar pada runner.

Source: mechanicalbooster.com

2. Turbin Aliran Aksial
Turbin aliran aksial adalah turbin yang arah aliran air masuk maupun keluarnya sejajar terhadap axis turbin.

 Source: mechanicalbooster.com

3. Turbin Aliran Radial
Turbin aliran radial adalah turbin yang arah aliran air masuk maupun keluarnya tegak lurus terhadap axis turbin.
 Source: mechanicalbooster.com

4. Turbin Aliran Campuran / Mixed
Turbin aliran campuran adalah turbin yang arah aliran masuk dan keluarnya berbeda. Ada turbin yang airnya masuk pada arah radial, tapi keluar pada arah axial.

Source: mechanicalbooster.com

Pemilihan Turbin PLTA


Pemilihan jenis turbin yang digunakan pada PLTA dilakukan berdasarkan kondisi potensi energi air yang tersedia. Untuk memilih turbin yang sesuai, ditentukan dari ketinggian jatuh air (head) dan besarnya aliran air (discharge). Dalam ilmu teknik, dikenal tabel turbine selection chart. Tabel ini dibuat oleh para ilmuwan sebagai panduan yang umum digunakan untuk menentukan jenis turbin yang hendak digunakan. Berikut ini adalah beberapa tabel turbine selection chart.

Source: medium.com
 Source: Layman Handbook


Source: CC. Warnick Book


Ulasan


Begitu kompleksnya ilmu pengetahuan yang terkait dengan turbin PLTA ini sehingga masih terbatas pabrikan atau manufakturer yang memproduksi turbin tersebut. Di Indonesia sendiri belum ada perusahaan yang bisa membuat turbin untuk PLTA secara komplit. Beberapa PLTA besar yang kini beroperasi di Indonesia menggunakan turbin buatan luar negeri, seperti China, Rusia, atau Jerman.

Indonesia perlu melakukan upaya untuk mendorong industri manufaktur turbin agar bisa berkembang. Mulai dari bidang pendidikan, penelitian, sampai ke dunia industri. Dengan potensi tenaga air yang melimpah, PLTA adalah pembangkit listrik yang akan memberi sumbangsih besar bagi kemajuan bangsa di masa depan. Maka tentu saja, pengetahuan tentang turbin PLTA ini akan banyak bermanfaat.

Sunday, 22 September 2019

Mengenal PLTA, Masa Depan Pembangkit Listrik Indonesia

Pusat listrik tenaga air atau PLTA adalah istilah yang digunakan untuk sebuah sumber pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai energi penggeraknya. Lantas seperti apa cara kerja PLTA? Apa saja bagian-bagiannya? Bagaimana PLTA bisa menjadi masa depan pembangkit listrik Indonesia? Let's check it out !
Source: tanamen.com

Kondisi Kelistrikan Indonesia Saat Ini


Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juli 2019, jumlah penduduk Indonesia adalah 268 juta jiwa. Jumlah ini tersebar dalam 63 juta rumah tangga. Mengacu pada data Kementrian ESDM tahun 2018 bahwa kapasitas total energi listrik di Indonesia saat ini adalah 60.789 megawatt dengan rasio elektrifikasi sebesar 95,35%. Rasio elektrifikasi ini adalah perbandingan antara rumah tangga yang telah mendapatkan fasilitas listrik dan yang belum. 

Berdasarkan paparan data diatas, artinya masih ada sekitar 4,65% rumah tangga atau sekitar 12 juta lebih penduduk yang belum tersentuh fasilitas listrik di Indonesia.

Sumber Energi Listrik Indonesia

 


Kapasitas total energi listrik di Indonesia yang sebesar 60.789 megawatt, dihasilkan dari banyak pembangkit listrik yang tersebar di berbagai daerah. Dari keseluruhan pembangkit yang beroperasi tersebut, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang menggunakan batubara sebagai sumber energinya, masih menjadi penyumbang energi listrik terbesar dengan jumlah 30.208 megawatt atau 49% dari total pembangkit. Posisi kedua ditempati oleh pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) sebesar 10.146 megawatt atau 17%, lalu disusul di posisi ketiga pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 6.278 megawatt atau 10%. PLTA berdiri di posisi ke empat dengan 5.124 megawatt atau 8%. Sisanya, 16 persen sumber energi listrik diperoleh dari PLTG, PLTMH, PLTB, dan beberapa sumber energi terbarukan yang jumlahnya masih kecil.

Baca juga: Mengapa Mahasiswa Teknik Harus Menonton Film 3 Idiots?

Problematika Energi Dunia


Sama halnya di Indonesia, dunia pun kini masih menggunakan energi yang berasal dari fossil seperti batubara dan minyak, sebagai sumber energi utama. Ini sudah terjadi sejak dulu. Namun sayangnya takkan ada satupun bangsa di muka bumi ini yang bisa menggantungkan kebutuhan energinya secara terus menerus dari minyak dan batubara. Hari ini kita ketahui bahwa sumber energi dari fossil sifatnya terbatas dan tidak dapat diperbaharui jika telah habis. Hal inipun disadari oleh negara-negara maju, terutama bangsa Eropa. Dan merekapun terus melakukan pembenahan. Beberapa dekade terakhir mereka mengembangkan sumber energi yang sifatnya berkelanjutan dan dapat diperbaharui, seperti energi air dan energi angin.

 Source: gerecom.com

Norwegia kini dikenal menjadi negara yang paling terdepan dalam memanfaatkan energi terbarukan. Disana, 99% pembangkit listriknya adalah dari energi air. Negara-negara maju lain seperti China, Rusia, Amerika, tak ketinggalan. China diketahui kini memiliki 2 dari 10 PLTA terbesar di dunia, dimana Amerika, Kanada, dan Inggris, juga memiliki masing-masing satu dari PLTA di daftar tersebut. Negara-negara ini berlomba-lomba untuk beralih ke sumber energi terbarukan dan perlahan-lahan mulai meninggalkan sumber energi fossil.

Potensi Energi Air Indonesia dan Pengembangan PLTA 


Indonesia, yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan daratannya didominasi oleh pegunungan, menurut riset yang pernah dilakukan PLN pada tahun 1983, menyimpan sumber potensi tenaga air sebesar 75 gigawatt. Bisakah anda membayangkan sebesar apa 75 gigawatt? 


75 gigawatt sama dengan 75.000 megawatt. Jika saat ini saja bisa dikatakan kita sudah bergelimang listrik 'hanya' dengan 60.789 megawatt total listrik nasional yang diperoleh dari macam-macam sumber energi, maka bagaimana dengan 75 gigawatt yang bisa didapatkan hanya dari tenaga air? 

Sayangnya dari 75 gigawatt potensi tenaga air tersebut, yang kini dikembangkan dan telah membantu kebutuhan listrik nasional baru sebesar 5.124 megawatt atau 6,8% dari total potensi yang tersedia.
 

Bagian Utama PLTA


PLTA adalah sebuah infrastruktur komplit yang terdiri dari beberapa bangunan dan komponen yang masing-masing terhubung, sehingga sumber air dapat diperlakukan sedemikian rupa sampai menghasilkan energi listrik. Bagian utama dari sebuah PLTA yaitu penampungan air (storage), Bendungan atau DAM, Pipa Pesat (penstock), Turbin dan Generator yang terdapat dalam Power House, Transformer, serta Gardu Induk (switchyard).


Source: gocommunity.co

Baca juga: Sumber Cooling Water PLTA dari Penstock, Efektif kah?

Penampungan / Storage berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar dan sekaligus sebagai penadah air hujan secara luas. Dengan demikian, semakin banyak air yang tertampung dalam storage, maka semakin bagus untuk kelangsungan operasi PLTA nantinya. Biasanya yang digunakan sebagai storage adalah danau atau waduk.

 
Bendungan / DAM adalah konstruksi untuk menahan aliran air dari sungai, waduk atau danau, dan sekaligus mengalihkan aliran air tersebut ke jalur menuju Power House. Biasanya Bendungan dilengkapi dengan pintu-pintu air yang berfungsi untuk mengatur besarnya aliran yang dibutuhkan. Bendungan juga berfungsi sebagai kolam penenang (forebay) sebelum memasuki Pipa Pesat.

Source: dok.pltaposo

Pipa Pesat / Penstock adalah pipa yang mengalirkan air dari Bendungan menuju Power House dan terhubung dengan Turbin.



Turbin dan Generator adalah perangkat elektromekanik yang bekerja sedemikian rupa untuk mengubah energi air yang mengalir melalui Penstock, menjadi energi listrik. Perancangan dan pemasangan Turbin dan Generator ini membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif karena terdiri dari sistem kerja mesin yang kompleks.

Source: see.murdoch.edu.au

Gardu Induk / Switchyard adalah fasilitas untuk melakukan transformasi daya listrik, pengukuran, pengawasan operasi serta pengamanan sistem tenaga listrik. 



PLTA, Masa Depan Pembangkit Listrik Indonesia


Dengan potensi energi air yang melimpah, tak ada alasan untuk tidak menjadikan PLTA menjadi sumber energi listrik utama secara nasional. Tak mungkin berdiri sebagai bangsa besar dengan menggantungkan kebutuhan listrik pada energi fossil. Wong negara-negara besar pemimpin ekonomi dunia saja sudah sedang berhijrah ke energi terbarukan. Dengan mengembangkan PLTA, Indonesia tidak hanya bisa mencapai cita-cita kedaulatan energi seperti yang dicanangkan pemerintah, namun juga akan mengurangi polusi lingkungan dengan menekan penggunaan sumber energi minyak dan batubara.

Ditengah potensi yang besar ini, tantangan pun menghampar didepan. Mulai dari permodalan, perizinan yang sulit, sumber daya manusia yang kurang, infrastruktur yang tak memadai, sampai regulasi yang compang-camping, menjadi kendala utama sulitnya industri PLTA berkembang di Indonesia. Investor kesulitan menjangkau biaya modal yang memang cukup tinggi, perusahaan-perusahaan kecil kesulitan mendapatkan perizinan yang rumitnya bertingkat-tingkat, dan beberapa proyek PLTA yang sudah mendapat izin, malah mangkrak ditengah jalan.


Dengan segala tantangan dan problematikanya, PLTA adalah solusi masa depan pembangkit listrik Indonesia. Kita sebagai bangsa mesti melakukan segala upaya untuk menggenjot pengembangan industri ini. Cukuplah minyak dan batubara saja yang dibawa ke luar negeri. Tanah dan air kita harus tinggal disini, dan bermanfaat untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Thursday, 19 September 2019

Blog Mechanical Engineering Terbaik Indonesia


Dewasa ini teknologi berkembang begitu cepat. Berbagai inovasi terus berkembang untuk memudahkan pekerjaan manusia di berbagai sektor. Salah satu sektor yang berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir adalah teknologi internet. Perkembangan teknologi internet ini bisa dikatakan terjadi hampir setiap detik, sangat cepat.

Perkembangan teknologi internet memberi dampak positif terhadap dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan fasilitas internet, kini belajar tentang sesuatu mudah saja dilakukan, tak hanya melalui buku-buku. Dimana saja kita bisa mengakses informasi dan pengembangan ilmu yang kita inginkan melalui internet. Ada banyak website maupun blog yang tersedia di internet yang ditulis oleh orang yang lebih paham tentang suatu topik, dan kita sebagai pembaca tinggal memilah-milah informasi mana yang kita butuhkan.

Ilmu Mechanical Engineering juga menjadi topik yang banyak tersebar dan dicari di internet, baik oleh para pelajar maupun pekerja profesional. Saya sendiri sering mengunjungi beberapa website dan blog tersebut. Memilih sumber referensi dari website dan blog tentang topik ini tidak hanya harus informatif namun juga dapat memberi solusi yang tepat sesuai permasalahan yang kita hadapi. Nah, berikut ini adalah beberapa website dan blog yang membahas topik Mechanical Engineer yang menurut saya sangat informatif dan bisa menjadi sumber referensi.

Migas Indonesia

 


Website yang bernama Migas Indonesia Online ini didirikan tahun 2002 untuk tujuan menjadi media informasi seputar dunia Minyak dan Gas Bumi (Migas) Indonesia. Pembahasan dalam website ini begitu luas dan menjakau banyak tema seputar dunia Mechanical Engineering terutama yang terkait dengan sektor Migas. Yang membuat website ini istimewa adalah karena sebagian besar informasi yang tersedia di website ini adalah hasil diskusi para praktisi dan profesional melalui Mailing List Yahoo Group yang kemudian dirangkum. Alhasil pembahasannya selain informatif tentunya sangat kontekstual dan sesuai dengan lapangan, bukan hanya teori saja.

Anda bisa langsung mengunjungi website ini disini: Migas-Indonesia.Com

Pujangga Piping Blog

 


Blog sederhana yang dikelola oleh Mas Iwan Agung Dwi Saputra ini adalah idola saya sejak masih kuliah sampai sekarang. Sesuai namanya, blog ini banyak membahas seputar ilmu perpipaan. Mas Iwan ini adalah seorang praktisi senior di bidang Piping, sehingga tulisan-tulisannya sangat informatif. Selain itu, beliau juga cukup ramah dan tak sungkan-sungkan membalas pertanyaan-pertanyaan pengunjung blognya melalui kolom komentar. Sukses selalu, Mas Iwan dan blognya !

Bagi anda yang ingin mengunjung blog ini disini: Pujangga Piping 

Sampai hari ini baru beberapa website dan blog diatas yang saya rekomendasikan untuk menjadi sumber informasi seputar Mechanical Engineering. Sekali lagi parameter saya dalam memilih ini bukan hanya dari isi blog yang informatif namun juga harus dapat memberi solusi dari topik permasalahan yang saya hadapi. Saat ini saya sedang membaca beberapa blog lain yang juga membahas tentang Mechanical Engineering, dan nanti akan saya tambahkan ke daftar ini jika menurut saya sudah nyaman di hati. Hehe

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Apa isi Blog ini? Catatan perjalanan, opini, dan esai ringan seputar Engineering.
Done